Enam Bulan, Capaian Vaksinasi Covid Dua Dosis Baru 8 Persen
CNN Indonesia
Rabu, 14 Jul 2021 17:32 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Program vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan enam bulan masih jauh dari target. Baru sekitar 8 persen penduduk dari total target yang sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19. (CNN Indonesia/Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 37.031.826 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 di Indonesia selama enam bulan terakhir.
Data tersebut merupakan perkembangan vaksinasi Covid-19 per pukul 18.00 WIB, Selasa (13/7). Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia mulai berjalan sejak 13 Januari 2021.
Sementara itu, baru 15.254.221 orang yang lengkap mendapat dua dosis vaksin Covid-19. Artinya baru 20,39 persen masyarakat menerima vaksin dosis pertama, dan 8,4 persen dosis kedua dari total sasaran vaksinasi 181.554.465 penduduk dengan kriteria usia di atas 18 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini, pemerintah telah menambahkan sasaran vaksinasi menjadi 208.265.720 penduduk. Jumlah sasaran tersebut diharapkan mampu mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.
Perubahan total sasaran ini menyusul kebijakan pemberian vaksin covid-19 kepada penduduk usia 12-17 tahun. Jika merujuk sasaran baru tersebut, capaian dosis pertama baru 17,78 persen, sedangkan pemberian dosis kedua baru 7,32 persen.
Saat ini, perkembangan vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah memasuki tahapan ketiga yang dimulai awal Juli 2021. Pada tahapan ketiga pemerintah menyasar 141.211.181 juta masyarakat umut berusia di atas 18 tahun, paralel dengan 26.705.490 anak berusia 12-17 tahun.
Namun, vaksinasi tahap pertama yang menyasar 1.468.764 juta tenaga kesehatan untuk pemberian dosis kedua masih kurang 2,59 persen. Sementar untuk tahapan kedua pemberian vaksinasi yang menyasar 21.553.118 lansia dan 17.327.167 petugas pelayanan publik masih belum rampung 100 persen.
Pada lansia misalnya vaksinasi dosis pertama baru 23,67 persen dari sasaran, sementara dosis kedua 14,24 persen.
Sedangkan pada petugas pelayanan publik, dosis pertama sudah mencapai 117 persen dan dosis kedua 51,59 persen. Padahal untuk vaksinasi tahap kedua ini dimulai sejak 17 Februari 2021.
Meskipun demikian, pemerintah masih optimistis pemberian vaksinasi Covid-19 akan rampung pada Desember 2021.
Namun, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan setidaknya 90 persen sasaran vaksinasi rampung pada pemberian dosis pertama hingga akhir Desember 2021.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Presiden Joko Widodo sendiri telah meminta jajarannya untuk menggenjot laju vaksinasi dengan 1 juta dosis per hari sepanjang bulan ini. Target vaksinasi Covid-19 naik menjadi 2 juta dosis per hari pada Agustus 2021.
Target yang diberikan Jokowi itu kembang kempis. Sepanjang bulan ini hingga 13 Juli, baru tiga kali target Jokowi tercapai, yakni pada 1 Juli dengan 1.063.908 dosis, 6 Juli dengan 1.105.807 dosis dan 9 Juli dengan 1.160.956 dosis.
Sisanya vaksinasi Covid-19 rata-rata hanya bisa dilakukan sebanyak 500 ribu dosis per hari. Bahkan sempat menurun menjadi 115.961 dosis pada 11 Juli, dan 126.292 dosis pada 12 Juli.
Terkait ketersediaan vaksin Covid-19 per 13 Juli, Indonesia memiliki total 137.611.540 dosis. Dengan rincian 115.500.280 dosis vaksin bulk atau mentah, dan 22.111.260 dosis vaksin jadi dari Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, serta Moderna.
Vaksin bulk yang diproses oleh PT Bio Farma (Persero) itu diolah menjadi 93.000.000 juta dosis vaksin jadi. Sehingga total ketersediaan vaksin Indonesia, baik yang sudah dipakai dan belum, untuk saat ini sebanyak 115.111.260 dosis.
Pemerintah kini membuka vaksin mandiri berbayar dengan nama Vaksinasi Gotong Royong. Harga per dosis dipatok sebesar Rp321 ribu, ditambah biaya layanan Rp117 ribu. Vaksin yang dipakai dalam program ini adalah merek Sinopharm.
Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021. Rencana vaksinasi berbayar ini dimulai Senin (12/7) lalu, namun ditunda karena muncul berbagai kritik.
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengklaim vaksin berbayar atau vaksinasi Gotong Royong keinginan rakyat. Moledoko menyebut ada sejumlah elemen masyarakat yang ingin membantu pemerintah untuk mengejar target vaksinasi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 37.031.826 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 di Indonesia selama enam bulan terakhir.
Data tersebut merupakan perkembangan vaksinasi Covid-19 per pukul 18.00 WIB, Selasa (13/7). Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia mulai berjalan sejak 13 Januari 2021.
Sementara itu, baru 15.254.221 orang yang lengkap mendapat dua dosis vaksin Covid-19. Artinya baru 20,39 persen masyarakat menerima vaksin dosis pertama, dan 8,4 persen dosis kedua dari total sasaran vaksinasi 181.554.465 penduduk dengan kriteria usia di atas 18 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini, pemerintah telah menambahkan sasaran vaksinasi menjadi 208.265.720 penduduk. Jumlah sasaran tersebut diharapkan mampu mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.
Perubahan total sasaran ini menyusul kebijakan pemberian vaksin covid-19 kepada penduduk usia 12-17 tahun. Jika merujuk sasaran baru tersebut, capaian dosis pertama baru 17,78 persen, sedangkan pemberian dosis kedua baru 7,32 persen.
Saat ini, perkembangan vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah memasuki tahapan ketiga yang dimulai awal Juli 2021. Pada tahapan ketiga pemerintah menyasar 141.211.181 juta masyarakat umut berusia di atas 18 tahun, paralel dengan 26.705.490 anak berusia 12-17 tahun.
Namun, vaksinasi tahap pertama yang menyasar 1.468.764 juta tenaga kesehatan untuk pemberian dosis kedua masih kurang 2,59 persen. Sementar untuk tahapan kedua pemberian vaksinasi yang menyasar 21.553.118 lansia dan 17.327.167 petugas pelayanan publik masih belum rampung 100 persen.
Pada lansia misalnya vaksinasi dosis pertama baru 23,67 persen dari sasaran, sementara dosis kedua 14,24 persen.
Sedangkan pada petugas pelayanan publik, dosis pertama sudah mencapai 117 persen dan dosis kedua 51,59 persen. Padahal untuk vaksinasi tahap kedua ini dimulai sejak 17 Februari 2021.
Meskipun demikian, pemerintah masih optimistis pemberian vaksinasi Covid-19 akan rampung pada Desember 2021.
Namun, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan setidaknya 90 persen sasaran vaksinasi rampung pada pemberian dosis pertama hingga akhir Desember 2021.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Data Stok Vaksin Covid-19 Indonesia
Indonesia memiliki sekitar 115.111.260 dosis vaksin Covid-19, baik yang sudah disuntikan atau belum. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Presiden Joko Widodo sendiri telah meminta jajarannya untuk menggenjot laju vaksinasi dengan 1 juta dosis per hari sepanjang bulan ini. Target vaksinasi Covid-19 naik menjadi 2 juta dosis per hari pada Agustus 2021.
Target yang diberikan Jokowi itu kembang kempis. Sepanjang bulan ini hingga 13 Juli, baru tiga kali target Jokowi tercapai, yakni pada 1 Juli dengan 1.063.908 dosis, 6 Juli dengan 1.105.807 dosis dan 9 Juli dengan 1.160.956 dosis.
Sisanya vaksinasi Covid-19 rata-rata hanya bisa dilakukan sebanyak 500 ribu dosis per hari. Bahkan sempat menurun menjadi 115.961 dosis pada 11 Juli, dan 126.292 dosis pada 12 Juli.
Terkait ketersediaan vaksin Covid-19 per 13 Juli, Indonesia memiliki total 137.611.540 dosis. Dengan rincian 115.500.280 dosis vaksin bulk atau mentah, dan 22.111.260 dosis vaksin jadi dari Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, serta Moderna.
Vaksin bulk yang diproses oleh PT Bio Farma (Persero) itu diolah menjadi 93.000.000 juta dosis vaksin jadi. Sehingga total ketersediaan vaksin Indonesia, baik yang sudah dipakai dan belum, untuk saat ini sebanyak 115.111.260 dosis.
Pemerintah kini membuka vaksin mandiri berbayar dengan nama Vaksinasi Gotong Royong. Harga per dosis dipatok sebesar Rp321 ribu, ditambah biaya layanan Rp117 ribu. Vaksin yang dipakai dalam program ini adalah merek Sinopharm.
Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021. Rencana vaksinasi berbayar ini dimulai Senin (12/7) lalu, namun ditunda karena muncul berbagai kritik.
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengklaim vaksin berbayar atau vaksinasi Gotong Royong keinginan rakyat. Moledoko menyebut ada sejumlah elemen masyarakat yang ingin membantu pemerintah untuk mengejar target vaksinasi.