Banjir Hampir 4 Pekan, Jokowi Belum Dijadwalkan ke Sintang

CNN Indonesia
Senin, 15 Nov 2021 07:43 WIB
Kasetpres mengatakan meski Jokowi belum dijadwalkan tinjau langsung dampak banjir di Sintang, presiden telah menugaskan lembaga dan kementerian terkait. Presiden RI Joko Widodo. (Biro Setpres/Lukas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) belum memiliki agenda untuk terjun langsung memantau lokasi banjir di wilayah Sintang, Kalimantan Barat yang telah bebelum turun langsung ke lokasi banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Padahal, banjir tak kunjung surut dan kini sudah memasuki pekan ke-empat.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan belum ada jadwal kunjungan Jokowi ke Sintang. Namun, kata dia, Jokowi telah menugaskan lembaga dan kementerian terkait penanganan bencana.

"Belum. Iya (menugaskan) BNPB," kata Heru lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (14/10).


Sebelumnya, banjir tak berkesudahan ini juga mulai menjadi sorotan politik di pusat. Sejumlah tokoh seperti Fadli Zon mempertanyakan penanganan pemerintah pusat yang terkesan abai. Ia menyindir Jokowi yang lebih memilih menjajal Sirkuit Internasional Mandalika daripada mengunjungi warga Sintang yang terkena banjir hampir sebulan ini.

Kekinian, politikus Gerindra itu malah ditegur Ketua Umum parpolnya, Prabowo Subianto, karena menyentil Jokowi. Prabowo--yang juga Menteri Pertahanan--tegur Fadli Zon lewat Sekretaris Jenderalnya. Selain itu, sentilan Fadli terhadap Jokowi pun ditegaskan bukan sikap resmi partai.

Diketahui, banjir di Sintang saat ini masih merendam puluhan ribu rumah warga. Tinggi air sendiri masih mencapai 3 meter di 7 kecamatan dekat Sungai Melawi dan Kapuas.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Sugiyanto merinci 7 kecamatan itu yakni Kecamatan Hilir, Binjai, Hulu, Kelam Permai, Dedai, Sepauk, Tempunak dan Sintang.

"Kurang lebih 1-3 meter ketinggian air. lokasinya itu di berbagai tempat, di dekat sungai. Ada 7 kecamatan," kata Sugiyanto kepada CNNIndonesia.com, Minggu (14/11).

Sugiyanto juga mengatakan, sampai saat ini warga masih bertahan di pengungsian. Ada 21 titik pengungsian yang pihaknya sediakan.

Namun, Sugiyanto menuturkan, beberapa warga mulai mengeluhkan kondisi kesehatan. Beberapa warga masih ada yang terkena demam dan gata-gatal.

"Keluhan pasti ada. Ada yang gatal ada yang diare. Tapi kita kan punya tim medis. malah dia jemput bola," kata dia.

Infografis - Dampak Banjir 3 Pekan di Sintang

Terkait banjir Sintang, BNPB telah mengirimkan bantuan senilai Rp500 juta untuk penanganan banjir. Selain itu, BNPB juga telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan kepada Pemerintah Kabupaten Sintang berupa makanan siap saji sebanyak 504 paket.

Kemudian, lauk pauk 501 paket, matras 300 buah, selimut 300 buah, masker KF94 sebanyak 5.000 lembar, tenda pengungsi 2 set, dan perahu polyethylene 2 buah.

Namun, Humas BPBD Sintang, Benyamin menilai bantuan dari pusat sebanyak Rp500 Juta tidak akan cukup jika banjir masih berlangsung sampai sepekan ke depan.

"Kalau banjir masih seminggu atau dua Minggu ke depan saya rasa tidak cukup untuk operasional penanganannya," kata Benyamin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/11).

(yla/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER