Polisi Periksa Tersangka Notaris Tanah Nirina Zubir Senin Depan

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Nov 2021 02:50 WIB
Polisi belum memastikan apakah kedua tersangka notaris tersebut akan langsung ditahan seperti tiga tersangka sebelumnya. Selebritas Nirina Zubir dan keluarganya dirugikan atas kasus mafia tanah. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap dua tersangka lainnya dalam kasus mafia tanah yang merugikan keluarga artis Nirina Zubir pada Senin (22/11).

Kasubdit Harda Polda Metro Jaya, AKBP Petrus Silalahi mengatakan pihaknya akan memanggil ulang notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Erwin Rudian dan Ina Rosiana yang tidak memenuhi panggilan pada Rabu (17/11).

Ia menjelaskan, kedua tersangka tersebut seharusnya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya bersamaan dengan tersangka lainnya. Namun saat itu keduanya melayangkan surat permintaan penundaan kepada penyidik.


"Rabu kemarin itu seharusnya bersama-sama datang dengan tersangka lain. Cuma dua orang notaris ini atas nama Erwin Rudian dan Ina Rosiana, melayangkan surat. Kemudian konfirmasi. Kami menganalisis patut dan wajar ditunda," jelasnya kepada wartawan, Jumat (19/11).

Petrus mengatakan, pemeriksaan kedua tersangka tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin (22/11). Hanya saja, ia mengaku pihaknya masih belum dapat memastikan apakah kedua notaris tersebut akan langsung ditahan seperti tiga tersangka sebelumnya atau tidak.

Hal tersebut menurutnya masih harus menunggu hasil penyelidikan yang baru akan dilakukan besok.

"Nanti akan kami sampaikan ketika dia akan layak untuk ditahan. Penahanan kan ada unsur subjektif dan objektif," tuturnya.

"Nanti kami melihat dari unsur subjektifnya, dan kemudian kita mempertimbangkan dengan unsur objektifnya itu," imbuh Petrus.

Diketahui, polisi telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. Kelimanya yakni, Riri Khasmita mantan asisten rumah tangga (ART), Endrianto yang merupakan suami Riri, serta Faridah, Ina Rosainaz dan Erwin Riduan yang berprofesi sebagai notaris PPAT.

Dalam kasus ini, mereka dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(tfq/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER