9 Nakes di Papua Korban Serangan KKB Alami Trauma Psikis

CNN Indonesia | Minggu, 19/09/2021 17:53 WIB
Sembilan tenaga kesehatan yang selamat dari serangan KKB di Papua sedang menjalani perawatan medis dan psikis. IDI minta jaminan keamanan bagi nakes di Papua. Prajurit TNI mengevakuasi tenaga kesehatan (nakes) di Papua korban serangan KKB. (Indrayadi TH/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua yang diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat ini sedang menjalani perawatan medis.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua Donald Aronggear mengatakan kesembilan petugas kesehatan tersebut telah dievakuasi ke Jayapura. Selain perawatan medis, mereka juga mendapatkan penanganan psikis.

"Semuanya saat ini sedang dalam penanganan medis dan psikis untuk trauma yang dialami," kata Donald dalam keterangan resmi yang CNNIndonesia.com terima, Minggu (19/9).


Adapun sembilan petugas kesehatan itu antara lain, Manuel Abi, Lukas Luji, Patra, Martinus Deni Satya, Marselinus Ola Attanila, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina.

Donald menuturkan, salah satu dari sembilan tenaga kesehatan (nakes) itu, Restu Pamanggi mengalami patah tulang di bagian tangan. Restu telah menjalani operasi dan sedang menjalani proses pemulihan baik secara medis maupun mental.

"Sudah dioperasi dan sedang dalam proses pemulihan," kata Donald.

Sementara, terkait jenazah Suster Gabriela Meilani yang tewas akibat serangan itu telah berhasil diangkat dari jurang. Jenazah saat ini berada di tempat perlindungan terdekat di Kiwirok sembari menunggu evakuasi.

"Proses evakuasi jenazah oleh helikopter TNI terkendala oleh cuaca yang kurang baik serta penembakan," tuturnya.

Lebih lanjut, Donald mengungkapkan saat ini seluruh layanan kesehatan di Oksibil, Kiwirok, dan Pegunungan Bintang dihentikan sembari menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para nakes.

Donald mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat kepada Gubernur Papua guna meminta jaminan keamanan dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Namun, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan tanggapan.

Ia berharap pemerintah provinsi dan pusat segera menjawab surat tersebut sehingga pelayanan kesehatan bisa kembali beroperasi.

"Supaya aktivitas melayani masyarakat terutama di wilayah pedalaman bisa segera dilanjutkan, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera bisa ditangani," ujar Donald.

Sebelumnya, tenaga medis di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua diserang oleh KKB pada Senin (13/9) lalu. Sebanyak dua nakes dikabarkan hilang. Setelah dilakukan pencarian, aparat menemukan dua nakes tersebut di jurang.

Salah satu nakes, Gabriella Meilan ditemukan meninggal dunia. Sementara, satu orang lainnya, Kristina Sampe, ditemukan dalam keadaan hidup.

Beberapa waktu kemudian, Komando Operasi Gabungan (Koopsgab) TNI Papua melakukan evakuasi terhadap sembilan tenaga kesehatan dan satu prajurit TNI yang terluka dari wilayah tersebut.

"Pada sore pertama ini, kita berhasil mengevakuasi 10 orang, terdiri dari 1 prajurit TNI yang mengalami luka tembak dan 9 tenaga kesehatan, yaitu 1 dokter, 3 perawat wanita, dan 5 mantri," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9).

(iam/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK