Motif Pelaku Bunuh Wanita Kenalan MiChat, Emosi Dibilang Bau

CNN Indonesia | Senin, 06/09/2021 15:17 WIB
Polisi menyebut pelaku membunuh perempuan berinisial LD di Cilandak karena emosi setelah korban menyinggungnya soal bau badan. Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/ Coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tersangka berinisial AA nekat membunuh perempuan berinisial LD lantaran emosi dibilang badannya bau dan kotor.

Jasad LD diketahui ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di sebuah kamar mandi hotel di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (4/9) lalu.

"Adapun motif dari pelaku melakukan kejahatan tersebut adalah merasa tersinggung dan emosi karena dikatakan bahwa badannya bau dan kotor," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan, Senin (6/9).


Dalam kasus ini, tersangka AA nekat menghabisi nyawa korban dengan cara mencekik lehernya. Alhasil, korban pun meregang nyawa karena kehabisan nafas.

"Yang disampaikan oleh pelaku di mana dia cara membunuhnya atau cara mematikan atau melumpuhkan korban yaitu dengan cara dicekik," ucap Azis.

Disampaikan Azis, proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban masih sedang berproses. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara ditemukan ada tanda kekerasan di bagian leher korban.

"Penyebab singkatnya untuk sementara mati lemas kekurangan oksigen," ujar Azis.

Sebelumnya, Azis mengungkapkan bahwa korban dan tersangka AA berkenalan lewat aplikasi Michat dan akhirnya janjian untuk ketemu.

"Berhubungan melalui aplikasi Michat janjian dan kemudian bertemu pada malam hari itu dan baru bertemu untuk pertama kalinya," tuturnya.

Dalam kasus ini, tersangka AA dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Selain itu, juga turut dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian.

Sebab, tersangka turut mengambil beberapa barang korban usai menghabisi nyawanya. Di antaranya, kartu ATM dan handphone.

"Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Azis.

(dis/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK