Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Jawa-Bali selama periode 7-13 September 2021, sementara untuk wilayah di luar Jawa-Bali yang melaksanakan PPKM level 4 berlaku sejak 7-20 September 2021.
Pemerintah juga merelaksasi sejumlah kebijakan lantaran kondisi covid-19 dinilai cukup melandai.
Di tengah kondisi itu, sebaran varian delta B1617.2 yang dinilai berbahaya terus melonjak di Indonesia. Varian delta paling diwaspadai lantaran dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi dan agresif. Varian baru yang dikenal sebagai varian Mu juga tengah menjadi sorotan global, meskipun disebut tak seganas varian Delta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
STRP Tak Berlaku Lagi
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan untuk mencabut ketentuan Surat Tanda Registrasi Bekerja (STRP) sebagai syarat perjalanan darat selama masa PPKM Level 4,3, dan 2 mulai hari ini, Selasa (7/9).
Keputusan itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Virus Corona Disease (Covid-19) yang diteken oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito pada 6 September 2021.
Petisi Tolak Syarat Administrasi Pakai Kartu Vaksin
Lebih dari 14 ribu orang meneken petisi mendesak pemerintah membatalkan syarat yang mewajibkan pengunjung mal untuk menunjukkan sertifikat vaksin covid-19 sebagai syarat administrasi.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada Selasa (7/9) pukul 17.45 WIB, petisi dengan judul 'Batalkan Kartu Vaksin sebagai syarat Administrasi' yang diunggah di situs change.org itu telah diteken sebanyak 14.463 orang.
Sebaran Varian VoC di RI Meningkat
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) mencatat sebaran kasus mutasi virus SARS-CoV-2 yang tergolong Variant of Concern (VoC)' alias varian yang diwaspadai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) saat ini berjumlah 2.374 kasus di Indonesia.
WHO baru menetapkan ada empat varian yang masuk dalam kategori ini yaitu B117 Alfa, B1351 Beta, B1617.2 Delta, dan P1 Gamma, dan hanya P1 yang belum teridentifikasi di Tanah Air. Adapun varian Delta ditemukan paling banyak dengan 2.266 kasus di Indonesia, disusul varian Alfa dengan 64 kasus, dan varian Beta 17 kasus.
Sekolah Tatap Muka di DIY
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memulai kembali kegiatan sekolah atau pembelajaran tatap muka (PTM) seiring menurunnya status PPKM ke level 3.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono mengatakan kegiatan PTM ini tak semata mengacu kepada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Pihaknya juga menimbang positivity rate covid-19 di wilayahnya yang ditargetkan di bawah 5 persen.
Izin Johnson & Johnson dan Cansino
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dua merek vaksin virus corona (Covid-19) produksi perusahaan Johnson & Johnson (J&J) dan CanSino.
Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut, penerbitan EUA itu telah melalui penilaian bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) terhadap data mutu vaksin yang mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional.
"Badan POM kembali menerbitkan EUA bagi dua produk vaksin covid-19 yang baru, yaitu Janssen covid-19 vaccine dan vaksin convidecia," kata Penny dikutip dari situs resmi BPOM, Selasa (7/9).
Klaim RI Lewati Puncak Kasus Covid-19
Ilustrasi pandemi covid. (CNN Indonesia/Adi Maulana)
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengklaim Indonesia sudah melewati masa puncak kasus penularan dan kematian Covid-19. Menurutnya, puncak masa puncak Covid-19 kini tengah melanda sejumlah negara tetangga di kawasan ASEAN seperti Malaysia dan Vietnam.
Namun demikian, Date mewanti-wanti agar penurunan kasus Covid-19 di Indonesia tidak boleh membuat seluruh elemen terlena. Menurutnya, saat ini merupakan waktu bagi Indonesia untuk meningkatkan ketahanan medis.
Wapres Minta Ulama Siapkan Pedoman Menuju Endemi Covid-19
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta kepada para pemuka agama dan organisasi keagamaan membuat kajian untuk dijadikan pedoman masyarakat dalam menjalani fase endemi usai pandemi virus corona.
Ma'ruf menekankan agama Islam mewajibkan umatnya untuk menjaga jiwa sebagai salah satu inti dari syariat Islam. Oleh karenanya, ia menilai para ulama harus menegaskan tentang pentingnya menjauhi dan menghindarkan diri dari wabah penyakit.
Nihil Zona Merah di DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim saat ini tidak ada lagi RT yang masuk dalam kategori zona merah Covid-19. Namun, ia meminta warga tetap waspada.
Merujuk peta penerapan wilayah pengendalian ketat (WPK) di laman corona.jakarta.go.id, data per 6 September tidak ada lagi RT yang masuk kategori zona merah. Namun, masih ada ratusan RT yang masuk dalam kategori zona oranye dan kuning.
Alasan Bali Tak Turun Level PPKM
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut PPKM di wilayah aglomerasi Jawa-Bali sudah turun level dari 4 ke 3 dalam sepekan ke depan kecuali Bali.
Luhut menyebut kondisi itu terjadi lantaran tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit rujukan pasien covid-19 di Bali relatif masih tinggi di tengah penurunan BOR provinsi lainnya.
Capaian Dosis Vaksin RI
Kemenkes per Selasa (7/9) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 68.208.588 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Sementara baru 39.165.980 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 32,75 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 18,81 persen.
Update Covid 7 September 2021
Data harian yang dirilis Kementerian Kesehatan per hari ini, Selasa (7/9) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 7.201 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 14.159 kasus, dan 683 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.140.634 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 3.864.848 orang dinyatakan pulih, 138.630 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 137.156 lainnya meninggal dunia.