Sejarah Peristiwa Malari, Malapetaka di Tahun 1974

tim, CNN Indonesia | Kamis, 08/07/2021 13:20 WIB
Peristiwa Malari adalah demonstrasi mahasiswa yang berujung kerusuhan besar  pada 15 Januari 1974. Berikut sejarah peristiwa Malari. Peristiwa Malari adalah demonstrasi mahasiswa yang berujung kerusuhan besar pada 15 Januari 1974. Berikut sejarah peristiwa Malari.(Foto: Arsip Istimewa via detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peristiwa Malari merupakan salah satu peristiwa kelam di zaman Orde Baru. Peristiwa Malari merupakan singkatan dari malapetaka 15 Januari 1974. Berikut sejarah peristiwa Malari.

Peristiwa Malari adalah demonstrasi mahasiswa yang berujung kerusuhan besar yang terjadi pada 15 Januari 1974. Peristiwa ini berawal dari rencana kedatangan Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei ke Indonesia dan juga kisruh investasi asing saat itu.

Jumlah korban peristiwa Malari adalah 11 orang tewas, 137 orang luka-luka, 750 orang ditangkap.


Berikut kronologi Peristiwa Malari

Burning sparks flying. Beautiful flames. Fiery orange glowing flying away particles on black background.Kronologi Peristiwa Malari pada 1974 berakhir ricuh. Sejumlah gedung dan pusat perbelanjaan pun terbakar. (Foto: iStock/Kesu01)

Mahasiswa menyambut kedatangan Kakuei pada 14 Januari dengan melakukan demonstrasi di Bandara Halim Perdanakusuma. Namun, para demonstran tak bisa masuk karena mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan.

Keesokan harinya, mahasiswa kembali turun ke jalan untuk menuntut ketidaksetaraan penanaman modal asing yang menguntungkan kelompok tertentu, pemberantasan korupsi, dan tingginya harga kebutuhan pokok. Selain tiga tuntutan itu, mahasiswa juga menuntut dibubarkannya Asisten Penasehat Pribadi (Aspri) Presiden Soeharto.

Menjelang sore hari, aksi demonstrasi mulai memanas dan berakhir ricuh. Kerusuhan besar ini diduga terjadi karena provokator. Saat itu, terjadi sejumlah pengrusakan, pembakaran, dan penghancuran merek mobil Jepang.

Kerusuhan yang semula terjadi di Jalan Sudirman meluas hingga ke Senen. Massa menjara dan membakar pusat perbelanjaan itu. Sejumlah gedung pun terbakar.

Dampak Peristiwa Malari

Indonesia President Suharto waves as he arrives at a summit meeting of the Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) group at the Anthropology Museum of the University of British Columbia 25 November in Vancouver in Canada. AFP PHOTO John GIBSON (Photo by JOHN GIBSON / AFP)Pasca Peristiwa Malari, Presiden Soeharto mencopot sejumah posisi di pemerintahan.(Foto: AFP/JOHN GIBSON)

Aparat keamanan menyalahkan mahasiswa sebagai dalang di balik kerusuhan tersebut. Namun, mahasiswa menyanggah dan menyebut aksi yang mereka lakukan dari Salemba ke Grogol berlangsung damai.

Setelah kerusuhan, Presiden Soeharto mengambil langkah dengan mencopot Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Jenderal Sumitro. Dia dianggap bertanggung jawab terjadinya kerusuhan dan korban tewas.

Pencopotan juga menimpa orang-orang terdekat Sumitro. Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) Sutopo Juwono dicopot dan digantikan oleh Yoga Soegomo.

Sementara Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia yang saat itu menjadi penggerak para mahasiswa berdemonstrasi, Hariman Siregar dinyatakan bersalah oleh pemerintah dan dijatuhi hukuman penjara.

Tuntutan pembubaran Aspri tercapai. Lembaga Asisten Pribadi Presiden pun dibubarkan. Meski begitu, Mantan pemimpin Aspri Ali Murtopo dipindah tugaskan ke Bakin.

Hingga saat ini, dalang utama di balik kerusahan peristiwa Malari belum diketahui. Itulah sejarah peristiwa Malari, malapetaka pada 15 Januari 1974.

(imb/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK