Ganjil Genap Puncak Diperpanjang, Berlaku 17-19 September

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 19:36 WIB
Sistem ganjil genap di jalur Puncak, Bogor diperpanjang guna menekan mobilitas masyarakat sambil menunggu aturan baru dari pemerintah pusat. Sistem ganjil genap di Jalur Puncak, Bogor diperpanjang, sehingga kembali berlaku pada 17-19 September (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemberlakuan sistem ganjil genap kendaraan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diperpanjang guna menekan mobilitas masyarakat. Ganjil genap akan kembali diterapkan di akhir pekan ini atau pada 17-19 September.

"Uji coba ganjil-genap kita lanjutkan, sambil menunggu peraturan dari Kementerian Perhubungan," ungkap Kapolres Bogor AKBP Harun mengutip Antara, Rabu (15/9).

Menurutnya, jalur penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur itu berstatus jalan nasional, sehingga segala kebijakan mengenai pengaturan lalu lintas di jalur tersebut ada pada pemerintah pusat.


Harun menjelaskan pemberlakuan sistem ganjil-genap pada akhir pekan ini sama seperti uji coba pada dua akhir pekan sebelumnya, yakni mulai Jumat siang hingga Minggu tengah malam.

Jumlah lokasi pemeriksaannya pun masih sama yakni delapan titik, antara lain di Simpang Pasir Angin, pintu Tol Ciawi, Simpang Gadog, Rainbow Hills, pos penutupan arus Cibanon, pos penutupan arus Bendungan, dan dua lokasi di Kawasan Sentul.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Hubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengaku masih merumuskan payung hukum baru mengenai rekayasa lalu lintas di Jalur Puncak. Semua masukan dia tampung termasuk dari warga setempat.

"Opsi pertama ganjil genap dan ada beberapa opsi lainnya. Tapi semua itu masih dalam kajian. Kami juga ingin mendengar masukan dari warga Puncak," kata Budi usai rapat dengar pendapat bersama Bupati Bogor Ade Yasin pada 8 September lalu.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas satu arah (one way) yang selama ini diberlakukan di Puncak, sudah jenuh untuk terus diterapkan. Opsi ganjil genap bisa menjadi penggantinya.

"Selain rekayasa lalu lintas, kami juga ingin mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi untuk beralih ke angkutan umum yang saat ini juga masih terus dibahas," kata Budi.

(Antara/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK