Demokrat AHY Bubarkan Acara Kubu Moeldoko di Tangerang

CNN Indonesia | Jumat, 10/09/2021 21:29 WIB
Partai Demokrat pimpinan AHY menggeruduk acara yang dihelat kubu Moeldoko di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten Jumat (10/9) malam. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) didampingi pendukungnya berjalan memasuki Kementerian Hukum dan HAM untuk menyerahkan berkas keabsahan organisasi dan AD/ART partai di Jakarta, Senin (8/3/2021). (Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggeruduk acara yang dihelat oleh kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (10/9) malam.

Berdasarkan keterangan yang diterima CNNIndonesia.com dari Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, aksi penggerudukan dipimpin oleh Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Jayabaya.

Iti mendatangi lokasi bersama jajaran DPD Partai Demokrat Banten, DPC Partai Demokrat Tangerang Raya, dan beberapa pengurus DPP Partai Demokrat, Irwan, Zulfikar Hamongan, Ricky Kurniawan, Cipta Panca Laksana, serta Amal Ghozali.


Dalam kesempatan itu, Demokrat kubu AHY melakukan aksi pencopotan atribut Partai Demokrat yang berada di sekitar lokasi. Aksi pencopotan atribut itu pun dibantu oleh aparat kepolisian.

"Pada hari ini, seharian kita berkumpul, mencoba menegosiasikan apa yang kita inginkan terhadap marwah partai kita, yang kita cintai dan Alhamdulillah tadi mereka sudah melakukan kesepakatan untuk membubarkan dan mencopot atribut Demokrat yang berada di lokasi acara," kata Iti.

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat kubu Moeldoko, Hengky Luntungan menyampaikan acara yang digelar pihaknya terkait Haul Pendiri Partai Demokrat.

Menurutnya, acara tersebut digelar untuk meluruskan sejarah pendirian Partai Demokrat, khususnya seputar keterlibatan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini kan Haul Pendiri Partai [Demokrat]. Kita hanya meluruskan sejarah berdirinya partai. Betul [meluruskan sejarah keterlibatan SBY], mulai jam 19.00 WIB," kata Hengky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (10/9).

Namun, dia menjelaskan Moeldoko tidak akan hadir dan menyampaikan pidato dalam acara tersebut, baik secara fisik atau dalam jaringan (daring).

Hengky berkata, agenda dalam acara tersebut ialah menonton tayangan tentang sejarah berdirinya Partai Demokrat secara bersama-sama.

Terkait polemik kepemimpinan Partai Demokrat, pemerintah telah menolak pendaftaran hasil kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar kubu Moeldoko di Deli Serdang. Hasil KLB tersebut dinilai belum melengkapi sejumlah dokumen, antara lain soal DPC, DPD, hingga surat mandat.

"Dengan demikian, pemerintah menyatakan bahwa permohonan hasil kongres luar biasa di Deli Serdang tanggal 5 Maret 2021 ditolak," ujar Yasonna, Rabu (31/3).

Infografis Sejarah Demokrat Berdiri hingga TerbelahInfografis Sejarah Demokrat Berdiri hingga Terbelah. (CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi)
(mts/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK