Ferdinand: Pesawat Presiden Dulu Dicat Biru Identik Demokrat

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 13:42 WIB
Eks kader Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut banyak kader Demokrat kesal karena warna biru pesawat kepresidenan diganti dengan warna merah putih saat ini. Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan pesawat kepresidenan yang dibeli era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dicat warna biru karena identik dengan warna Demokrat. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan pesawat kepresidenan yang dibeli era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dicat warna biru karena identik dengan warna Demokrat.

Pesawat jenis Boeing Business Jet (BBJ) 2 ini pertama kali tiba di Indonesia pada April 2014 lalu. Saat itu, SBY telah memasuki akhir jabatan presiden periode kedua.

"Jadi saya melihat justru warna biru itu dulu dibuat karena identik dengan warna Demokrat. Makanya mereka [kader-kader Demokrat] keberatan diganti," kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/8).


Ferdinand menyebut banyak kader Demokrat kesal karena warna biru diganti dengan warna merah putih. Menurutnya, argumentasi Andi Arief yang menyebut pemilihan warna biru kala itu untuk kamuflase pesawat presiden tak masuk akal dan ilmiah.

"Padahal argumen itu sangat tidak ilmiah di zaman teknologi sekarang, di zaman radar canggih. Bahkan pesawat siluman saja sulit menghindar dari radar," ujarnya.

Ferdinand mengakui sempat mengusulkan agar warna pesawat kepresidenan diganti pada Maret 2021 lalu. Namun, ia membantah pergantian cat pesawat presiden yang sudah dilakukan saat ini dari usulannya.

Menurutnya, pergantian cat saat ini murni terkait program perawatan pesawat kepresidenan.

"Setidaknya itu yang saya ketahui tentang mengapa ini dicat ulang. Tujuannya sekalian melakukan pengecekan terhadap badan pesawat," katanya.

Terpisah, Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief menyebut pemilihan warna biru untuk pesawat kepresidenan berdasarkan kajian dari salah satu prajurit TNI AU.

Menurutnya, Sekretariat Negara sampai saat ini masih menyimpan penjelasan ilmiah mengapa pesawat tersebut dicat berwarna biru.

"Ada kajiannya dari mayor TNI AU soal warna itu. Bukan bisa-bisa Pak Sudi. Ada designer yang penjelasannya scientific, sekarang masih disimpan Setneg. Kalau diganti merah, siapa yang bisa melarang, tapi tentu harus ada kajian dan penjelasan," kata Andi dalam akun Twitter resminya @Andiarief__.



Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani membantah tudingan Ferdinand mengenai cat pesawat kepresidenan sengaja berwarna biru karena identik dengan Demokrat.

Ia menilai Ferdinand tak tahu apa-apa mengenai pesawat kepresidenan tersebut karena baru masuk Demokrat pada 2017 lalu.

"Ngawur itu Ferdinand, ngawur aja itu orang," kata Kamhar.

Kamhar menjelaskan bahwa penentuan desain pesawat kepresidenan dibuat sayembara oleh SBY ketika itu. Pemenang sayembara tersebut merupakan prajurit TNI AU berpangkat mayor.

"Dan birunya bukan biru Partai Demokrat. Itu biru identik dengan TNI AU dan pesawat presiden itu di bawah TNI AU," ujarnya.

Pesawat kepresidenan RI rampung dibuat pada tahun 2014. Pesawat itu kali pertama tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 10 April 2014, dengan bercat biru.

Saat ini, pesawat tersebut dicat berwarna merah putih. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan bahwa rencana pengecatan pesawat tersebut telah dicanangkan sejak 2019.

Heru membantah pengecatan ulang pesawat ini sebagai pemborosan. Pengecatan pesawat itu juga dalam rangka HUT ke-75 RI pada 2020.

Namun, pengecatan tak bisa langsung dilakukan karena pesawat itu belum memasuki waktu perawatan rutin tahun lalu. Biaya cat ulang pesawat presiden ini disebut mencapai Rp2 miliar.

(rzr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK