PDIP Bela Risma Ancam ASN ke Papua: Ekspresi Kejengkelan

CNN Indonesia | Rabu, 14/07/2021 18:15 WIB
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan Mensos Risma harus lebih sabar dalam menata para ASN Kemensos agar sigap menangani dampak pandemi Covid-19. Sikap Mensos Tri Rismaharini yang keras kepada ASN Kemensos dengan mengancam memindahkan ke Papua dinilai sebagai ekspresi spontanitas kejengkelan yang jujur. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno membela Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang mengancam memindahkan ASN Kementerian Sosial (Kemensos) yang tak becus ke Papua.

Hendrawan menyebut ancaman Risma yang disampaikan kepada para ASN di Balai Wyata Guna, Kota Bandung itu merupakan ekspresi spontanitas kejengkelan yang jujur.

"Ekspresi spontanitas kejengkelan yang jujur," kata Hendrawan lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/7).


Hendrawan mengatakan banyak pihak yang jengkel dengan disfungsionalitas birokrasi selama ini. Menurutnya, birokrasi yang lelet, lamban, ribet merupakan musuh pembangunan.

Hendrawan berkata pembenahan birokrasi membutuhkan waktu. Menurutnya, Risma harus lebih sabar dalam menata jajarannya agar bantuan sosial di masa pandemi Covid-19 bisa tersalurkan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Hendrawan menyinggung soal kejengkelan Presiden ke-3 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur terhadap dugaan korupsi di Kemensos. Bahkan, Gus Dur membubarkan Kemensos.

"Istilah Gus Dur saat itu, 'tikus-tikus sudah menguasai lumbung padi'. Artinya, bantuan dikonversi jadi bancakan," ujarnya.

Dugaan Risma bersikap rasisme terhadap Papua dimulai ketika dirinya menegur ASN di Balai Wyata Guna, Bandung Selasa (13/7). Saat itu, Risma mengancam akan memindahkan ASN yang malas ke Papua.

"Saya tidak mau lihat seperti ini lagi. Kalau seperti ini lagi, saya pindahkan semua ke Papua. Saya enggak bisa pecat orang kalau enggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan ke Papua. Jadi tolong yang peka," kata Risma.

Ancaman Risma memindahkan ASN yang malas ke Papua menuai kritik. Risma dianggap bersikap rasisme terhadap Papua.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Risma mencabut pernyataan mengancam akan memindahkan ASN Kemensos ke Papua.

"Sebaiknya cabut saja pernyataan sensitif seperti ini," kata Fadli Zon lewat akun Twitter miliknya, @fadlizon pada Selasa (13/7).

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat membantah dugaan rasisme yang dituduhkan kepada Risma saat menegur ASN di Bandung. Ia menyebut Risma justru sayang dengan masyarakat Papua.

"Silakan tanya ke tokoh-tokoh Papua, bagaimana seorang Bu Risma itu sudah menjadi mamanya Papua gitu loh," kata Harry, Rabu (14/7).

(mts/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK