Indonesia Terima Kedatangan Lebih dari 1,7 Juta Vaksin Covid-19

KPCPEN | CNN Indonesia
Sabtu, 27 Nov 2021 17:49 WIB
Indonesia menerima kedatangan 706.680 vaksin Pfizer dalam bentuk jadi dan 1.065.400 vaksin AstraZeneca pada Jumat (26/11). Ilustrasi. Indonesia menerima kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-130 dan 131 pada Jumat (26/11), masing-masing sejumlah 706.680 vaksin Pfizer dalam bentuk jadi dan 1.065.400 vaksin AstraZeneca yang merupakan donasi dari fasilitas Covac. (Foto: arsip foto KPCPEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia menerima kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-130 dan 131 pada Jumat (26/11), masing-masing sejumlah 706.680 vaksin Pfizer dalam bentuk jadi dan 1.065.400 vaksin AstraZeneca yang merupakan donasi dari fasilitas Covac.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, sebanyak 163.800 vaksin Pfizer yang tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang langsung didistribusikan ke Jawa Tengah, dan 542.880 dosis yang melalui Bandara Juanda Surabaya langsung disalurkan ke Jawa Timur.

"Rencananya, vaksin tersebut adalah diperuntukkan untuk menambah pasokan ketersediaan vaksin masyarakat bagi Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujar Siti Nadia, Jumat (26/11).


Pemerintah ditegaskan akan terus mendatangkan vaksin Covid-19 dari berbagai produsen dan jalur. Selain melalui pembelian langsung, Indonesia juga banyak mendapatkan donasi baik dari kerja sama bilateral maupun multilateral. Jelang akhir tahun saat ini, pemerintah disebut akan meningkatkan lagi percepatan vaksinasi yang sempat menurun.

"Berdasarkan pemantauan, salah satu penyebabnya adalah sikap pilih-pilih merek vaksin oleh masyarakat, jangan menunggu jenis vaksin tertentu dan kita masih membutuhkan vaksin
jenis sinovac untuk dosis kedua serta untuk bisa segera memulai vaksinasi kepada anak rentang usia 6 tahun ke atas," katanya.

Siti Nadia menjamin, seluruh vaksin Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah adalah aman dan berkhasiat, serta seluruhnya telah lulus uji oleh Badan POM. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak perlu ragu dan menunda vaksinasi hanya karena ingin divaksin dengan merek tertentu.

"Saat ini penting kita semua segera mendapatkan vaksinasi sehingga kekebalan kelompok sebagai benteng pertahanan kita untuk mecegah virus berkembang dan bermutasi lebih lanjut. Pandemi ini tidak bisa kita kendalikan kalau baru sebagian saja masyarakat mendapatkan vaksinasi, setidaknya kita membutuhkan 70% masyarakat kita telah di vaksin Covid 19 dengan apapun jenis vaksinnya," tutur Siti Nadia.

Selain itu, berbarengan dengan program vaksinasi, hal yang tidak boleh dilupakan adalah tetap menjaga protokol kesehatan. Siti Nadia mengingatkan masyarakat tak lengah dan terbuai oleh penurunan tingkat penularan.

"Di sejumlah negara, tingkat penularan kembali meningkat. Jangan sampai Indonesia juga seperti itu," tegasnya.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER