Yaqut Cholil: Agama Tak Hanya Islam, Ormas Juga Tak Hanya NU

CNN Indonesia
Selasa, 26 Oct 2021 10:51 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan Kemenag milik semua agama dan harus memfasilitasi semua agama. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan Kemenag milik semua agama dan harus memfasilitasi semua agama. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa Kementerian Agama yang dipimpinnya saat ini milik semua agama. Yaqut juga menegaskan Kemenag diisi para pejabat yang berasal dari sejumlah kalangan ormas,

"Kemenag milik semua agama dan harus memfasilitasi semua agama," Kata Yaqut dalam keterangan resminya, Selasa (26/10).

Yaqut menilai Indonesia bukan berstatus sebagai negara agama bukan pula negara sekuler. Indonesia, kata dia, merupakan negara berdasarkan Pancasila yang masyarakatnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama.


Kemenag, kata dia, juga tidak diperuntukkan hanya untuk satu ormas keagamaan semata. Ia mencontohkan bahwa Kementerian Agama turut memberikan afirmasi kepada semua agama dan ormas keagamaan.

"Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk satu ormas keagamaan. Semuanya diberikan hak secara proporsional. Agama tidak hanya Islam, ormas juga tidak hanya NU saja," kata dia.

Yaqut lantas menjelaskan bahwa di Kementerian Agama terdapat 11 satuan kerja setingkat Eselon I. Di antaranya Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) yang memfasilitasi umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Selain itu, terdapat pula Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu.

Terkait dengan Pejabat Eselon I yang beragama Islam, kata dia, juga merepresentasikan sejumlah ormas, baik NU, Muhammadiyah, termasuk juga profesional.

"Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag dari kalangan profesional," jelasnya.

"Jadi, Kemenag itu memfasilitasi semua agama dan ormas keagamaan," tambah dia.

Sebelumnya, Yaqut sempat melontarkan pernyataan bahwa Kemenag adalah hadiah negara untuk NU. Ia mengaitkan pernyataannya itu dengan peran tokoh-tokoh NU dalam mendamaikan tokoh-tokoh bangsa saat penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta.

"Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU," kata Yaqut disiarkan kanal YouTube TVNU Rabu (20/10).

Yaqut sendiri sudah mengklarifikasi ucapannya tersebut. Ia menilai pernyataan itu diucapkan di forum internal untuk memotivasi santri dan pesantren.

(rzr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER