AL Siagakan KRI Antisipasi Kapal China Wara-wiri di Natuna

CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 11:16 WIB
Imbas klaim wilayah LCS oleh berbagai negara, TNI AL menggiatkan patroli KRI di Natuna antisipasi kapal asing termasuk dari China wara-wiri di sana. TNI AL berjanji memberi rasa aman kepada nelayan di perairan Natuna Utara dari kapal asing (ANTARA FOTO/HO/Dispen Koarmada I)
Jakarta, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Laut meminta nelayan di perairan Natuna Utara tidak takut dengan keberadaan kapal asing. Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Letkol Laode Muhammad mengatakan TNI AL akan selalu ada untuk memberi rasa aman.

"TNI AL memang rutin melakukan patroli di perairan Natuna untuk memberikan keamanan bagi para nelayan," tutur Laode kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/9).

TNI AL berjanji mengirim kapal untuk patroli 1x24 jam di perairan Natuna Utara demi memberi rasa aman pada nelayan Indonesia.


Laode mengamini perairan Natuna dekat dengan Laut China Selatan (LCS) yang saat ini masih diklaim banyak negara, termasuk China. Alhasil, ketegangan masih terjadi dan membuat banyak kapal perang negara lain turut wara-wiri.

"Karena LCS memang daerah klaim, khususnya China, sehingga, intensitas kapal-kapal asing juga meningkat," tutur Laode.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda Arsyad Abdullah juga menegaskan bahwa TNI AL mengirim armada yang berjaga di perairan Natuna Utara 1x24 jam. Itu dilakukan untuk memberi rasa aman pada nelayan.

Ia juga menegaskan bahwa sikap TNI AL di Laut Natuna Utara sangat tegas untuk melindungi kepentingan nasional. Didasari hukum nasional dan internasional, TNI AL tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran apapun di Laut Natuna Utara.

"Salah satu tugas TNI AL memang menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Keamanan Laut (Bakamla) menyatakan ada ribuan kapal asing yang memasuki perairan Natuna Utara yang dekat dengan Laut China Selatan. Bakamla menyampaikan itu saat rapat bersama Komisi I DPR pada 13 September lalu.

Sekretaris Utama Bakamla, Laksda S. Irawan bahkan menyebut kapal-kapal asing itu tidak terdeteksi oleh radar. Hanya bisa terlihat oleh pandangan mata saat Bakamla melakukan patroli dari udara.

"Kalau kita lihat di pantauan radar atau pantauan dari Puskodal kami, sampai saat ini di daerah overlapping itu masih ada 1, 2, 3, 4, 5, 6 kapal-kapal Vietnam, pantauan radar, termasuk kapal-kapal coast guard China," kata Irawan saat rapat bersama DPR.

(cfd/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK