Rangkuman Covid: Lockdown Papua Batal hingga Oksigen Menipis
CNN Indonesia
Senin, 26 Jul 2021 18:33 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi pandemi covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perkembangan kasus baru virus corona(covid-19) di Indonesia mengalami penurunan selama sepekan terakhir. Namun demikian, jumlah kematian masih menjadi sorotan, sebab selama periode PPKM Darurat hingga Level 4 di Tanah Air, akumulasi kasus kematianmencapai 23.745 orang.
Kasus-kasus kematian pada pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) juga mulai kerap dilaporkan. Seiring dengan jumlah kematian covid-19 yang masih kerap di atas 1.000 kasus per hari, pemerintah mengklaim tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sejumlah rumah sakit rujukan pasien covid-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan.
Pemerintah juga diketahui telah memperpanjang PPKM Level 4 di Jawa-Bali hingga 2 Agustus mendatang. Sejumlah daerah yang mulai mengalami krisis BOR RS, oksigen, dan juga 'diserang' varian Delta seperti Papua sempat mengeluarkan wacana untuk memberlakukan lockdown, namun tak direstui pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Pemerintah pusat tidak merestui rencana Pemerintah Provinsi Papua untuk menerapkan lockdown mulai 1 Agustus. Pemerintah lantas memerintahkan Papua untuk menerapkan PPKM Level 4, bukan karantina wilayah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian beralasan penggunaan istilah lockdown membingungkan masyarakat. Ia menyebut PPKM Level 4 lebih jelas dan rinci. Pernyataan Tito sekaligus merespons Pemerintah Provinsi Papua yang sempat mengutarakan rencana lockdown pada 1 Agustus. Rencana itu jadi opsi untuk menekan laju penularan Covid-19 di Papua sebagai upaya persiapan PON.
Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Papua Mohammad Musa'ad menyebut lockdown diterapkan dengan menutup akses keluar-masuk Provinsi Papua. Kebijakan itu rencananya dilakukan dua pekan.
Oksigen Papua Barat Menipis
Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat dr. Arnold Tiniap kembali menyebut bahwa oksigen medis di Papua Barat, khususnya di Manokwari, masih dalam status kritis. Hal itu terjadi karena hasil produksi tidak sebanding dengan permintaan lantaran lonjakan kasus baru Covid-19. RS pun mesti 'bersaing' dengan pasien isolasi mandiri bergejala.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sejauh ini sudah ada 966 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 yang digolongkan sebagai 'Variant of Concern (VoC)' di Indonesia. VoC merupakan varian yang diwaspadai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), mereka yakni B117 Alfa, B1351 Beta, dan B1617.2 Delta.
Dari ketiga VoC itu, varian Delta paling diwaspadai lantaran dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi dan agresif. Kemenkes bahkan menyebut, kecepatan penularan varian Delta 6 kali dari varian Alfa, sehingga mampu menciptakan penularan yang eksponensial.
Apabila dilihat dari data yang merupakan perkembangan terkini per 24 Juli 2021, dan baru-baru ini diunggah dalam situs https://www.litbang.kemkes.go.id/. Terlihat peningkatan paling progresif terjadi pada varian Delta. Dari yang sebelumnya 802 kasus di 21 Juli, kini di 24 Juli sudah bertambah menjadi 897 kasus.
BOR RS di Sulsel Meningkat
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah menyiapkan 2000 tempat tidur untuk rumah sakit yang menangani pasien Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai langkah mengantisipasi lonjakan kasus virus Corona.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bahwa 2000 tempat tidur itu disiapkan jika apabila tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien covid-19 telah mencapai 75 persen.
Aparat Bakal Pantau Aturan Makan 20 Menit
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut aparat Satpol PP, TNI, dan Polri akan diterjunkan menerapkan aturan makan di warteg maksimal 20 menit saat PPKM Level 4.
Tito menyerahkan detail penerapan kebijakan tersebut pada petugas di lapangan. Ia menyebut pemerintah mengatur batasan makan di tempat selama 20 menit dengan maksimal 3 orang pengunjung.
TNI Bakal Terjun Bagikan Obat Terapi Covid-19
Presiden Joko Widodo menerjunkan TNI untuk mengantar 2 juta paket obat terapi Covid-19. Paket obat itu ditujukan bagi pasien Covid-19 di pelosok. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan orang positif Covid-19 bisa melapor ke Puskesmas terdekat untuk mendapat bantuan paket obat. Setelah itu, Puskesmas akan berkoordinasi dengan TNI untuk pengiriman paket bantuan.
Varian Delta di NTT Naik 2,5 Kali Lipat
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sejauh ini sudah ada 40 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B161.2 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jumlah itu mengalami peningkatan cukup signifikan. Dari yang awalnya di 21 Juli berjumlah 16 kasus, per 24 Juli sudah bertambah menjadi 40 kasus varian Delta, atau bisa dikatakan meningkat 2,5 kali lipat selama kurun waktu tiga hari saja.
Stok Vaksin Daerah Menipis
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ketersediaan alias stok vaksin virus corona di Indonesia saat ini hanya sekitar 22 juta dosis yang sudah tersebar di sejumlah provinsi maupun kabupaten/kota.
Budi mengatakan, 22 juta dosis vaksin itu merupakan sisa dari total vaksin covid-19 siap digunakan yang sudah diterima Indonesia kurang lebih sebanyak 85 juta dosis, semetara 63 juta dosis lainnya telah terpakai. Dengan perkiraan itu, Budi menilai 22 juta dosis vaksin hanya cukup tak sampai sebulan.
Klik untuk informasi selanjutnya...
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya bakal secara bertahap mengganti pemberian obat Azitromisin dan Oseltamivir menjadi Azitromisin dan Favipiravir dalam pemberian paket obat untuk pasien covid-19 gejala ringan yang sedang menjalani isoman.
Budi mengatakan, penggantian obat terapi covid-19 itu akan dilakukan secara bertahap. Pun demi memenuhi kebutuhan Favipiravir, pemerintah menurutnya bakal mengimpor jutaan obat terapi covid-19, dan berupaya memproduksi obat-obatan tersebut dalam negeri.
Vaksin Gotong Royong Masih Rendah
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan hingga saat ini baru 1,9 juta dosis vaksin virus corona asal perusahaan China, Sinopharm untuk program gotong royong yang telah didistribusikan ke masyarakat.
Padahal, tercatat sudah ada 5,5 juta dosis vaksin yang tiba di Tanah Air. Dari total itu, baru 2,9 juta yang izin edarnya sudah dikeluarkan BPOM. Sedangkan 2,6 juta sisanya masih menunggu izin edar BPOM.
Kemenkes per Senin (26/7) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 44.728.320 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Sementara baru 18.129.878 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Itu artinya, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 21,47 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 8,7 persen.
Rekor Sembuh Baru
Data harian yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per hari ini, Senin (26/7) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 28.228 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 40.374 kasus, yang merupakan rekor baru. Serta penambahan 1.487 kasus meninggal baru dalam 1 x 24 jam.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 3.194.733 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 2.549.692 orang dinyatakan pulih, 560.275 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 84.766 lainnya meninggal dunia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Perkembangan kasus baru virus corona(covid-19) di Indonesia mengalami penurunan selama sepekan terakhir. Namun demikian, jumlah kematian masih menjadi sorotan, sebab selama periode PPKM Darurat hingga Level 4 di Tanah Air, akumulasi kasus kematianmencapai 23.745 orang.
Kasus-kasus kematian pada pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) juga mulai kerap dilaporkan. Seiring dengan jumlah kematian covid-19 yang masih kerap di atas 1.000 kasus per hari, pemerintah mengklaim tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sejumlah rumah sakit rujukan pasien covid-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan.
Pemerintah juga diketahui telah memperpanjang PPKM Level 4 di Jawa-Bali hingga 2 Agustus mendatang. Sejumlah daerah yang mulai mengalami krisis BOR RS, oksigen, dan juga 'diserang' varian Delta seperti Papua sempat mengeluarkan wacana untuk memberlakukan lockdown, namun tak direstui pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Pemerintah pusat tidak merestui rencana Pemerintah Provinsi Papua untuk menerapkan lockdown mulai 1 Agustus. Pemerintah lantas memerintahkan Papua untuk menerapkan PPKM Level 4, bukan karantina wilayah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian beralasan penggunaan istilah lockdown membingungkan masyarakat. Ia menyebut PPKM Level 4 lebih jelas dan rinci. Pernyataan Tito sekaligus merespons Pemerintah Provinsi Papua yang sempat mengutarakan rencana lockdown pada 1 Agustus. Rencana itu jadi opsi untuk menekan laju penularan Covid-19 di Papua sebagai upaya persiapan PON.
Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Papua Mohammad Musa'ad menyebut lockdown diterapkan dengan menutup akses keluar-masuk Provinsi Papua. Kebijakan itu rencananya dilakukan dua pekan.
Oksigen Papua Barat Menipis
Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat dr. Arnold Tiniap kembali menyebut bahwa oksigen medis di Papua Barat, khususnya di Manokwari, masih dalam status kritis. Hal itu terjadi karena hasil produksi tidak sebanding dengan permintaan lantaran lonjakan kasus baru Covid-19. RS pun mesti 'bersaing' dengan pasien isolasi mandiri bergejala.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sejauh ini sudah ada 966 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 yang digolongkan sebagai 'Variant of Concern (VoC)' di Indonesia. VoC merupakan varian yang diwaspadai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), mereka yakni B117 Alfa, B1351 Beta, dan B1617.2 Delta.
Dari ketiga VoC itu, varian Delta paling diwaspadai lantaran dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi dan agresif. Kemenkes bahkan menyebut, kecepatan penularan varian Delta 6 kali dari varian Alfa, sehingga mampu menciptakan penularan yang eksponensial.
Apabila dilihat dari data yang merupakan perkembangan terkini per 24 Juli 2021, dan baru-baru ini diunggah dalam situs https://www.litbang.kemkes.go.id/. Terlihat peningkatan paling progresif terjadi pada varian Delta. Dari yang sebelumnya 802 kasus di 21 Juli, kini di 24 Juli sudah bertambah menjadi 897 kasus.
BOR RS di Sulsel Meningkat
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah menyiapkan 2000 tempat tidur untuk rumah sakit yang menangani pasien Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai langkah mengantisipasi lonjakan kasus virus Corona.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bahwa 2000 tempat tidur itu disiapkan jika apabila tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien covid-19 telah mencapai 75 persen.
Aparat Bakal Pantau Aturan Makan 20 Menit
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut aparat Satpol PP, TNI, dan Polri akan diterjunkan menerapkan aturan makan di warteg maksimal 20 menit saat PPKM Level 4.
Tito menyerahkan detail penerapan kebijakan tersebut pada petugas di lapangan. Ia menyebut pemerintah mengatur batasan makan di tempat selama 20 menit dengan maksimal 3 orang pengunjung.
TNI Bakal Terjun Bagikan Obat Terapi Covid-19
Presiden Joko Widodo menerjunkan TNI untuk mengantar 2 juta paket obat terapi Covid-19. Paket obat itu ditujukan bagi pasien Covid-19 di pelosok. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan orang positif Covid-19 bisa melapor ke Puskesmas terdekat untuk mendapat bantuan paket obat. Setelah itu, Puskesmas akan berkoordinasi dengan TNI untuk pengiriman paket bantuan.
Varian Delta di NTT Naik 2,5 Kali Lipat
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sejauh ini sudah ada 40 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta B161.2 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jumlah itu mengalami peningkatan cukup signifikan. Dari yang awalnya di 21 Juli berjumlah 16 kasus, per 24 Juli sudah bertambah menjadi 40 kasus varian Delta, atau bisa dikatakan meningkat 2,5 kali lipat selama kurun waktu tiga hari saja.
Stok Vaksin Daerah Menipis
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ketersediaan alias stok vaksin virus corona di Indonesia saat ini hanya sekitar 22 juta dosis yang sudah tersebar di sejumlah provinsi maupun kabupaten/kota.
Budi mengatakan, 22 juta dosis vaksin itu merupakan sisa dari total vaksin covid-19 siap digunakan yang sudah diterima Indonesia kurang lebih sebanyak 85 juta dosis, semetara 63 juta dosis lainnya telah terpakai. Dengan perkiraan itu, Budi menilai 22 juta dosis vaksin hanya cukup tak sampai sebulan.
Klik untuk informasi selanjutnya...
Oseltamivir Bakal Diganti Favipiravir
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya bakal secara bertahap mengganti pemberian obat Azitromisin dan Oseltamivir menjadi Azitromisin dan Favipiravir dalam pemberian paket obat untuk pasien covid-19 gejala ringan yang sedang menjalani isoman.
Budi mengatakan, penggantian obat terapi covid-19 itu akan dilakukan secara bertahap. Pun demi memenuhi kebutuhan Favipiravir, pemerintah menurutnya bakal mengimpor jutaan obat terapi covid-19, dan berupaya memproduksi obat-obatan tersebut dalam negeri.
Vaksin Gotong Royong Masih Rendah
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan hingga saat ini baru 1,9 juta dosis vaksin virus corona asal perusahaan China, Sinopharm untuk program gotong royong yang telah didistribusikan ke masyarakat.
Padahal, tercatat sudah ada 5,5 juta dosis vaksin yang tiba di Tanah Air. Dari total itu, baru 2,9 juta yang izin edarnya sudah dikeluarkan BPOM. Sedangkan 2,6 juta sisanya masih menunggu izin edar BPOM.
Kemenkes per Senin (26/7) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 44.728.320 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Sementara baru 18.129.878 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Itu artinya, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 21,47 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 8,7 persen.
Rekor Sembuh Baru
Data harian yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per hari ini, Senin (26/7) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 28.228 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 40.374 kasus, yang merupakan rekor baru. Serta penambahan 1.487 kasus meninggal baru dalam 1 x 24 jam.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 3.194.733 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 2.549.692 orang dinyatakan pulih, 560.275 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 84.766 lainnya meninggal dunia.