Rangkuman Covid: Izin Covavax hingga Capaian Vaksinasi Melorot
CNN Indonesia
Jumat, 19 Nov 2021 19:48 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi pandemi covid di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Program vaksinasivirus corona (Covid-19) di Indonesia telah berjalan selama kurang lebih 11 bulan terakhir. Target capaian harian pemerintah juga terus ditambah hingga mencapai target 2 juta dosis dalam sehari.
Kendati demikian, implementasi di lapangan baru-baru ini menunjukkan bahwa capaian vaksinasi menurun. Pemerintah kemudian menyebut sejumlah faktor yang melatarbelakangi penurunan itu disebabkan karena semangat pemerintah daerah yang mulai kendur, hingga minat masyarakat turun lantaran menganggap pandemi covid-19 telah berakhir di Tanah Air.
CNNIndonesia.com merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capaian Vaksinasi Turun
Jumlah capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia mengalami penurunan selama empat pekan berturut-turut. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penurunan paling besar terjadi pada sepekan terakhir.
Dalam periode 12-18 November, capaian vaksinasi tidak sampai menyentuh 10 juta sepekan seperti pekan-pekan sebelumnya, yakni hanya berada pada rentang 8 juta dosis terhitung untuk pemberian dua kali suntikan.
Sementara itu sebelumnya, terlihat jumlah capaian vaksinasi mengalami konsistensi penurunan. Terhitung pada periode 15-21 Oktober, jumlah capaian vaksinasi dalam sepekan berjumlah 10.849.150 dosis.
Kemudian terjadi kenaikan capaian vaksinasi pada periode 22-28 Oktober dengan 12.140.225 dosis selama tujuh hari. Selanjutnya, penurunan mulai terlihat dengan capaian vaksinasi selama kurun waktu 29 Oktober-4 November yang menghasilkan 11.819.696 dosis dalam sepekan.
Dan penurunan dilanjutkan pada periode 5-11 November dengan 10.318.598 dosis, dan dilanjutkan penurunan menjadi 8.551.465 dosis pada sepekan terakhir.
BPOM Terbitkan Izin Vaksin Covovax
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin virus corona asal perusahaan farmasi Novavax dengan merek dagang Covovax.
Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut pemberian lampu hijau ini dilakukan setelah hasil evaluasi vaksin Covovax sudah memenuhi syarat. Evaluasi tersebut terkait aspek keamanan, khasiat dan mutu yang mengacu pada standar nasional maupun internasional, serta evaluasi terhadap pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada fasilitas produksi vaksin Covovax yang berada di India.
"Vaksin Covovax dapat digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 5 mikrogram per dosis, diberikan sebanyak 2 kali dengan interval pemberian 21 hari," kata Penny dikutip dari situs resmi BPOM, Jumat (19/11).
BPOM mengumumkan vaksin Covid-19 Covovax buatan India memiliki khasiat antara 89,7 persen-90,4 persen pada semua kasus Covid-19 dengan berbagai tingkat keparahan.
Khasiat atau efikasi berdasarkan hasil uji klinis 2/3ini didapat berdasarkan hasil pengamatan 7 hari setelah pemberian dosis kedua pada dewasa usia 18 tahun atau lebih dengan status imun negatif (seronegatif) .
Sementara pada kasus dengan tingkat keparahan sedang-berat vaksin ini berkhasiat antara 86,9 persen hingga 100 persen. Efikasi vaksin pada kelompok lanjut usia berdasarkan uji klinik fase 3 di Inggris adalah 88,9 persen.
Tak Ada Larangan Mudik Saat Nataru
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan pemerintah belum ada rencana untuk mengeluarkan larangan mudik bagi warga Indonesia selama masa libur natal dan tahun baru (Nataru).
Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K. Ginting menambahkan, nantinya pemerintah hanya akan memperketat mobilitas warga melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Bukan larangan ya, tapi pembatasan melalui regulasi," kata Alex.
DKI Dukung Penerapan PPKM Level 3 Saat Nataru
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah pusat menerapkan PPKM Level 3 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Riza menyebut kebijakan tersebut penting untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. Ia tak masalah dengan rencana tersebut meskipun saat ini status Ibu Kota PPKM Level 1.
Mobilitas Warga Saat Ini Disebut Mirip Seperti Saat Gelombang 2
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyoroti tingkat mobilitas warga yang mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan pergerakan warga itu bahkan disebut sudah menyerupai kondisi mobilitas warga jelang Idulfitri 2021 lalu.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito lantas mengingatkan warga, bahwa mobilitas tinggi pada Juli lalu menyebabkan gelombang kedua covid-19 terjadi, yang kemudian mencetak rekor penambahan kasus tertinggi selama pandemi covid-19 yakni 56.757 kasus dalam sehari.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyoroti empat provinsi di Indonesia yang paling menyumbangkan kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) virus corona rendah.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito merinci, empat provinsi tersebut yakno Riau, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan menyebut tingkat hunian hotel di Makassar sudah mencapai 65 persen pada tahun ini. Ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 18 persen.
Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan kenaikan terjadi sejak kebijakan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 diterapkan di wilayah tersebut. Meski demikian, kenaikan masih belum merata dan fluktuatif.
Kang Emil Desak Pemda Percepat Vaksinasi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta seluruh sekda kabupaten/kota mempercepat vaksinasi guna mensukseskan vaksinasi 37 juta warga Jabar hingga akhir Desember 2021.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga menekankan seluruh daerah harus sesegera mungkin menghabiskan stok vaksin yang dimiliki agar tidak ada vaksin yang kadaluarsa.
"Saya titip urusan vaksinasi itu harus sukses di akhir tahun ini. Sekda yang bertugas adalah perpanjangan tangan wali kota/bupati. Tolong semangat lagi supaya di akhir tahun kita bisa mengejar target vaksinasi," kata Kang Emil, Jumat (19/11).
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Jumat (19/11) Pukul 12.00 WIB tercatat, setidaknya 133.402.051 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 87.960.117 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 64,05 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 42,23 persen.
Update Covid 19 November 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Jumat (19/11) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 360 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 516 kasus, dan 5 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.252.705 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.100.837 orang dinyatakan pulih, 8.154 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.714 lainnya meninggal dunia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Program vaksinasivirus corona (Covid-19) di Indonesia telah berjalan selama kurang lebih 11 bulan terakhir. Target capaian harian pemerintah juga terus ditambah hingga mencapai target 2 juta dosis dalam sehari.
Kendati demikian, implementasi di lapangan baru-baru ini menunjukkan bahwa capaian vaksinasi menurun. Pemerintah kemudian menyebut sejumlah faktor yang melatarbelakangi penurunan itu disebabkan karena semangat pemerintah daerah yang mulai kendur, hingga minat masyarakat turun lantaran menganggap pandemi covid-19 telah berakhir di Tanah Air.
CNNIndonesia.com merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capaian Vaksinasi Turun
Jumlah capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia mengalami penurunan selama empat pekan berturut-turut. Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penurunan paling besar terjadi pada sepekan terakhir.
Dalam periode 12-18 November, capaian vaksinasi tidak sampai menyentuh 10 juta sepekan seperti pekan-pekan sebelumnya, yakni hanya berada pada rentang 8 juta dosis terhitung untuk pemberian dua kali suntikan.
Sementara itu sebelumnya, terlihat jumlah capaian vaksinasi mengalami konsistensi penurunan. Terhitung pada periode 15-21 Oktober, jumlah capaian vaksinasi dalam sepekan berjumlah 10.849.150 dosis.
Kemudian terjadi kenaikan capaian vaksinasi pada periode 22-28 Oktober dengan 12.140.225 dosis selama tujuh hari. Selanjutnya, penurunan mulai terlihat dengan capaian vaksinasi selama kurun waktu 29 Oktober-4 November yang menghasilkan 11.819.696 dosis dalam sepekan.
Dan penurunan dilanjutkan pada periode 5-11 November dengan 10.318.598 dosis, dan dilanjutkan penurunan menjadi 8.551.465 dosis pada sepekan terakhir.
BPOM Terbitkan Izin Vaksin Covovax
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin virus corona asal perusahaan farmasi Novavax dengan merek dagang Covovax.
Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut pemberian lampu hijau ini dilakukan setelah hasil evaluasi vaksin Covovax sudah memenuhi syarat. Evaluasi tersebut terkait aspek keamanan, khasiat dan mutu yang mengacu pada standar nasional maupun internasional, serta evaluasi terhadap pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada fasilitas produksi vaksin Covovax yang berada di India.
"Vaksin Covovax dapat digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 5 mikrogram per dosis, diberikan sebanyak 2 kali dengan interval pemberian 21 hari," kata Penny dikutip dari situs resmi BPOM, Jumat (19/11).
BPOM mengumumkan vaksin Covid-19 Covovax buatan India memiliki khasiat antara 89,7 persen-90,4 persen pada semua kasus Covid-19 dengan berbagai tingkat keparahan.
Khasiat atau efikasi berdasarkan hasil uji klinis 2/3ini didapat berdasarkan hasil pengamatan 7 hari setelah pemberian dosis kedua pada dewasa usia 18 tahun atau lebih dengan status imun negatif (seronegatif) .
Sementara pada kasus dengan tingkat keparahan sedang-berat vaksin ini berkhasiat antara 86,9 persen hingga 100 persen. Efikasi vaksin pada kelompok lanjut usia berdasarkan uji klinik fase 3 di Inggris adalah 88,9 persen.
Tak Ada Larangan Mudik Saat Nataru
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan pemerintah belum ada rencana untuk mengeluarkan larangan mudik bagi warga Indonesia selama masa libur natal dan tahun baru (Nataru).
Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K. Ginting menambahkan, nantinya pemerintah hanya akan memperketat mobilitas warga melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Bukan larangan ya, tapi pembatasan melalui regulasi," kata Alex.
DKI Dukung Penerapan PPKM Level 3 Saat Nataru
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah pusat menerapkan PPKM Level 3 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Riza menyebut kebijakan tersebut penting untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. Ia tak masalah dengan rencana tersebut meskipun saat ini status Ibu Kota PPKM Level 1.
Mobilitas Warga Saat Ini Disebut Mirip Seperti Saat Gelombang 2
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyoroti tingkat mobilitas warga yang mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan pergerakan warga itu bahkan disebut sudah menyerupai kondisi mobilitas warga jelang Idulfitri 2021 lalu.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito lantas mengingatkan warga, bahwa mobilitas tinggi pada Juli lalu menyebabkan gelombang kedua covid-19 terjadi, yang kemudian mencetak rekor penambahan kasus tertinggi selama pandemi covid-19 yakni 56.757 kasus dalam sehari.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyoroti empat provinsi di Indonesia yang paling menyumbangkan kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) virus corona rendah.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito merinci, empat provinsi tersebut yakno Riau, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
PPKM Longgar, Hunian Hotel di Makassar Naik Jadi 65 Persen
Pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan menyebut tingkat hunian hotel di Makassar sudah mencapai 65 persen pada tahun ini. Ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 18 persen.
Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan kenaikan terjadi sejak kebijakan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 diterapkan di wilayah tersebut. Meski demikian, kenaikan masih belum merata dan fluktuatif.
Kang Emil Desak Pemda Percepat Vaksinasi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta seluruh sekda kabupaten/kota mempercepat vaksinasi guna mensukseskan vaksinasi 37 juta warga Jabar hingga akhir Desember 2021.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga menekankan seluruh daerah harus sesegera mungkin menghabiskan stok vaksin yang dimiliki agar tidak ada vaksin yang kadaluarsa.
"Saya titip urusan vaksinasi itu harus sukses di akhir tahun ini. Sekda yang bertugas adalah perpanjangan tangan wali kota/bupati. Tolong semangat lagi supaya di akhir tahun kita bisa mengejar target vaksinasi," kata Kang Emil, Jumat (19/11).
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Jumat (19/11) Pukul 12.00 WIB tercatat, setidaknya 133.402.051 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 87.960.117 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 64,05 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 42,23 persen.
Update Covid 19 November 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Jumat (19/11) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 360 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 516 kasus, dan 5 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.252.705 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.100.837 orang dinyatakan pulih, 8.154 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.714 lainnya meninggal dunia.