Tersangka Pinjol Maut Daftarkan SIM Card Pakai NIK dari Internet

CNN Indonesia
Jumat, 12 Nov 2021 16:02 WIB
Tersangka diketahui berkaitan dengan peristiwa ibu rumah tangga berinisial WPS (38) di Wonogiri, Jawa Tengah bunuh diri beberapa waktu lalu. Ilustrasi sim card. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkapkan bahwa tersangka baru kasus pinjaman online (pinjol) ilegal berinisial M berperan sebagai pembeli sim card kosong yang dipakai bagian desk collection untuk melakukan aktivitasnya.

Diketahui, M merupakan bagian dari jaringan pinjol ilegal yang berkaitan dengan peristiwa ibu rumah tangga berinisial WPS (38) di Wonogiri, Jawa Tengah bunuh diri beberapa waktu lalu karena terlilit utang.

"Dia berperan sebagai pembeli SIM card kosong yang kemudian diregistrasi menggunakan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang didapat dari internet," kata Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmadi saat dikonfirmasi, Jumat (12/11).

Sebagai informasi, sim card kosong itu kemudian digunakan sebagai media untuk mengirimkan pesan ke korban penagihan ataupun promosi perusahaan pinjol tersebut.

Andri mengatakan, sim card kosong itu kemudian disalurkan kepada tersangka berinisial J yang berperan sebagai staf bagian desk collection dan telah ditangkap.

"Dia yang meregistrasi, jadi kartu-kartu kosong itu pada saat digunakan desk collection kan sudah terisi. Itu kan kami telusuri dari mana ini ternyata dari M," jelasnya.

Namun demikian, Andri belum dapat merincikan lebih lanjut mengenai proses pembelian kartu tersebu hingga akhirnya dapat digunakan untuk keperluan pinjol. Adapun M ditangkap pada Jumat (12/11) siang di Jakarta.

"sim card itu lalu disebar ke anggotanya J untuk digunakan meneror ke nasabah," tambah dia lagi.

Bareskrim sebelumnya menangkap warga negara (WN) China berinisial WJS yang merupakan otak dibalik pinjol ilegal yang menyebabkan ibu rumah tangga tewas gantung diri di Wonogiri. Ia ditangkap polisi saat hendak pergi ke Turki pada Selasa (2/11).

WJS kedapatan penyidik tengah berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Banten saat akan terbang sekitar pukul 18.00 WIB.

Dalam kasus ini, WJS berperan sebagai direktur bisnis dan pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) bernama Inovasi Milik Bersama (IMB). Ia merekrut sejumlah orang agar menjadi karyawan agar pengelolaan perusahaan berjalan. Modusnya, ia mengembangkan bisnis dengan mencari pihak lain untuk membentuk pinjol ilegal sebagai mitra KSP tersebut.

Tersangka kemudian membangun sebuah sistem pembayaran Payment Gateway dengan nama FLINPAY. Kemudian barulah KSP tersebut didirikannya. WJS sebagai pimpinan memerintahkan anak buahnya untuk mengintegrasikan FLINPAY ke dalam sistem perusahaan transfer dana menggunakan Application Programming Interface (API).

"Pada akhirnya digunakan sebagai sarana mengirimkan dan menerima dana dari orang yang melakukan pinjaman online," jelasnya.

(mjo/ain)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER