Rangkuman Covid: Infeksi Tinggi Kaltara, AstraZeneca Tiba
CNN Indonesia
Jumat, 10 Sep 2021 18:11 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Petugas kesehatan mengambil sampel lendir warga saat tes usap (swab test) drive-thru di Jalan Jendral Sudirman Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (24/6/2020). (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pertambahan kasus Covid-19 masih fluktuatif di tengah perpanjangan masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selama tiga hari sejak perpanjangan PPKM diberlakukan, kasus Covid-19 bertambah 5.376 orang pada Jumat (10/9).
secara kumulatif, sebanyak 4.158.731 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 3.901.766 orang dinyatakan pulih, sementara 138.431 lainnya meninggal dunia.
Beberapa hari sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 158.965 orang dinyatakan positif pada Selasa (7/9). Sehari setelahnya, Rabu (8/9) bertambah 145.660 orang dan pada Kamis (9/9) bertambah sebanyak 148.458 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WHO Soroti Infeksi Tinggi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terkini situasi Covid-19 di Indonesia per 8 September 2021, menyoroti Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia dengan laju penularan Covid-19 yang sangat tinggi (CT4).
Laju penularan itu dihitung per 100 ribu penduduk. Insiden kasus yang terjadi di Provinsi Kalimantan Utara mencapai 206,9 per 100 ribu penduduk. WHO menyebut angka itu bertahan dari 30 Agustus sampai 5 September 2021, sekaligus menjadi tertinggi selama 14 hari terakhir.
Sementara itu, laju penularan dengan status tinggi (CT3) masih terjadi di enam provinsi, 19 Provinsi dengan status sedang (CT2), dan delapan provinsi lainnya masuk kategori rendah (C1).
Vaksin AstraZeneca Tiba dari Prancis
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan sebanyak 358.700 dosis vaksin AstraZeneca dari Prancis telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Vaksin itu didapat dari kerja sama multilateral program Covax Facility.
Retno menjelaskan kedatangan vaksin AstraZeneca tersebut adalah pengiriman tahap pertama. Ia menyebut Perancis telah berkomitmen memberikan 3 juta dosis vaksin ke Indonesia.
Sebelumnya, Retno juga mengatakan Indonesia telah kedatangan vaksin Astrazeneca sebanyak 615.000 dosis dan 639.990 dosis vaksin Pfizer.
Retno berkata kedatangan dua vaksin tersebut merupakan hasil pembelian Indonesia dari negara-negara sahabat. Ia menyatakan pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan agar vaksin di Indonesia terpenuhi.
"Vaksin dan vaksinasi sangat penting agar kita bisa keluar dari pandemi," ucap dia.
Audit Pelajar Meninggal Usai Vaksinasi
Ketua Komda KIPI Jabar Kusnandi Rusmil menyatakan pihaknya masih melakukan audit siswa kelas XI SMK di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Cahyono yang meninggal dunia sehari setelah mengikuti vaksinasi Covid-19 pada Rabu 1 September lalu.
Ayah Cahyono mengatakan anaknya mengikuti program vaksinasi karena ingin mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Menurutnya, para siswa yang belum divaksin harus mengikuti pembelajaran online dari rumah.
"Kalau enggak divaksin takut atau bagaimana, karena anak ingin sekolah jadi divaksin," ujarnya.
Wakil Bupati Ciamis Yana D. Putra menyebut Cahyono memiliki penyakit bawaan. Kemungkinan, kata Yana, Cahyono tak menyampaikan penyakitnya saat tahapan skrining.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mewajibkan peserta Ujian Kompetensi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I sudah menerima vaksinasi Covid-19.
Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani menyebut syarat tersebut berlaku bagi peserta ujian di Jawa dan Bali. Ia menyebut pemerintah daerah akan memfasilitasi peserta yang belum divaksin.
Nunuk menyampaikan para peserta juga wajib negatif Covid-19, dibuktikan dengan hasil tes antigen. Ia menyebut tes bisa dilakukan sehari sebelum pelaksanaan ujian.
"Kami menyadari di antara seluruh pendaftar itu masih ada sekitar 35 persen yang belum vaksin. Itu nanti akan tetap difasilitasi vaksinnya pada saat-saat, di antara waktu-waktu ujian itu," kata Nunuk dalam webinar di kanal Youtube Ditjen GTK Kemdikbud RI, Kamis (9/9).
Jokowi Yakin Vaksinasi 70 Persen
Di tengah pesimisme publik terhadap vaksin Covid-19, Presiden Joko Widodo meyakini lebih dari 70 persen warga disuntik imunisasi Virus Corona pada akhir 2021. Ia mengklaim setiap hari semakin banyak masyarakat yang menerima vaksin sembari meminta perluasan pelaksanaan vaksinasi agar seluruh masyarakat terlindungi.
"Semakin banyak yang sudah divaksinasi di seluruh tanah air Indonesia sehingga di akhir tahun nanti lebih dari 70 persen masyarakat sudah divaksinasi," kata Jokowi saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Bantul, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (10/9).
Capaian Dosis Vaksin
Kemenkes per Jumat (10/9) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 71.175.259 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara baru 40.867.993 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 34,18 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 19,62 persen.
Pertambahan kasus Covid-19 masih fluktuatif di tengah perpanjangan masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selama tiga hari sejak perpanjangan PPKM diberlakukan, kasus Covid-19 bertambah 5.376 orang pada Jumat (10/9).
secara kumulatif, sebanyak 4.158.731 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 3.901.766 orang dinyatakan pulih, sementara 138.431 lainnya meninggal dunia.
Beberapa hari sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 158.965 orang dinyatakan positif pada Selasa (7/9). Sehari setelahnya, Rabu (8/9) bertambah 145.660 orang dan pada Kamis (9/9) bertambah sebanyak 148.458 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WHO Soroti Infeksi Tinggi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan terkini situasi Covid-19 di Indonesia per 8 September 2021, menyoroti Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia dengan laju penularan Covid-19 yang sangat tinggi (CT4).
Laju penularan itu dihitung per 100 ribu penduduk. Insiden kasus yang terjadi di Provinsi Kalimantan Utara mencapai 206,9 per 100 ribu penduduk. WHO menyebut angka itu bertahan dari 30 Agustus sampai 5 September 2021, sekaligus menjadi tertinggi selama 14 hari terakhir.
Sementara itu, laju penularan dengan status tinggi (CT3) masih terjadi di enam provinsi, 19 Provinsi dengan status sedang (CT2), dan delapan provinsi lainnya masuk kategori rendah (C1).
Vaksin AstraZeneca Tiba dari Prancis
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan sebanyak 358.700 dosis vaksin AstraZeneca dari Prancis telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Vaksin itu didapat dari kerja sama multilateral program Covax Facility.
Retno menjelaskan kedatangan vaksin AstraZeneca tersebut adalah pengiriman tahap pertama. Ia menyebut Perancis telah berkomitmen memberikan 3 juta dosis vaksin ke Indonesia.
Sebelumnya, Retno juga mengatakan Indonesia telah kedatangan vaksin Astrazeneca sebanyak 615.000 dosis dan 639.990 dosis vaksin Pfizer.
Retno berkata kedatangan dua vaksin tersebut merupakan hasil pembelian Indonesia dari negara-negara sahabat. Ia menyatakan pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan agar vaksin di Indonesia terpenuhi.
"Vaksin dan vaksinasi sangat penting agar kita bisa keluar dari pandemi," ucap dia.
Audit Pelajar Meninggal Usai Vaksinasi
Ketua Komda KIPI Jabar Kusnandi Rusmil menyatakan pihaknya masih melakukan audit siswa kelas XI SMK di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Cahyono yang meninggal dunia sehari setelah mengikuti vaksinasi Covid-19 pada Rabu 1 September lalu.
Ayah Cahyono mengatakan anaknya mengikuti program vaksinasi karena ingin mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Menurutnya, para siswa yang belum divaksin harus mengikuti pembelajaran online dari rumah.
"Kalau enggak divaksin takut atau bagaimana, karena anak ingin sekolah jadi divaksin," ujarnya.
Wakil Bupati Ciamis Yana D. Putra menyebut Cahyono memiliki penyakit bawaan. Kemungkinan, kata Yana, Cahyono tak menyampaikan penyakitnya saat tahapan skrining.
Ratusan guru, dosen, dan tenaga pendidik menerima vaksinasi Covid-19 di SMAN 70 Jakarta. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mewajibkan peserta Ujian Kompetensi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I sudah menerima vaksinasi Covid-19.
Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani menyebut syarat tersebut berlaku bagi peserta ujian di Jawa dan Bali. Ia menyebut pemerintah daerah akan memfasilitasi peserta yang belum divaksin.
Nunuk menyampaikan para peserta juga wajib negatif Covid-19, dibuktikan dengan hasil tes antigen. Ia menyebut tes bisa dilakukan sehari sebelum pelaksanaan ujian.
"Kami menyadari di antara seluruh pendaftar itu masih ada sekitar 35 persen yang belum vaksin. Itu nanti akan tetap difasilitasi vaksinnya pada saat-saat, di antara waktu-waktu ujian itu," kata Nunuk dalam webinar di kanal Youtube Ditjen GTK Kemdikbud RI, Kamis (9/9).
Jokowi Yakin Vaksinasi 70 Persen
Di tengah pesimisme publik terhadap vaksin Covid-19, Presiden Joko Widodo meyakini lebih dari 70 persen warga disuntik imunisasi Virus Corona pada akhir 2021. Ia mengklaim setiap hari semakin banyak masyarakat yang menerima vaksin sembari meminta perluasan pelaksanaan vaksinasi agar seluruh masyarakat terlindungi.
"Semakin banyak yang sudah divaksinasi di seluruh tanah air Indonesia sehingga di akhir tahun nanti lebih dari 70 persen masyarakat sudah divaksinasi," kata Jokowi saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Bantul, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (10/9).
Capaian Dosis Vaksin
Kemenkes per Jumat (10/9) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 71.175.259 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara baru 40.867.993 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 34,18 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 19,62 persen.