BPOM: Moderna Aman Bagi Penderita Komorbid Jantung-Diabetes

CNN Indonesia
Jumat, 02 Jul 2021 13:34 WIB
BPOM menyatakan vaksin Moderna digunakan untuk masyarakat usia 18 tahun ke atas dan lansia. Aman bagi penderita jantung, diabetes, hingga paru-paru. Ilustrasi vaksinasi lanjut usia. (CNN Indonesia/Yulia Adiningsih)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito menyebut vaksin Moderna bisa digunakan terhadap masyarakat, terutama kalangan lanjut usia (lansia) dengan penyakit bawaan atau komorbid.

Penny menuturkan dalam uji klinis fase tiga vaksin Moderna terbukti cukup bagus untuk masyarakat yang menderita penyakit paru-paru kronis, jantung, obesitas, diabetes, liver, hingga HIV.

"Vaksin aman pada kelompok populasi komorbid berdasarkan uji klinis fase tiga, pasien dengan paru-paru kronis, jantung, obesitas diabetes, HIV dan liver," kata Penny saat menggelar konferensi pers secara daring, Jumat (2/7).


Meski begitu, Penny menyebut ada aturan penggunaan pada vaksin moderna ini. Sebaiknya vaksin tersebut digunakan pada usia 18 tahun ke atas.

Lebih lanjut penny juga menjelaskan bahwa vaksin Moderna yang diproduksi di Amerika Serikat ini merupakam vaksin dengan dosis suntik dua kali. Vaksin kedua bisa disuntik satu bulan setelah dosis pertama.

"Jangka waktu penyuntikan satu bulan setelah dosis pertama," kata dia.

BPOM pada hari ini resmi menerbitkan emergency use of authorization (EUA) atau izin darurat untuk vaksin Covid-19 Moderna untuk digunakan di Indonesia.

Moderna merupakan vaksin mRNA pertama yang mendapat izin darurat dari BPOM. Vaksin tersebut diproduksi di AS.

"Kemarin kami tambah satu jenis vaksin yang sudah dapat EUA dari BPOM yaitu Moderna," kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam konferensi pers, Jumat (2/7).

Sebelumnya BPOM juga telah menerbitkan EUA untuk vaksin Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. 

Khusus untuk Moderna, penyimpanan vaksin ini berbeda dengan vaksin-vaksin sebelumnya yang aman dalam suhu kulkas sekitar 2-8 derajat celcius. Moderna harus disimpan di suhu paling minimal minus 20 derajat celcius.

"Jadi kali ini memang beda teknik (penyimpanan) tapi karena diterima melalui Covac Facilty mereka memberi (Moderna) dengan teknologi penyimpanannya," kata Penny.

Dia mengatakan penyimpanan dalam suhu minus 20 derajat celcius di wilayah Indonesia yang bersuhu tropis butuh teknologi khusus. Oleh karena itu, Penny memastikan vaksin Moderna akan datang dengan teknologi penyimpanan yang telah disiapkan oleh pengirim.

"Ini awal baru karena akan berdatangan lagi MRNA lain ke Indonesia. Mudah-mudahan ke depan bisa muncul lagi termasuk Pfitzer, mudah-mudahan bisa masuk ke Indonesia," kata dia.

(tst/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER