Anggaran Sumur Resapan Jakarta Dikurangi Jadi Rp120 Miliar

tim | CNN Indonesia
Rabu, 24 Nov 2021 02:34 WIB
Anggaran untuk program sumur resapan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2022 dikurangi menjadi Rp120 miliar. Anggaran untuk program sumur resapan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2022 dikurangi menjadi Rp120 miliar. (CNNIndonesia/ Dika Dania)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Syarif mengatakan anggaran untuk program sumur resapan dikurangi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2022. Anggaran yang semula Rp322 miliar berkurang menjadi Rp120 miliar

"Dikurangi, dari 322 (miliar) tinggal sisa 120 (miliar)," kata Syarif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/11).

Syarif menampik jika pengurangan anggaran itu dikarenakan sumur resapan dinilai tidak efektif dalam menangani banjir.


Pengurangan, kata Syarif, dilakukan karena lantaran anggaran defisit. Di sisi lain, lebih banyak program prioritas.

"Di rapat-rapat itu banyak ngomong begitu, tidak efektif, ya boleh aja orang berpendapat tapi tolong buktikan secara teknis," katanya..

Ia menyatakan anggaran yang dikurangi untuk program sumur resapan itu lalu di redistribusi ke program lainnya.

"Misal di SDA (Sumber Daya Air) belanja alat escavator spider, yang bisa di dalam kolong jembatan nambah 4 unit, mahal itu harganya 1 kalau enggak salah Rp14 miliar," kata Syarif.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto atau dikenal dengan Tina Toon sebelumnya mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghapus anggaran sumur resapan di 2022 dan dialihkan ke normalisasi.

Hal itu disampaikannya saat rapat paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang APBD DKI Jakarta tahun 2022, Selasa (16/11).

Tina mengatakan, pada 2022, Pemprov menganggarkan Rp1,2 triliun untuk program normalisasi dan restorasi sungai. Namun di sisi lain, ia menyebut dalam empat tahun terakhir tidak sedikitpun melakukan normalisasi.

"Kami mencatat bahwa pemerintah provinsi menganggarkan sebesar Rp1,2 triliun untuk program normalisasi atau restorasi sungai. Walaupun terlambat karena selama empat tahun terakhir, Pemerintah Provinsi tidak melakukan sedikit pun normalisasi," kata Tina Toon.

"Kami mendorong agar anggaran ini bisa ditingkatkan pada tahun 2021 ini. Program yang tidak jelas seperti sumur resapan kami rekomendasikan untuk dihapus dan anggaran dilimpahkan untuk normalisasi sungai," ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sudah buka suara terkait hal itu. Ia mengklaim program sumur resapan cukup efektif untuk menangani banjir di Ibu Kota.

Riza menyatakan, selama ini, sumur resapan dibuat di tempat-tempat yang sering terjadi genangan ketika hujan melanda.

"Ya kan sudah dilihat, rasakan dua tahun ini, efektivitas sumur resapan kan cukup baik, kemudian juga dibuat kolam olakan, selain program gerebek lumpur, program pembuatan situ, embung, waduk, polder, kemudian tanggul program lainnya normalisasi, naturalisasi semua kan dibuat," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (17/11).

(yog/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER