Kakak Korban Pesugihan Akan Diautopsi, Keluarga Diedukasi

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 01:21 WIB
Sebelum melakukan penggalian kuburan DS, kakak dari AP (6) korban pesugihan, kepolisian akan melakukan sosialisasi dengan keluarga agar prosesnya lancar. Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Foto: Istockphoto/ Giuda90)
Makassar, CNN Indonesia --

Penggalian kuburan DS (23), kakak dari bocah korban praktek pesugihan, AP (6), diminta didahului oleh proses pendekatan terhadap pihak keluarga agar prosesnya tak terhambat.

Kepala Urusan Kedokteran Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel dr Ria mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Gowa soal rencana pembongkaran makam DS.

Sebelum itu, pihaknya ingin memastikan Polres Gowa melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pihak keluarga agar proses penggalian kubur tidak terhambat.


"Kami sudah menerima surat dari Polres Gowa, kasus ini masih kita koordinasikan dan ditindaklanjuti. Untuk saat ini kita diminta untuk menggali kubur dan autopsi jenazah," jelas Ria, Selasa (14/9).

Berdasarkan data Polres Gowa, pembongkaran makam DS, di Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, itu akan dilakukan pada pekan depan.

Pembongkaran ini dilakukan untuk mengejar penyebab kematiannya.

DS merupakan kakak dari bocah perempuan 6 tahun yang sebelumnya menjadi korban penganiayaan keluarganya untuk kepentingan pesugihan. Kematian DS hingga kini masih misterius dan diduga juga menjadi salah satu korban praktik pesugihan keluarganya.

Sebelumnya, penyidik Polres Gowa telah memeriksa tiga orang saksi terkait kasus kematian DS.

"Kami sudah memeriksa tiga orang saksi. Paman korban sudah melapor ke Polres Gowa untuk mengungkap penyebab kematian DN," kata Kepala Subbagian Humas Polres Gowa M Tambunan, Senin (13/9).

Meski demikian, Tambunan belum dapat mengungkapkan tiga orang yang telah menjalani pemeriksaan terkait kematian DS.

"Pokoknya orang yang mengetahui melihat dan mendengar. Pokoknya apa yang sudah dilaporkan pihak keluarga korban itu yang kita tindaklanjuti," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk melakukan autopsi jenazah Dandi.

"Terkait autopsi pihak Polres Gowa telah menyurat ke rumah sakit Bhayangkara dan hari ini masih melakukan koordinasi serta menunggu kesiapan dari dokter," jelas dia.

(mir/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK