Rangkuman Covid: Tes Acak di Sekolah, Imigrasi Tolak 541 WNA
CNN Indonesia
Sabtu, 13 Nov 2021 19:41 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pemerintah akan menerapkan sistem tes acak covid-19 saat pembelajaran tatap muka di sekolah. Ilustrasi. (AP/Dita Alangkara).
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah mengajak semua pihak untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) di sejumlah tempat, meski jumlah kasus melandai.
Sampai dengan Sabtu (13/11) jumlah kasus positif Covid di Indonesia masih terus bertambah. Namun, sudah tidak sebanyak ketika puncak penyebaran Covid terjadi pada Juli-Agustus lalu.
CNNIndonesia.com merangkum perkembangan informasi terkait Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Berikut rangkuman informasi mengenai perkembangan Covid.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan menerapkan sistem tes Covid acak pada siswa. Hal ini untuk mendukung sistem pembelajaran tatap muka.
Budi mengatakan, tes acak dilakukan karena tidak semua siswa membawa ponsel ke sekolah untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang selama ini digunakan untuk pengawasan penyebaran Covid-19.
"Enggak semua murid bawa handphone jadi enggak bisa pake PeduliLindungi. Kita ganti prokesnya, kita ada random checking di masing-masing sekolah," kata Budi dalam acara Webinar Kesehatan Nasional yang diadakan secara daring oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Sabtu (13/11).
Masih dalam acara yang sama, Menkes Budi juga menyatakan bahwa masyarakat harus tetap disiplin melaksanakan tes untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pasalnya menurut Budi, sejumlah masyarakat mulai abai pada tes Covid-19 sejak kasus terkonfirmasi menurun.
"Kita beruntung telah melewati puncak dari gelombang delta. Harusnya kita sudah relatif lebih tahan. (Namun) kita harus terus disiplin melakukan testing," kata Budi.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menolak kedatangan 541 warga negara asing (WNA) sejak 1 Januari hingga 9 November 2021 untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.
Dasar penolakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 26 Tahun 2020, Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021, dan Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021.
Ketiga peraturan tersebut secara garis besar mengatur kriteria terhadap orang asing yang boleh masuk atau tidak ke wilayah Indonesia di masa pandemi Covid-19.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Institusi di 63 Daerah Tak Patuh Prokes
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat terdapat 63 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki institusi dengan level kepatuhan akan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) virus corona di bawah 35 persen.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi menjelaskan ketidakpatuhan mereka itu meliputi tidak adanya fasilitas stiker jaga jarak di tempat umum, tidak ada fasilitas cuci tangan, petugas pengukur suhu, hingga tidak menyediakan masker cadangan di fasilitas publik.
"Yang jadi tantangan sekarang, data kami menunjukkan bahwa 63 kabupaten/kota di Indonesia itu institusinya itu tidak patuh bahkan kepatuhan prokes di bawah 35 persen. Ini yang menjadi PR kita," kata Sonny dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Jumat (12/11).
Lonjakan Baru Covid di Eropa
Gelombang lonjakan baru kasus Covid-19 sedang melanda sejumlah negara Eropa. Kasus harian sentuh angka puluhan ribu.
Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Hans Kluge, menilai bahwa lonjakan kasus Covid-19 di 53 negara di kawasan Eropa kini sangat mengkhawatirkan.
Saat ini, kasus Covid-19 di Eropa mencapai 78 juta kasus. Jumlah tersebut mengungguli kasus di Asia Tenggara, Mediterania Timur, Pasifik Barat, dan Afrika.
Update Covid 13 November 2021
Satgas Penanganan Covid-19 merilis data terbaru perkembangan pandemi di Indonesia. Dari data Satgas, tercatat hari ini, Sabtu (13/11) ada tambahan 359 kasus baru. Sementara, untuk kasus sembuh bertambah 451, dan 16 kasus meninggal baru hari ini.
Secara kumulatif, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia menyentuh angka 4.250.516. Dari jumlah itu, 4.097.675 dinyatakan sembuh, 9.197 orang masih menjalani perawatan, dan 143.644 lainnya meninggal dunia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah mengajak semua pihak untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) di sejumlah tempat, meski jumlah kasus melandai.
Sampai dengan Sabtu (13/11) jumlah kasus positif Covid di Indonesia masih terus bertambah. Namun, sudah tidak sebanyak ketika puncak penyebaran Covid terjadi pada Juli-Agustus lalu.
CNNIndonesia.com merangkum perkembangan informasi terkait Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Berikut rangkuman informasi mengenai perkembangan Covid.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan menerapkan sistem tes Covid acak pada siswa. Hal ini untuk mendukung sistem pembelajaran tatap muka.
Budi mengatakan, tes acak dilakukan karena tidak semua siswa membawa ponsel ke sekolah untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang selama ini digunakan untuk pengawasan penyebaran Covid-19.
"Enggak semua murid bawa handphone jadi enggak bisa pake PeduliLindungi. Kita ganti prokesnya, kita ada random checking di masing-masing sekolah," kata Budi dalam acara Webinar Kesehatan Nasional yang diadakan secara daring oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Sabtu (13/11).
Masih dalam acara yang sama, Menkes Budi juga menyatakan bahwa masyarakat harus tetap disiplin melaksanakan tes untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pasalnya menurut Budi, sejumlah masyarakat mulai abai pada tes Covid-19 sejak kasus terkonfirmasi menurun.
"Kita beruntung telah melewati puncak dari gelombang delta. Harusnya kita sudah relatif lebih tahan. (Namun) kita harus terus disiplin melakukan testing," kata Budi.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menolak kedatangan 541 warga negara asing (WNA) sejak 1 Januari hingga 9 November 2021 untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.
Dasar penolakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 26 Tahun 2020, Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021, dan Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021.
Ketiga peraturan tersebut secara garis besar mengatur kriteria terhadap orang asing yang boleh masuk atau tidak ke wilayah Indonesia di masa pandemi Covid-19.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Institusi di 63 Daerah Tak Patuh Prokes
Satgas Covid-19 mencatat 63 kabupaten/kota memiliki institusi yang level kepatuhan prokes di bawah 35 persen. (iStockphoto/mihalec).
Institusi di 63 Daerah Tak Patuh Prokes
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat terdapat 63 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki institusi dengan level kepatuhan akan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) virus corona di bawah 35 persen.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi menjelaskan ketidakpatuhan mereka itu meliputi tidak adanya fasilitas stiker jaga jarak di tempat umum, tidak ada fasilitas cuci tangan, petugas pengukur suhu, hingga tidak menyediakan masker cadangan di fasilitas publik.
"Yang jadi tantangan sekarang, data kami menunjukkan bahwa 63 kabupaten/kota di Indonesia itu institusinya itu tidak patuh bahkan kepatuhan prokes di bawah 35 persen. Ini yang menjadi PR kita," kata Sonny dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Jumat (12/11).
Lonjakan Baru Covid di Eropa
Gelombang lonjakan baru kasus Covid-19 sedang melanda sejumlah negara Eropa. Kasus harian sentuh angka puluhan ribu.
Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa, Hans Kluge, menilai bahwa lonjakan kasus Covid-19 di 53 negara di kawasan Eropa kini sangat mengkhawatirkan.
Saat ini, kasus Covid-19 di Eropa mencapai 78 juta kasus. Jumlah tersebut mengungguli kasus di Asia Tenggara, Mediterania Timur, Pasifik Barat, dan Afrika.
Update Covid 13 November 2021
Satgas Penanganan Covid-19 merilis data terbaru perkembangan pandemi di Indonesia. Dari data Satgas, tercatat hari ini, Sabtu (13/11) ada tambahan 359 kasus baru. Sementara, untuk kasus sembuh bertambah 451, dan 16 kasus meninggal baru hari ini.
Secara kumulatif, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia menyentuh angka 4.250.516. Dari jumlah itu, 4.097.675 dinyatakan sembuh, 9.197 orang masih menjalani perawatan, dan 143.644 lainnya meninggal dunia.