Ilustrasi Covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah mulai mencatat terjadinya peningkatan kasus virus corona (covid-19) di ratusan kabupaten/kota dalam beberapa pekan belakangan. Kenaikan itu juga disusul dengan temuan keterisian rumah sakit rujukan covid-19 yang ikut menunjukkan penambahan pasien covid-19.
Sejumlah klaster sekolah dan juga aktivitas masyarakat lainnya seperti takziah mulai kembali muncul di tengah pelandaian kasus covid-19 yang sudah terjadi secara signifikan dalam belasan pekan terakhir.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi Tak Ingin Covid RI Seperti Rusia dan AS
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin kasus penularan virus corona di Indonesia melonjak seperti di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Ia ingin seluruh elemen pemerintah waspada terhadap potensi lonjakan kasus Covid-19.
Jokowi mengatakan saat ini kasus di Indonesia sudah rendah. Ia meminta bawahannya untuk menjaga kondisi saat ini.
"Kita tahu sekarang di Amerika Serikat kasus harian juga naik lagi ke angka 70 ribu, Inggris juga 39 ribu, Rusia 38 ribu, Jerman 30 ribu. Ini harus menjadi kewaspadaan kita," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/11).
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat total sementara sebanyak 61 siswa terkonfirmasi positif virus corona. Puluhan siswa tersebut terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kulon Progo Baning Rahayu Jati menambahkan, temuan kasus covid-19 di lingkungan sekolah itu merupakan hasil screening acak yang dilakukan di sejumlah sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).
"Selama empat hari pelaksanaan screening PTM, total menjadi 61 kasus positif covid-19 dari 1.389 sampel yang sudah diambil," kata Baning dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Rabu (17/11).
Keterisian Wisma Atlet Mulai Meningkat
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Jakarta mulai menunjukkan tren kenaikan dalam sepekan terakhir.
"Jumlah orang yang dirawat juga terlihat pada data di Wisma Atlet, selama seminggu terakhir jumlah orang yang dirawat tampak meningkat secara konsisten pada rentang 248 hingga 273," kata Wiku.
Selain Wisma Atlet, Wiku juga melaporkan peningkatan jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan covid-19 kembali mengalami kenaikan di wilayah Jawa-Bali. Wiku mencatat, 34 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali mengalami peningkatan pada BOR rumah sakit covid-19.
Rinciannya, 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah, 13 kabupaten/kota di Jawa Timur, 8 kabupaten/kota di Jawa Barat, 4 kabupaten/kota di Banten, 2 kabupaten/kota di DKI Jakarta, dan 2 kabupaten/kota di Bali.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat DKI Jakarta sebagai provinsi paling banyak merawat pasien yang terinfeksi virus corona di rumah sakit (RS).
Data Kemenkes per 16 November 2021 mencatatkan sebanyak 542 pasien covid-19 masih dirawat di rumah sakit Ibu Kota, baik pada ruang isolasi maupun ICU covid-19.
Adapun DKI Jakarta memiliki total 13.233 tempat tidur untuk rujukan pasien covid-19, sehingga secara keseluruhan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk ruang isolasi ditambah ICU berjumlah 4 persen.
Kritik Manajemen Vaksinasi Kemenkes
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai temuan ribuan vaksin virus corona kedaluwarsa baru-baru ini di sejumlah daerah terjadi imbas manajemen logistik vaksin dari Kementerian Kesehatan yang masih kurang tepat.
Dicky menyebut, vaksin covid-19 khususnya yang impor memiliki jangka waktu tidak lama sehingga pemerintah harus segera mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah setibanya vaksin di Tanah Air.
Sehingga ia menilai, temuan vaksin covid-19 kedaluwarsa itu belum pas apabila dikatakan sepenuhnya salah pemerintah daerah.
Kemenkes per Rabu (17/11) Pukul 12.00 WIB mencatat setidaknya 132.006.377 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 86.279.716 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 63,38 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 41,43 persen.
Update Covid 17 November 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Rabu (17/11) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 522 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 458 kasus, dan 13 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.251.945 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.099.857 orang dinyatakan pulih, 8.390 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.698 lainnya meninggal dunia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah mulai mencatat terjadinya peningkatan kasus virus corona (covid-19) di ratusan kabupaten/kota dalam beberapa pekan belakangan. Kenaikan itu juga disusul dengan temuan keterisian rumah sakit rujukan covid-19 yang ikut menunjukkan penambahan pasien covid-19.
Sejumlah klaster sekolah dan juga aktivitas masyarakat lainnya seperti takziah mulai kembali muncul di tengah pelandaian kasus covid-19 yang sudah terjadi secara signifikan dalam belasan pekan terakhir.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi Tak Ingin Covid RI Seperti Rusia dan AS
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin kasus penularan virus corona di Indonesia melonjak seperti di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Ia ingin seluruh elemen pemerintah waspada terhadap potensi lonjakan kasus Covid-19.
Jokowi mengatakan saat ini kasus di Indonesia sudah rendah. Ia meminta bawahannya untuk menjaga kondisi saat ini.
"Kita tahu sekarang di Amerika Serikat kasus harian juga naik lagi ke angka 70 ribu, Inggris juga 39 ribu, Rusia 38 ribu, Jerman 30 ribu. Ini harus menjadi kewaspadaan kita," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/11).
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat total sementara sebanyak 61 siswa terkonfirmasi positif virus corona. Puluhan siswa tersebut terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kulon Progo Baning Rahayu Jati menambahkan, temuan kasus covid-19 di lingkungan sekolah itu merupakan hasil screening acak yang dilakukan di sejumlah sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).
"Selama empat hari pelaksanaan screening PTM, total menjadi 61 kasus positif covid-19 dari 1.389 sampel yang sudah diambil," kata Baning dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Rabu (17/11).
Keterisian Wisma Atlet Mulai Meningkat
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Jakarta mulai menunjukkan tren kenaikan dalam sepekan terakhir.
"Jumlah orang yang dirawat juga terlihat pada data di Wisma Atlet, selama seminggu terakhir jumlah orang yang dirawat tampak meningkat secara konsisten pada rentang 248 hingga 273," kata Wiku.
Selain Wisma Atlet, Wiku juga melaporkan peningkatan jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan covid-19 kembali mengalami kenaikan di wilayah Jawa-Bali. Wiku mencatat, 34 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali mengalami peningkatan pada BOR rumah sakit covid-19.
Rinciannya, 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah, 13 kabupaten/kota di Jawa Timur, 8 kabupaten/kota di Jawa Barat, 4 kabupaten/kota di Banten, 2 kabupaten/kota di DKI Jakarta, dan 2 kabupaten/kota di Bali.
Pasien Covid-19 Dirawat di RS Paling Banyak di DKI
Ilustrasi Covid di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat DKI Jakarta sebagai provinsi paling banyak merawat pasien yang terinfeksi virus corona di rumah sakit (RS).
Data Kemenkes per 16 November 2021 mencatatkan sebanyak 542 pasien covid-19 masih dirawat di rumah sakit Ibu Kota, baik pada ruang isolasi maupun ICU covid-19.
Adapun DKI Jakarta memiliki total 13.233 tempat tidur untuk rujukan pasien covid-19, sehingga secara keseluruhan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk ruang isolasi ditambah ICU berjumlah 4 persen.
Kritik Manajemen Vaksinasi Kemenkes
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai temuan ribuan vaksin virus corona kedaluwarsa baru-baru ini di sejumlah daerah terjadi imbas manajemen logistik vaksin dari Kementerian Kesehatan yang masih kurang tepat.
Dicky menyebut, vaksin covid-19 khususnya yang impor memiliki jangka waktu tidak lama sehingga pemerintah harus segera mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah setibanya vaksin di Tanah Air.
Sehingga ia menilai, temuan vaksin covid-19 kedaluwarsa itu belum pas apabila dikatakan sepenuhnya salah pemerintah daerah.
Kemenkes per Rabu (17/11) Pukul 12.00 WIB mencatat setidaknya 132.006.377 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 86.279.716 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 63,38 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 41,43 persen.
Update Covid 17 November 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Rabu (17/11) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 522 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 458 kasus, dan 13 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.251.945 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.099.857 orang dinyatakan pulih, 8.390 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.698 lainnya meninggal dunia.