Warga Gowa Pesan Sabu Pakai Alamat Palsu Agar Titip ke Satpam

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 04:23 WIB
Sabu 1 Kg terlacak dan disita usai dikirimkan melalui paket yang dikirimkan ke alamat palsu. Ilustrasi pengiriman paket. (Foto: iStockphoto/Chainarong Prasertthai)
Makassar, CNN Indonesia --

Narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram dipesan dengan modus alamat palsu agar bisa diambil di pos satuan pengamanan (satpam) kompleks perumahan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan mengatakan pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari warga soal transaksi narkotika yang kerap dilakukan dengan cara menerima paket dari jasa pengiriman di perumahan di Jalan Yusuf Bauty, Kabupaten Gowa, Sulsel.

"Jadi pelaku ini modusnya selalu memakai alamat palsu, sehingga kurir yang mengantarkan paket itu menitipkan paketnya di pos security," jelasnya, Selasa (3/8).


Penerima sebenarnya, FA (27), kemudian hendak mengambil paket sabu itu di pos petugas keamanan. Kepolisian kemudian melakukan penangkapan.

"Ya benar, kami baru saja berhasil mengamankan seorang terduga penyalahgunaan narkoba berikut barang haram yang diduga narkoba jenis sabu di Jl.Yusuf Bauty Perumahan Citra Garden Kab Gowa," kata dia.

Paket yang terbungkus kardus makanan ringan itu kemudian dibongkar.

"Saat dibongkar kardus tersebut ditemukan beberapa bungkus makanan ringan (bipang), sabun batangan 4 biji, dan 1 bungkusan teh China warna kuning yang berisikan bahan bening kristal yang diduga sabu seberat 1 Kg," ungkapnya.

Berdasarkan keterangannya, FA memesan barang haram tersebut dari seorang pria berinisial RF yang berada di Jalan Sungai Saddang, Kota Makassar. Saat petugas mendatangi rumahnya, pria yang dimaksud sudah tidak berada di lokasi.

"Ketika personel berada di rumah RF yang bersangkutan sudah tidak ada, sehingga kita menjadikan dia sebagai DPO (daftar pencarian orang)," ujarnya.

(mir/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK