Ribuan WNA di Jatim, Paling Banyak dari China 1.409 Orang

CNN Indonesia
Rabu, 27 Oct 2021 10:24 WIB
Jumlah WNA yang berada di Jawa Timur mencapai 7.909 orang per September 2021. Terbanyak berasal dari China 1.409 orang. Ilustrasi WNA China. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Surabaya, CNN Indonesia --

Jumlah Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Jawa Timur mencapai 7.909 orang per September 2021. Sebagian besar mereka berasal dari China dan pengungsi dari Afghanistan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono merinci WNA di Jatim berasal dari 123 negara berbeda. Terbanyak berasal dari China 1.409 orang, Malaysia 831 orang dan Korea Selatan 534 orang.

"Keberadaannya paling banyak di daerah Malang dan Surabaya," ujar Krismono (25/10).


Krismono menjelaskan, bahwa mereka datang dengan berbagai jenis izin. Ada yang menggunakan izin tinggal kunjungan (ITK), izin tinggal terbatas (ITAS) maupun izin tinggal tetap (ITAP).

Malang, lanjut Krismono, dipilih karena selama ini menjadi rujukan bagi pelajar asing. Sedangkan Surabaya banyak dikunjungi oleh pebisnis asing.

"Untuk daerah Ponorogo dan Kediri kebanyakan adalah santri internasional yang banyak menimba ilmu di Ponpes Gontor maupun Al Fatah Temboro," ucapnya.

Ada juga WNA yang tiba di Jatim dan statusnya sebagai pengungsi/refugee. Totalnya mencapai 396 orang. Mereka berasal dari 14 negara berbeda.

Mereka tersebar di dua penampungan, yaitu di Akomodasi Pasar Puspa Agro (322) dan Akomodasi Green Bamboo (40). Sisanya adalah pengungsi mandiri.

"Lebih dari separuhnya adalah pengungsi dari Afghanistan," ucapnya.

Pihaknya saat ini memberikan perhatian dan pengawasan lebih terhadap para pengungsi tersebut, mengingat situasi politik di timur tengah, khususnya Afghanistan yang masih belum sepenuhnya kondusif.

"Rata-rata mereka ini [WN Afghanistan] terdampar setelah ditolak ketika akan mencari suaka ke Australia," kata Krismono.

Krismono menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan prinsip selective policy dalam pelayanan dan fungsi pengawasan keimigrasian terhadap WNA.

Dengan kata lain, izin hanya diberikan terhadap orang asing yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat, bangsa dan negara Indonesia saja.

"Serta tidak mengancam atau membahayakan keamanan dan ketertiban umum serta tidak bermusuhan, baik terhadap rakyat, bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.

Dari segi pengawasan, Krismono menjelaskan bahwa jajarannya telah miliki 706 tim pengawas orang asing (TimPORA) dari tingkat provinsi hingga kecamatan.

Tim tersebut terdiri dari petugas lintas sektoral seperti pemda, polisi, tentara hingga BIN. Sehingga, selain operasi mandiri, petugas imigrasi juga aktif melakukan operasi gabungan.

"Hasilnya, ada 51 tindakan hukum keimigrasian yang dilayangkan kepada orang asing. Dari jumlah itu, 33 orang asing telah dideportasi dan satu orang asing dilakukan tindakan projusticia," ujar dia.

Selain itu, 13 orang asing dikenai biaya beban denda. Dan empat orang lainnya berada di ruang detensi di Kanim Jember, Blitar dan Madiun.

(frd/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER