Mobilitas Meningkat, Masyarakat Diminta Tak Abai Prokes

KPCPEN, CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 19:17 WIB
Pemerintah menyebut potensi gelombang baru Covid-19 bisa terjadi salah satunya dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Pemerintah menyebut potensi gelombang baru Covid-19 bisa terjadi salah satunya dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di tengah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dia berharap aktivitas masyarakat dapat terus berangsur pulih namun tanpa mengeskalasi risiko peningkatan kasus Covid-19 di tanah air.

Johnny mengatakan bahwa potensi gelombang baru Covid-19 tidak hanya bisa dipicu oleh kehadiran varian baru, tapi juga karena peningkatan mobilitas masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Untuk itu, kita perlu sama-sama mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang bisa dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Penerapan protokol kesehatan harus selalu diterapkan untuk menghindari risiko lonjakan kasus," ujar Menkominfo, Rabu (22/9).


Johnny memaparkan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejak 2 Agustus 2021 telah terjadi peningkatan mobilitas masyarakat di Indonesia. Bahkan, saat ini mobilitas masyarakat, khususnya di Jawa dan Bali, telah meningkat secara signifikan.

Data tersebut juga sejalan dengan laporan WHO yang dirilis pada 15 September 2021. Laporan tersebut menyatakan bahwa sepekan terakhir mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, mengalami peningkatan signifikan.

Karena itu, Johnny mengatakan, bahwa peningkatan mobilitas yang saat ini terjadi, bahkan sudah menyamai kondisi sebelum pandemi, harus menjadi perhatian bersama.

"Kita semua harus selalu waspada dan tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, agar peningkatan mobilitas masyarakat bisa terus sejalan dengan upaya penanganan pandemi Covid-19," ungkap Menkominfo.

Oleh karena itu, di samping terus menerapkan PPKM berlevel, pemerintah juga terus memperkuat penerapan aturan perjalanan domestik dan internasional. Hal ini dilakukan beriringan dengan penguatan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional ke Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat upaya penanganan pandemi dengan memperkuat deteksi dini melalui peningkatan tes epidemiologi, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, dan surveilans genomik di daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

Penguatan upaya penanganan pandemi juga dilakukan melalui peningkatan ketersediaan tempat tidur rumah sakit untuk penanganan Covid-19; pemenuhan suplai oksigen, alat kesehatan, dan SDM kesehatan; mengerahkan tenaga kesehatan cadangan; pengetatan syarat masuk RS; dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

Selain itu Menkominfo menegaskan bahwa pemerintah pun terus menambah alokasi vaksin di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi. Hal ini diiringi dengan penambahan tempat sentra vaksinasi, pemberlakuan syarat kartu vaksin untuk pelaku perjalanan dan penggunaan fasilitas publik, serta percepatan vaksinasi pada kelompok rentan, lansia, dan orang dengan komorbid.

Meski kondisi pandemi di Indonesia telah menunjukkan perbaikan, Johnny kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap mengurangi mobilitas di ruang publik. Jika masyarakat harus mengunjungi ruang publik, masyarakat diminta untuk memilih tempat yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat skrining akses masuk.

"Mari jaga diri, mari jaga sesama," ajak Menkominfo.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK