Beragam Kolaborasi di Masa Pandemi, Peduli dan Berbagi

KPCPEN, CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 17:56 WIB
Pemerintah mendorong penguatan solidaritas dan sinergi antar kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaku bisnis dan masyarakat dalam penanganan Covid-19. Ilustrasi kegiatan berbagi di tengah pandemi. Pemerintah mendorong penguatan solidaritas dan sinergi antar kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaku bisnis dan masyarakat dalam penanganan Covid-19. (Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mendorong penguatan solidaritas dan sinergi antar kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaku bisnis dan masyarakat dalam penanganan Covid-19.

Selain memberi bantuan sosial, pemerintah pusat akan berperan sebagai penghubung yang mempertemukan antara pihak yang memiliki sumber dana dengan pihak yang memiliki aset sumber daya. Kemudian, akan diatur gerakan bersama terkait penyaluran bantuan sesuai klaster yang memerlukan.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Peningkatan Olahraga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (RMPKPO Kemenko PMK), Didik Suhardi mengatakan, secara total pemerintah telah menyalurkan sekitar Rp3,5 triliun bantuan. Yang saat ini sedang diupayakan, adalah bantuan masker.


"Pemberian bantuan akan terus ditingkatkan, mengingat kita belum tahu kapan pandemi akan berakhir. Solidaritas dan semangat berusaha juga harus terus dijaga untuk meringankan persoalan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan mereka akan mampu secara perekonomian dan memiliki ketahanan keluarga," kata Didik dalam Dialog Virtual Kabar Kamis Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)-KPCPEN pada Kamis (16/9).

Menurut Didik, kolaborasi terus bergulir dalam skala yang lebih besar pada masa pandemi, baik yang digalang oleh pemerintah maupun masyarakat. Hal ini pun disebut sebagai kekuatan berharga.

Pada kesempatan yang sama, CEO Rumah Zakat Nur Effendi, co-founder dan CEO Kitabisa.com Alfatih Timur, serta penggagas Hope Foundation atau Yayasan Dunia Kasih Harapan Janna S. Joesoef menjelaskan beragam gerakan kolaborasi yang telah dilakukan.

Nur Efendi mengungkapkan, gerakan Rumah Zakat berfokus pada 4 sektor, yakni pemberian informasi positif dan jelas tentang Covid-19, bantuan kesehatan, sosial, serta ekonomi. Sebagai realisasi, diadakan pemberian santunan dan beasiswa kepada sekitar 45 ribu anak yang kehilangan orang tua karena pandemi, bantuan sarana kesehatan dan fasilitas isolasi, ambulans gratis, pendampingan dan gerakan borong UMKM, serta pendampingan bagi petani untuk memperkuat ketahanan pangan.

Dia menambahkan, masyarakat yang berminat jadi relawan dapat mengakses situs Rumah Zakat dan mengisi formulir pendaftaran, atau langsung mendatangi cabang Rumah Zakat terdekat.

Alfatih menambahkan, Kitabisa.com menjadi platform penyaluran inisiatif berbagai bantuan, termasuk menggalang bantuan untuk respon darurat. Pihaknya juga memastikan bantuan tersebut terlaksana dengan baik dan jelas melalui verifikasi, dokumentasi, juga pemantauan dari laporan implementasi di lapangan.

"Otot solidaritas kita untuk tolong-menolong sangat kuat. Pandemi bisa melahirkan kesedihan, tapi juga memunculkan harapan, solidaritas, dan kebaikan hati. Platform digital dapat mengamplifikasi hal-hal baik dan optimisme ini kepada khalayak luas," katanya.

Sementara, Janna menjelaskan bahwa Yayasan Dunia Kasih Harapan telah mengadakan beragam kolaborasi dengan UMKM dan produsen lokal, seperti pembuatan gelang dan masker dari sisa tekstil, serta lebih dari 800 unit sepeda. Hasil penjualan lalu disalurkan kepada masyarakat terdampak, misalnya pekerja harian di dunia kreatif, atau sebagai dukungan terhadap tenaga kesehatan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penggalangan dana dan membagikan makanan jadi kepada yang membutuhkan. Melalui kolaborasi dengan badan-badan di daerah, bantuan pun dapat disalurkan tepat sasaran dan mencapai wilayah terpencil. Penyaluran bantuan yang tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan, selalu menjadi prioritas.

Guna mengoptimalkan kolaborasi yang telah terjalin, keempat narasumber kegiatan dialog virtual sepakat, kolaborasi sangat penting untuk pembagian peran. Dengan demikian, kekuatan gerakan baik dapat semakin besar dan berjalan bersama, tanpa terjadi tumpang tindih di lapangan.

(rea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK