Veronica Koman Minta Komnas HAM Selidiki OPM Tewaskan Nakes

CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 18:31 WIB
Veronica Koman meminta Komnas HAM menginvestigasi insiden penyerangan terhadap nakes oleh TPNPB-OPM di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Pengacara Veronica Koman (tengah) meminta investigasi penyerangan nakes oleh OPM. (CNNIndonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivis HAM Veronica Koman meminta Komnas HAM menginvestigasi penyerangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap tenaga kesehatan (nakes).

Diketahui, dalam kejadian tersebut, satu orang nakes bernama Gabriella Maelani (22) meninggal.

"Itu perlu penyelidikan lebih lanjut karena kasus ini sangat kompleks. Dan pada dasarnya ini perlu dilakukan investigasi menyeluruh untuk mencegah terjadinya kecelakaan sipil," kata Veronica secara daring di kanal YouTube Amnesty International, Selasa (21/9).


Ia menyebut investigasi juga harus dilakukan untuk mencari tahu kebenaran kronologi penyerangan tersebut. Sebab, kata Vero, jika yang diinformasikan oleh media salah maka akan memperparah stigma dan rasisme terhadap Orang Papua.

Makanya butuh investigasi lebih jauh terkait motif, pemicu, dan kronologi, supaya peristiwa ini jangan sampai terulang lagi," kata Vero.

Menurutnya pula, "Orang Papua in general" itu menghormati nakes dan guru.

Infografis Anatomi OPM versi Kopassus TNIInfografis Anatomi OPM versi Kopassus TNI. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Sebelumnya, TPNPB-OPM mengakui telah menyerang fasilitas publik, seperti puskesmas dan gedung sekolah di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua pada 13-14 September 2021.

Mereka mengklaim aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan untuk dapat memisahkan diri dari Indonesia. OPM menyatakan siap jika perbuatannya dibawa ke hukum internasional.

"Kami siap ke hukum internasional jika kami salah. Tapi kami tetap punya dekat untuk hancurkan semua fasilitas milik pemerintah kolonial Indonesia," kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, Jumat (17/9).

Sebelumnya, TNI menyebut KKB kelompok Lamek Taplo melakukan penyerangan berbagai fasilitas umum, termasuk Puskesmas, di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Sejumlah nakes pun menjadi korban. 

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melanggar Undang-Undang Hak Asasi Manusia (UU HAM).

Catatan Redaksi: Berita ini mengalami perubahan judul dari sebelumnya Veronica Koman: Komando Sentral OPM Itu Hormati Nakes & Guru setelah mendapat klarifikasi pernyataan dari narasumber terkait.

(yla/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK