Jokowi Hampiri PKL Sorong Bentangkan Poster: Saya Kira Demo

CNN Indonesia
Selasa, 05 Oct 2021 06:41 WIB
Jokowi mengeluarkan dua lembar amplop dan menyerahkannya ke pedagang kaki lima yang membentangkan poster di Sorong, Papua Barat. Seorang PKL di Sorong, Papua Barat, membentangkan poster kala Presiden RI Joko Widodo melintas. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo menghentikan perjalanannya saat kunjungan di Kabupaten Sorong, Papua Barat, saat ada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang membentangkan posterJokowi menghampiri para pedagang tersebut.

"Tadi yang bawa ginian [poster] banyak," ucap Jokowi seperti dikutip dari siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (4/10). "Saya kira apa demo-demo," imbuhnya sembari tertawa.

Para pedagang itu pun ikut tertawa. Mereka kembali memperlihatkan poster berisi tulisan: 'Selamat datang Pak Jokowi tolong perhatikan kami pedagang kaki lima'.


Di depan lapak dagangan, Jokowi mengajak ngobrol para pedagang terkait bisnis mereka. Ia didampingi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam kesempatan itu.

"Modalnya berapa?" tanya Jokowi kepada Juhari.

"Sehari kadang Rp1 juta, kadang Rp2 juta," jawab Juhari.

Setelah berbincang dengan para pedagang, Jokowi mengeluarkan dua lembar amplop. Ia berkata amplop itu berisi bantuan modal untuk para pedagang kaki lima.

"Ya sudah gitu aja, nggih. Ini buat tambahan modal," ucap Jokowi menyodorkan dua lembar amplop.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak, Bapak. Mudah-mudahan ke depannya baik," tutur Juhari.

Presiden Joko Widodo menghampiri pedagang kaki lima yang membentangkan poster di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin (4/10/2021). (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)Presiden Joko Widodo menghampiri pedagang kaki lima yang membentangkan poster di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin (4/10/2021). (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Tren warga membentangkan poster ke Jokowi menjadi marak beberapa waktu belakangan saat sang presiden melakukan kunjungan kerja ke daerah. Tren itu bermula saat kunjungan kerja Jokowi ke Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/9).

Saat itu, peternak bernama Suroto membentangkan poster bertuliskan keluhan para peternak. Suroto diringkus polisi sesaat setelah membentangkan poster.

Setelah publik marah dengan tindakan represif polisi, Jokowi mengundang Suroto dan sejumlah peternak ke Istana. Pertemuan itu berdampak pada kebijakan penurunan harga pakan ternak di pasaran.

Ada pula sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang membentangkan poster yang mengkritik pemerintahan kala Jokowi menyambangi kampus mereka pada Senin (13/9). Namun, mereka diciduk aparat kepolisian setelah membentangkan poster kritik di pinggir jalan yang dilalui Jokowi.

Poster tersebut di antaranya berbunyi "Pak tolong benahi KPK" dan "Tuntaskan pelanggaran HAM di masa lalu". Beberapa menit setelah Jokowi melintas, sejumlah petugas tak berseragam tiba-tiba menangkap mahasiswa tersebut. Polisi berdalih pengamanan dilakukan karena dalam melakukan aksi tak melakukan koordinasi dengan Korps Bhayangkara. Setidaknya ada 10 Mahasiswa sempat diamankan, dan akhirnya seluruhnya dilepaskan.

Bukan hanya penyampaian aspirasi lewat poster, di sejumlah daerah pun elemen mahasiswa/sipil 'menyambut' kedatangan Jokowi dengan aksi unjuk rasa seperti di Kendari (Sulawesi Tenggara) pada Juni lalu, dan di Cilacap (Jawa Tengah) pada September lalu.

(dhf/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER