Neno Warisman, Aktivis 212 yang Mundur dari Partai Ummat
CNN Indonesia
Minggu, 03 Okt 2021 16:28 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Neno Warisman pernah ikut dalam gerakan #2019GantiPresiden. (Detikcom/Lamhot Aritonang)
Jakarta, CNN Indonesia --
Neno Warisman mundur dari Partai Umat. Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo mengatakan, alasan pengunduran diri Neno lantaran ingin fokus mengurus anak.
"Kita sudah menerima surat pengunduran diri dari Bunda Neno dengan alasan beliau ingin fokus mengurus putri beliau di Turki, khawatir tidak bisa aktif maksimal di Partai Ummat," kata Sambo, Sabtu (2/10).
Sambo menerangkan, surat pengunduran diri Neno diajukan langsung ke Ketua Majelis Syuro, Amien Rais dan telah diterima oleh pihaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum terjun ke dunia politik, pemilik nama lengkap Titi Widoretno Warisman itu mulanya menjalani karier sebagai penyanyi dan aktris pada dekade 80-an dan 90-an. Ia bahkan berhasil menyabet Piala Citra tahun 1989 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam perannya di Film 'Semua Sayang Kamu'.
Usai malang melintang di dunia hiburan, nama perempuan kelahiran 21 Juni 1964 itu sempat tenggelam sampai pada akhirnya sosoknya kembali menjadi sorotan media pada tahun 2017.
Neno saat itu beberapa kali ikut aksi unjuk rasa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) terkait kasus dugaan penistaan agama mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan, ia saat itu berharap agar Ahok divonis dengan hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa.
"Kami meminta majelis hakim yang memeriksa perkara nomor 1537/Pid.B/2016/PN Jakarta Utara atas nama terdakwa Insinyur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjatuhkan vonis seberat-beratnya melampaui tuntutan jaksa ultra petitum Jaksa Penuntut Umum, yaitu 5 tahun penjara bagi Ahok," kata Neno saat itu.
Setelah momen tersebut, Neno kerap mengikuti sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan Reuni Akbar 212.
Nama Neno Warisman kembali mencuat pada 2018, baca di halaman berikutnya...
Nama Neno Warisman kembali ramai menjadi perbincangan publik pada 2018. Pasalnya, ia sempat mengaku sebagai salah satu aktivis #2019GantiPresiden.
Dalam salah satu kegiatannya, Neno sempat tertahan di bandara Hang Nadim, Batam akibat terhadang massa yang menolaknya. Neno saat itu mengaku jika kedatangannya ke Batam atas undangan panitia demi mengikuti deklarasi #2019GantiPresiden pada Juli 2018.
Bahkan, menurut Neno saat itu, mobil yang mereka tumpangi untuk menuju hotel untuk deklarasi sempat dilempari batu oleh massa yang menolak kehadirannya.
Selama masa kampanye Pilpres 2019, Neno memang secara terang-terangan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pada 21 Februari 2019, Neno kembali menjadi sorotan media.
Dalam acara Munajat 212, Neno membacakan sebuah puisi yang menuai pro-kontra di tengah masyarakat. Puisi tersebut pada intinya meminta kemenangan dalam Pilpres 2019.
"....Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan. Kami khawatir ya Allah. Kami khawatir ya Allah tak ada lagi yang menyembah-Mu," demikian potongan puisi tersebut.
Dua tahun kemudian, Neno akhirnya secara resmi bergabung dengan partai politik. Neno memilih bergabung dengan Partai Ummat besutan Amien Rais yang dideklarasikan di Yogyakarta, 29 April 2021.
Saat itu, Neno langsung mengisi posisi Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat.
Namun, kariernya di partai politik hanya seumur jagung. Selang lima bulan kemudian, Neno memutuskan mundur dari Partai Ummat.
Jakarta, CNN Indonesia --
Neno Warisman mundur dari Partai Umat. Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo mengatakan, alasan pengunduran diri Neno lantaran ingin fokus mengurus anak.
"Kita sudah menerima surat pengunduran diri dari Bunda Neno dengan alasan beliau ingin fokus mengurus putri beliau di Turki, khawatir tidak bisa aktif maksimal di Partai Ummat," kata Sambo, Sabtu (2/10).
Sambo menerangkan, surat pengunduran diri Neno diajukan langsung ke Ketua Majelis Syuro, Amien Rais dan telah diterima oleh pihaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum terjun ke dunia politik, pemilik nama lengkap Titi Widoretno Warisman itu mulanya menjalani karier sebagai penyanyi dan aktris pada dekade 80-an dan 90-an. Ia bahkan berhasil menyabet Piala Citra tahun 1989 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam perannya di Film 'Semua Sayang Kamu'.
Usai malang melintang di dunia hiburan, nama perempuan kelahiran 21 Juni 1964 itu sempat tenggelam sampai pada akhirnya sosoknya kembali menjadi sorotan media pada tahun 2017.
Neno saat itu beberapa kali ikut aksi unjuk rasa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) terkait kasus dugaan penistaan agama mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan, ia saat itu berharap agar Ahok divonis dengan hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa.
"Kami meminta majelis hakim yang memeriksa perkara nomor 1537/Pid.B/2016/PN Jakarta Utara atas nama terdakwa Insinyur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjatuhkan vonis seberat-beratnya melampaui tuntutan jaksa ultra petitum Jaksa Penuntut Umum, yaitu 5 tahun penjara bagi Ahok," kata Neno saat itu.
Setelah momen tersebut, Neno kerap mengikuti sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan Reuni Akbar 212.
Nama Neno Warisman kembali mencuat pada 2018, baca di halaman berikutnya...
Neno Mengaku Sebagai salah Satu Aktivis Gerakan 2019 Ganti Presiden
Neno Warisman sempat gabung ke Partai Ummat, kemudian mundur. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Nama Neno Warisman kembali ramai menjadi perbincangan publik pada 2018. Pasalnya, ia sempat mengaku sebagai salah satu aktivis #2019GantiPresiden.
Dalam salah satu kegiatannya, Neno sempat tertahan di bandara Hang Nadim, Batam akibat terhadang massa yang menolaknya. Neno saat itu mengaku jika kedatangannya ke Batam atas undangan panitia demi mengikuti deklarasi #2019GantiPresiden pada Juli 2018.
Bahkan, menurut Neno saat itu, mobil yang mereka tumpangi untuk menuju hotel untuk deklarasi sempat dilempari batu oleh massa yang menolak kehadirannya.
Selama masa kampanye Pilpres 2019, Neno memang secara terang-terangan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pada 21 Februari 2019, Neno kembali menjadi sorotan media.
Dalam acara Munajat 212, Neno membacakan sebuah puisi yang menuai pro-kontra di tengah masyarakat. Puisi tersebut pada intinya meminta kemenangan dalam Pilpres 2019.
"....Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan. Kami khawatir ya Allah. Kami khawatir ya Allah tak ada lagi yang menyembah-Mu," demikian potongan puisi tersebut.
Dua tahun kemudian, Neno akhirnya secara resmi bergabung dengan partai politik. Neno memilih bergabung dengan Partai Ummat besutan Amien Rais yang dideklarasikan di Yogyakarta, 29 April 2021.
Saat itu, Neno langsung mengisi posisi Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat.
Namun, kariernya di partai politik hanya seumur jagung. Selang lima bulan kemudian, Neno memutuskan mundur dari Partai Ummat.