Evakuasi Pesawat Rimbun Air di Papua Terkendala Cuaca Ekstrem

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 20:23 WIB
Lokasi jatuhnya pesawat Rimbun Air di Papua disebut berada di ketinggian dan hutan lebat hingga cuaca ekstrem. Evakuasi pesawat Rimbun Air jatuh di Papua. (DOK HUMAS POLDA PAPUA/DOK HUMAS POLDA PAPUA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Proses evakuasi pesawat Rimbun Air yang jatuh usai hilang kontak di sekitar Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua masih terus dilakukan. Dansatgas Yonif Para Raider 501/BY Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya mengatakan beberapa kendala dalam proses evakuasi ini.

Antara lain, lokasi jatuhnya pesawat berada di ketinggian dan hutan lebat hingga cuaca ekstrem.

"Saat ini kami masih berusaha gerak terus, cuaca ekstrem, suhu mencapai 6 derajat, berkabut tebal," ucap Arfa saat dikonfirmasi, Rabu (15/9).


Arfa mengatakan evakuasi dilakukan oleh tim satgas gabungan dari Yonif Para Raider 501/Kostrad, Nanggala, dan Nemangkawi.

"Saat ini proses pelaksanaan evakuasi oleh Satgas Gabungan," kata Arfan.

Sebelumnya, Pesawat Rimbun Air ditemukan jatuh setelah dilaporkan hilang kontak pada Rabu (15/9) sekitar pukul 07.37 WIT.

Pesawat tersebut sempat dua kali gagal mendarat hingga akhirnya hilang kontak. Setelahnya, terdengar suara ledakan di sekitar lokasi.

"Pesawat tersebut sebelumnya berputar di batas Bandara Bilorai dan batal mendarat dikarenakan cuaca kabut, kemudian terdengar suara yang diperkirakan ledakan," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Reza Nur Patria.

Pesawat dengan rute Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Intan Jaya membawa tiga kru. Pesawat tidak membawa penumpang, namun membawa barang kargo berupa bahan bangunan dan sembako.

Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan mengatakan bahwa ketiga awak pesawat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu (15/8) sore.

(dis/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK