Ada Pengumuman PTM, Gibran Parkir Mobil di Depan Sekolah

CNN Indonesia
Minggu, 22/08/2021 19:29
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (CNN Indonesia/ Rosyid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memarkirkan mobil dinasnya di depan SMK Batik 2 Surakarta, Sabtu (21/8) malam. Sekolah yang berada di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan itu dikabarkan akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Senin (23/8) besok. Pengumuman PTM disebut sudah disebar ke orangtua murid.

Saat dikonfirmasi, Gibran tak menjawab dengan tegas tujuannya meninggalkan mobil di depan pintu masuk SMK Batik 2.

"Nggak apa-apa to," katanya.


Menurut informasi, SMK Batik 2 Surakarta berencana menggelar simulasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk menguji kesiapan jaringan internet mereka. Pihak sekolah bahkan sudah mengedarkan surat pemberitahuan kepada orang tua terkait penyelengaraan simulasi AKM tersebut.

Gibran menyayangkan SMK Batik 2 Surakarta tidak berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sebelum memberi tahu orang tua murid.

"Pihak sekolah sudah menyebarkan surat ke orang tua murid. Tanya saja ke kepala sekolah apakah sudah ada izin. Apakah sudah ke Satgas Covid-19," katanya.

Menurut Gibran, kesalahan yang dilakukan SMK Batik 2 Surakarta fatal mengingat masih banyak murid di Solo yang belum mendapat vaksin. Apalagi Solo masih termasuk berada di PPKM Level 4 yang belum dibolehkan mengadakan PTM.

"Kita masih punya 70 ribu murid yang belum divaksin. Belum divaksin kok diwajibkan PTM. Sabar dulu lah," katanya.

Saat ini, mobil dinas Gibran masih berada di depan pintu masuk SMK Batik 2 Surakarta. Sejumlah anggota Linmas dari Kelurahan Pajang dan Satpol-PP menjaga mobil bernomor polisi AD 1 A itu. Gibran tak menjawab dengan pasti kapan mobil tersebut akan diambil.

"Bukan masalah mengambil atau tidak diambil. Tapi problemnya selesai apa belum," katanya.

Gibran sudah beberapa kali meninggalkan mobil di lokasi yang melakukan pelanggaran. Sebelumnya, ia meninggalkan mobil dinasnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cemoro Kembar usai terjadinya pengrusakan 12 makam Kristen di sana.

Ia juga pernah meninggalkan mobil dinasnya di Kantor Kelurahan Gajahan setelah sejumlah petugas Linmas Kelurahan tersebut melakukan pungli terhadap ratusan pengusaha.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKK Batik 2 Surakarta, Erwin Ahmad Analisawan mengaku mengundang sejumlah murid ke sekolah pada Senin (23/8) untuk mengikuti simulasi AKM.

"Di edarannya memang rencananya simulasi tapi sudah dibatalkan," katanya.

Namun ia membantah pihaknya mengadakan PTM secara diam-diam.

"Dari awal tidak memang tidak mengadakan PTM," katanya.

Ia juga mengakui belum berkoordinasi dengan Pemkot Solo dan Satgas Penanganan Covid-19 terkati pelaksanaan simulasi tersebut.

"Untuk itu (koordinasi), saya tidak," katanya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Suyanta menjelaskan pihaknya memang sempat membuat surat edaran ke SMA/SMK di Jawa Tengah untuk mengadakan simulasi AKM pada 23-25 Agustus. Arahan tersebut sejalan dengan Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan agar tiap sekolah mengadakan simulasi AKM.

"Di Edaran Kementerian (Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi) opsional boleh menghadirkan siswa boleh tidak," katanya.

Awalnya, Disdikbud Provinsi Jateng masih memberi pilihan kepada sekolah untuk menghadirkan siswa saat simulasi AKM. Selain mengikuti arahan dari Kemendikbudristek,

Disdikbud Provinsi Jateng menilai aman jika simulasi diadakan secara tatap muka. Mengingat simulasi diadakan selama 3 hari.

"Asesmen kan sebetulnya 45 siswa. Misalnya dibagi 3 hari, berarti sehari cuma 15 siswa. Kan sedikit," katanya.

Namun opsi tersebut dibatalkan setelah Gibran meninggalkan mobilnya di depan SMK Batik 2 Surakarta.

"Jebule Pak Wali duka (ternyata Pak Wali marah)," katanya.

"Kalau itu dijalankan malah dikira PTM, ndrawasi (bahaya) itu. Sudahlah untuk simulasi pun tidak menghadirkan siswa," katanya.

Ia juga telah berkomunikasi dengan Kepala Cabang Disdikbud Wilayah VII Provinsi Jateng untuk segera berkoordinasi dengan kepala-kepala sekolah SMA/SMK di Solo untuk membatalkan simulasi tatap muka.

"Suratnya tadi malam sudah kami buat. Tapi kami edarkan tadi pagi," katanya.

(syd/ugo)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK