Sumut Siapkan Tambahan 1.000 Tempat Tidur Pasien Covid-19

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 23:27 WIB
Pemprov Sumut menyiapkan tambahan 1.000 tempat tidur untuk pasien Covid-19 menyusul imbauan Luhut soal masih tinggi angka penularan. Ilustrasi. Pemprov Sumut menyiapkan tambahan 1.000 tempat tidur untuk pasien Covid-19 menyusul imbauan Luhut soal masih tinggi angka penularan.(ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menargetkan tambahan 1.000 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19.

Peningkatan kapasitas tempat tidur dilakukan seiring dengan peningkatan kasus penularan Covid-19.

Penambahan tempat tidur akan diperoleh dari beberapa rumah sakit seperti RS Martha Friska II, Asrama Haji Medan, eks RS Lions Club dan Wisma Atlet Jalan Pancing Medan.


"Kita siapkan penambahan 1.000 tempat tidur. Saat ini penanganan pasien Covid-19 sudah tersedia kamar isolasi sebanyak 4.133 dan tempat tidur ICU Covid-19 sebanyak 375 unit dari rumah sakit yang merawat pasien Covid-19," kata Edy Rahmayadi, Sabtu (24/7).

Selain itu, Edy meminta agar Pemerintah Kabupaten/Kota mempercepat realiasasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada masyarakat. Sehingga dana tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Sebab hingga kini, baru dua daerah di Sumut yang menyalurkan bantuan tersebut hingga Juli 2021. Sementara daerah lainnya penyalurannya masih sampai Mei bahkan ada yang Januari 2021," urainya.

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Aspan Sofian menyampaikan hingga kini, Pemprov Sumut sudah dua kali menyurati pemerintah kabupaten/kota, meminta untuk mendorong percepatan penyaluran BLT Dana Desa.

"Yang sudah mencapai bulan Juli (penyaluran BLT DD) baru Nias Selatan, dan Pakpak Bharat yang sampai Juni 2021. Sementara yang lainnya masih sampai Mei, bahkan ada yang Januari," sebut Aspan.

Adapun kendala yang dihadapi, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, katanya, para kepala desa terlambat menyusun anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Untuk itu Pemprov Sumut berharap pendamping desa dapat membantu percepatan pengesahan APBDes tersebut.

"Demikian juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar dapat mendorong realisasi anggaran yang sudah kita programkan untuk bantuan kepada masyarakat," pungkasnya.

Diketahui, Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaian saat ini penularan Covid-19 masih terus meningkat, meskipun tingkat kesembuhan juga naik. Karenanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih diterapkan, mulai dari level I hingga level IV, tergantung kondisi di setiap wilayah.

Selain itu kepala daerah diminta untuk menyiapkan tambahan tempat tidur untuk perawatan pasien dan menyiapkan tempat isolasi mandiri. Sebagaimana saran dari Kementerian Kesehatan, bahwa kabupaten/kota dengan tingkat penggunaan tempat tidur (pasien Covid-19) atau BOR di atas 80 %, perlu mengonversinya menjadi 40%.

(fnr/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK