Ilustrasi. Pemakaman dengan protokol Covid di Pedurenan, Bekasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Surat bertanggal 3 Juli itu dikirim ke seluruh kantor daerah dan cabang Partai Golkar di Indonesia. Isinya memerintahkan pengurus daerah memasang baliho Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden mendatang.
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai sudah menetapkan target Golkar memenangkan Pilpres 2024. Sosialisasi media dan penggalangan opini untuk mencapai target tersebut dimulai tahun ini.
Kamis (1/7), Airlangga yang menjabat Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanggulangan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) meluangkan jadwalnya yang padat untuk memberikan penghargaan kepada penyelenggara sinetron populer televisi berjudul Ikatan Cinta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini penghargaan resmi dari Kementerian Perekonomian, diserahkan langsung oleh Airlangga ditemani sejawatnya politisi Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian.
Sebagian orang mungkin bertanya: apa urusan dua kementerian ini dengan sinetron terbaik sementara situasi negara sedang darurat oleh pandemi?
"Airlangga bisa dikritik tidak fokus urus pandemi, lebih fokus urus pilpres. Golkar juga bisa dikritik begitu. Saya kira (penghargaan sinetron) itu untuk mendekatkan Airlangga dengan (pemilih) ibu rumah tangga alias emak-emak. Mereka kan penggemar sinetron. Tapi ya itu, mungkin waktunya tidak tepat," komentar pengamat politik Djayadi Hanan.
Kontestasi nasional 2024 diharapkan berlangsung setelah pandemi terburuk yang pernah dialami Indonesia lewat. Karena yang diduga akan jadi peserta kontestasi adalah para pemimpin pemerintahan di pusat dan daerah saat ini, pandemi mau tak mau menjadi ajang adu cantik (beauty contest) kinerja.
"Kepala-kepala daerah yang jumlah penduduknya besar dan/sering menjadi sorotan atau pemberitaan nasional seperti Jabar, Jateng, Jatim, dan Jakarta tentu memiliki peluang lebih besar untuk memiliki tingkat popularitas yang tinggi. Dan itulah yang terjadi saat ini: Gubernur Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim, semuanya cenderung kompetitif sebagai calon potensial untuk Pilpres 2024," tambah Djayadi yang juga Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Catatan pemilih
Sejak berlaku PPKM Darurat 3 Juli lalu, Gubernur Ridwan Kamildi Jawa Barat mengumumkan terobosan layanan telemedicine bagi pasien isoman warga Jabar.
Layanan serupa ditawarkan Kemenkes sehari kemudian namun baru berlaku untuk warga Jakarta.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan viral dalam berbagai pemberitaan setelah kemarahannya meledak saat sidak perkantoran yang dianggap menyalahi aturan darurat.
Sepak terjang kepala daerah seperti RK dan Anies menurut Direktur Saiful Mujani Reseach Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas, akan punya pengaruh lebih langsung pada penilaian kinerja kontestan 2024.
"Pandemi jadi semacam panggung pertunjukan bagi mereka. Kebijakan dan kegiatan mereka terkait Covid terus menjadi perhatian dan sorotan publik nasional. Kadang tindakan mereka menjadi sumber kontroversi yang jangkauannya melampaui wilayah kerja mereka. Tidak otomatis semua yang kenal akan menyukai mereka. Kadang malah memperbesar kelompok yang tidak suka. Kadang bahkan menciptakan kelompok resistensi kepada mereka," kata Sirajudin.
Sorotan serupa akan diterima figur non-kepala daerah seperti Airlangga karena statusnya sebagai koordinator penanganan Covid sekaligus pemulihan ekonomi nasional. Djayadi Hanan menandai sejauh ini sudah muncul kritik yang menganggap Airlangga hanya fokus pada pemulihan ekonomi.
Kritik semacam ini diprediksi akan mengikuti jejaknya di kontestasi 2024.
"Kondisi sangat darurat yang dialami kita sekarang di bulan Juli 2021 ini antara lain karena sangat lambatnya respons pemerintah terhadap isu kesehatan karena yang dipikirkan lebih dahulu adalah ekonominya. Demikian juga figur lain seperti Puan dan Prabowo, pasti orang akan melihat apa yang dia lakukan selama pandemi, meski mungkin tugas pokoknya tidak terkait langsung dengan masalah pandemi di lapangan," lanjutnya.
Baik Sirojudin dan Djayadi mengingatkan selain kinerja di tengah pandemi, ada faktor lain yang secara tradisional punya pengaruh pada keunggulan calon. Misalnya popularitas hingga resistensi publik terhadap tokoh.
"Pemilih tahu dan mencatat dengan baik siapa pemimpin yang bekerja mengatasi masalah saat ini. Pemilih juga pasti mencatat partai-partai mana yang telah berjasa mengatasi masalah negara saat ini. Reward dan punishment dari pemilih pasti akan disiapkan bagi tokoh-tokoh dan partai politik pada pemilu legislatif, Pilpres dan Pilkada 2024," kata Sirojudin.
Politics is personal
Hingga Kamis (8/7) kondisi krisis di Indonesia belum membaik. Kasus positif mencapai rekor dengan 38.291 orang, sedang jumlah korban akibat Covid sempat melampaui rekor pada Rabu (7/7) dengan 1.040 orang meninggal dunia dalam sehari.
Duka cita, kebingungan, kemarahan dan campur-baur emosi dalam pandemi ini menurut Djayadi Hanan akan turut mewarnai kecenderungan pemilih. Terutama bagi mereka yang merasakan dampak berat dari pandemic secara langsung.
"Pandemi adalah peristiwa sangat personal. Apalagi bila misalnya ada keluarga meninggal, mengalami kesulitan mencari layanan kesehatan, serta kesulitan lain. Pengalaman seperti ini pasti akan menjadi salah satu pertimbangan pemilih dalam membandingkan calon-calon pemimpin nasional 2024. Politics, to a significant extent, is personal," kata Djayadi.
Sejak tahun lalu sempat muncul beberapa narasi tentang peluang Presiden Joko Widodo dipilih untuk ketiga kalinya.
Di tengah derasnya kritik terhadap penanganan pandemi yang buruk oleh pemerintah, usulan itu kemudian meredup terutama setelah dibantah sendiri oleh Presiden Jokowi.
Jakarta, CNN Indonesia --
Surat bertanggal 3 Juli itu dikirim ke seluruh kantor daerah dan cabang Partai Golkar di Indonesia. Isinya memerintahkan pengurus daerah memasang baliho Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden mendatang.
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai sudah menetapkan target Golkar memenangkan Pilpres 2024. Sosialisasi media dan penggalangan opini untuk mencapai target tersebut dimulai tahun ini.
Kamis (1/7), Airlangga yang menjabat Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanggulangan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) meluangkan jadwalnya yang padat untuk memberikan penghargaan kepada penyelenggara sinetron populer televisi berjudul Ikatan Cinta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini penghargaan resmi dari Kementerian Perekonomian, diserahkan langsung oleh Airlangga ditemani sejawatnya politisi Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian.
Sebagian orang mungkin bertanya: apa urusan dua kementerian ini dengan sinetron terbaik sementara situasi negara sedang darurat oleh pandemi?
"Airlangga bisa dikritik tidak fokus urus pandemi, lebih fokus urus pilpres. Golkar juga bisa dikritik begitu. Saya kira (penghargaan sinetron) itu untuk mendekatkan Airlangga dengan (pemilih) ibu rumah tangga alias emak-emak. Mereka kan penggemar sinetron. Tapi ya itu, mungkin waktunya tidak tepat," komentar pengamat politik Djayadi Hanan.
Kontestasi nasional 2024 diharapkan berlangsung setelah pandemi terburuk yang pernah dialami Indonesia lewat. Karena yang diduga akan jadi peserta kontestasi adalah para pemimpin pemerintahan di pusat dan daerah saat ini, pandemi mau tak mau menjadi ajang adu cantik (beauty contest) kinerja.
"Kepala-kepala daerah yang jumlah penduduknya besar dan/sering menjadi sorotan atau pemberitaan nasional seperti Jabar, Jateng, Jatim, dan Jakarta tentu memiliki peluang lebih besar untuk memiliki tingkat popularitas yang tinggi. Dan itulah yang terjadi saat ini: Gubernur Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim, semuanya cenderung kompetitif sebagai calon potensial untuk Pilpres 2024," tambah Djayadi yang juga Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Catatan pemilih
Sejak berlaku PPKM Darurat 3 Juli lalu, Gubernur Ridwan Kamildi Jawa Barat mengumumkan terobosan layanan telemedicine bagi pasien isoman warga Jabar.
Layanan serupa ditawarkan Kemenkes sehari kemudian namun baru berlaku untuk warga Jakarta.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan viral dalam berbagai pemberitaan setelah kemarahannya meledak saat sidak perkantoran yang dianggap menyalahi aturan darurat.
Sepak terjang kepala daerah seperti RK dan Anies menurut Direktur Saiful Mujani Reseach Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas, akan punya pengaruh lebih langsung pada penilaian kinerja kontestan 2024.
"Pandemi jadi semacam panggung pertunjukan bagi mereka. Kebijakan dan kegiatan mereka terkait Covid terus menjadi perhatian dan sorotan publik nasional. Kadang tindakan mereka menjadi sumber kontroversi yang jangkauannya melampaui wilayah kerja mereka. Tidak otomatis semua yang kenal akan menyukai mereka. Kadang malah memperbesar kelompok yang tidak suka. Kadang bahkan menciptakan kelompok resistensi kepada mereka," kata Sirajudin.
Politics is Personal
Oksigen mulai langka di tengah meroketnya jumlah positif Covid. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Sorotan serupa akan diterima figur non-kepala daerah seperti Airlangga karena statusnya sebagai koordinator penanganan Covid sekaligus pemulihan ekonomi nasional. Djayadi Hanan menandai sejauh ini sudah muncul kritik yang menganggap Airlangga hanya fokus pada pemulihan ekonomi.
Kritik semacam ini diprediksi akan mengikuti jejaknya di kontestasi 2024.
"Kondisi sangat darurat yang dialami kita sekarang di bulan Juli 2021 ini antara lain karena sangat lambatnya respons pemerintah terhadap isu kesehatan karena yang dipikirkan lebih dahulu adalah ekonominya. Demikian juga figur lain seperti Puan dan Prabowo, pasti orang akan melihat apa yang dia lakukan selama pandemi, meski mungkin tugas pokoknya tidak terkait langsung dengan masalah pandemi di lapangan," lanjutnya.
Baik Sirojudin dan Djayadi mengingatkan selain kinerja di tengah pandemi, ada faktor lain yang secara tradisional punya pengaruh pada keunggulan calon. Misalnya popularitas hingga resistensi publik terhadap tokoh.
"Pemilih tahu dan mencatat dengan baik siapa pemimpin yang bekerja mengatasi masalah saat ini. Pemilih juga pasti mencatat partai-partai mana yang telah berjasa mengatasi masalah negara saat ini. Reward dan punishment dari pemilih pasti akan disiapkan bagi tokoh-tokoh dan partai politik pada pemilu legislatif, Pilpres dan Pilkada 2024," kata Sirojudin.
Politics is personal
Hingga Kamis (8/7) kondisi krisis di Indonesia belum membaik. Kasus positif mencapai rekor dengan 38.291 orang, sedang jumlah korban akibat Covid sempat melampaui rekor pada Rabu (7/7) dengan 1.040 orang meninggal dunia dalam sehari.
Duka cita, kebingungan, kemarahan dan campur-baur emosi dalam pandemi ini menurut Djayadi Hanan akan turut mewarnai kecenderungan pemilih. Terutama bagi mereka yang merasakan dampak berat dari pandemic secara langsung.
"Pandemi adalah peristiwa sangat personal. Apalagi bila misalnya ada keluarga meninggal, mengalami kesulitan mencari layanan kesehatan, serta kesulitan lain. Pengalaman seperti ini pasti akan menjadi salah satu pertimbangan pemilih dalam membandingkan calon-calon pemimpin nasional 2024. Politics, to a significant extent, is personal," kata Djayadi.
Sejak tahun lalu sempat muncul beberapa narasi tentang peluang Presiden Joko Widodo dipilih untuk ketiga kalinya.
Di tengah derasnya kritik terhadap penanganan pandemi yang buruk oleh pemerintah, usulan itu kemudian meredup terutama setelah dibantah sendiri oleh Presiden Jokowi.