Polisi Sita Dua Peluru Revolver dari Demo Pemuda Pancasila di DPR

CNN Indonesia
Kamis, 25 Nov 2021 19:49 WIB
Selain dua butir peluru revolvel yang sedang diselidiki asal dan peruntukannya, polisi pun menyita senjata tajam dari massa demo Pemuda Pancasila. Anggota Pemuda Pancasila yang ditangkap terkait kerusuhan dalam aksi demo di depan Gedung DPR/MPR. (CNN Indonesia/ Patricia Diah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aparat kepolisian menyita dua butir peluru untuk senjata api jenis revolver dalam aksi unjuk rasa ormas Pemuda Pancasila (PP) yang berujung ricuh di depan kompleks MPR/DPR, Jakarta Pusat, Kamis (25/11).

"Salah satunya kedapatan dua butir peluru yang diduga kaliber 38mm punya revolver," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam konferensi pers, Kamis (25/11).

Barang bukti peluru itu, kata Tubagus, saat ini masih didalami dan dikembangkan penyidik: Dari mana dua butir peluru itu diperoleh, dan digunakan untuk apa?


"Dan bisa sangat bahwa senjatanya ada. Kita akan kembangkan karena baru saja para tersangka diamankan," ujar Tubagus.

Selain dua butir peluru, polisi juga turut menyita sejumlah senjata tajam dari para anggota ormas PP dalam aksi demo tersebut.

Lebih lanjut, Tubagus menyatakan bahwa pihaknya menyayangkan kerusuhan bahkan pemukulan terhadap anggota dalam aksi demo tersebut.

"Polda Metro Jaya kalau ada unjuk rasa bertugas melayani, mengamankan sekarang rekan-rekan bayangkan petugas yang mengamankan kok malah diserang, yang mengatur melayani malah diserang," tuturnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan 21 anggota ormas PP buntut kericuhan yang terjadi dalam aksi demo di depan kompleks parlemen, Jakarta Pusat. Dari 21 orang itu, 15 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dijerat UU Darurat Nomor 1 Tahun 1951.

Sementara itu, enam orang lainnya, saat ini masih diperiksa dan didalami keterangannya. Termasuk, satu pelaku yang melakukan pemukulan terhadap anggota Polda Metro Jaya yang dapat dikenakan Pasal 170 KUHP.

Diketahui, aksi yang digelar oleh ormas PP dalam rangka menuntut permintaan maaf dari politikus PDIP Junimart Girsang. Ini terkait pernyataan Junimart yang menyebut PP merupakan ormas yang kerap terlibat bentrok.

Aksi yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB, beberapa kali sempat memicu bentrok. Massa akhirnya dibubarkan oleh aparat kepolisian. Bahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran ikut terjun membubarkan massa aksi.

(dis/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER