Eks Penyidik KPK Buka Peran Lili Pintauli di Tanjungbalai

CNN Indonesia | Senin, 26/07/2021 21:28 WIB
Eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju menyebut Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar pernah berkomunikasi denganWali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar disebut pernah berkomunikasi dengan Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial. (Foto: CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju mengungkapkan keterlibatan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M. Syahrial.

Hal itu disampaikan Stepanus saat menjadi saksi dalam persidangan perkara dugaan suap dengan terdakwa Syahrial yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Senin (26/7). Adapun Stepanus memberikan kesaksian secara daring.

Mulanya, jaksa mencecar Stepanus perihal keinginan Syahrial yang hendak meminta bantuan terkait permasalahan hukum jual beli jabatan kepada seseorang yang bernama Fahri Aceh.


Menurut Stepanus, Fahri Aceh merupakan 'orangnya' Lili Pintauli Siregar.

"Pak Syahrial itu menyampaikan Fahri Aceh itu atas saran siapa?" tanya jaksa.

"Atas saran dari Ibu Lili Pintauli Siregar, Pak," jawab Stepanus.

"Bu Lili siapa?" lanjut jaksa.

"Setahu saya dia adalah Wakil Ketua KPK," imbuhnya.

Syahrial, terang Stepanus, juga menyampaikan pernah ditelepon oleh Lili. Pembicaraan saat itu perihal berkas perkara penyelidikan kasus jual beli jabatan yang menyeret Syahrial sudah berada di meja Lili.

"Di awal terdakwa [Syahrial] menyampaikan bahwa baru saja ditelepon oleh Bu Lili yang menyampaikan bahwa 'Yal, gimana? Berkas kamu di meja saya nih'. Itu Bu Lili kepada terdakwa saat itu pak," tutur Stepanus.

"Kemudian terdakwa menyampaikan kepada Bu Lili 'bantu lah, Bu'. Kemudian setelah itu, Bu Lili menyampaikan 'Ya sudah ketemu dengan orang saya di Medan namanya Fahri Aceh'," lanjut dia.

Stepanus mengaku tidak mengetahui apakah Syahrial sudah bertemu dengan Fahri Aceh atau belum. Hanya saja, ia mengaku sempat memberikan pilihan kepada Syahrial untuk memilih dirinya atau Fahri Aceh untuk memberikan bantuan.

Infografis Jejak Pelemahan KPK Era JokowiInfografis Jejak Pelemahan KPK Era Jokowi. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

"Apakah saudara tawarin ke terdakwa mau ke saudara apa ke Fahri Aceh?" tanya jaksa.

"Betul," ucap Stepanus.

Lili sebelumnya sudah membantah perihal komunikasi yang dilakukan dengan Syahrial.

Ia mengatakan, sebagai bagian dari KPK dirinya terikat dengan kode etik dan peraturan KPK yang melarang berhubungan dengan pihak yang berperkara.

Meski begitu, Lili juga mengakui sebagai pimpinan KPK khususnya dalam pelaksanaan tugas pencegahan, dirinya tidak dapat menghindari komunikasi dengan para kepala daerah.

"Saya tegas menyatakan bahwa tidak pernah menjalin komunikasi dengan tersangka MS [M Syahrial] terkait penanganan perkara yang bersangkutan. Apalagi membantu dalam proses penanganan perkara yang sedang ditangani oleh KPK," ucap Lili saat konferensi pers di Gedung KPK, Jumat (30/4).

Syahrial diadili karena didakwa telah menyuap penyidik Stepanus dengan uang sebesar Rp1,695 miliar agar kasus dugaan korupsi jual beli jabatan yang menjerat dirinya tidak naik ke tingkat penyidikan.

Ia didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(ryn/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK