Rumah Warga Hanyut Kena Banjir Bandang di Garut

CNN Indonesia
Sabtu, 27 Nov 2021 21:16 WIB
Satu rumah warga dilaporkan hanyut akibat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (27/11), di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ilustrasi korban banjir bandang di Garut, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/CANDRA YANUARSYAH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satu rumah warga dilaporkan hanyut akibat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (27/11), di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan tidak ada korban jiwa akibat banjir yang terjadi pada pukul 14.00 WIB tersebut.

Abdul mengatakan, berdasarkan data sementara, salah satu rumah milik warga dilaporkan hanyut terbawa banjir bandang. Selain itu, satu rumah warga lainnya mengalami kerusakan sedang, dan 21 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.


"BPBD Kabupaten Garut melaporkan kondisi terkini banjir yang telah surut pada Sabtu petang, pukul 18.05 WIB. Banjir ini menyisakan material lumpur di pemukiman dan lingkungan desa terdampak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11).

Pihaknya mencatat setidaknya ada tiga desa di Kecamatan Sukawening yang terdampak banjir tersebut. Tiga desa itu: Mekarwangi, Sukawening. dan Mekarurip.

Dari total tiga desa tersebut, sebanyak 29 kepala keluarga atau 100 jiwa dilaporkan melakukan pengungsian sementara ke rumah kerabat.

Selain pemukiman, banjir juga merendam aset warga dan fasilitas umum. Adapun fasilitas yang terdampak merupakan 1 unit fasilitas ibadah, 1 unit fasilitas pendidikan, 1 unit fasilitas kesehatan, dan 2 jembatan penghubung terputus.

Sementara aset warga yang terdampak berupa 60 kolam tambak dan lahan perkebunan atau sawah. Salah satu gardu listrik dikabarkan juga terdampak banjir sehingga dilakukan pemadaman listrik.

Abdul mengatakan, saat banjir terjadi, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, turut membantu warga yang terdampak banjir. Tim gabungan tersebut membantu proses evakuasi warga ke tempat yang aman, seperti rumah kerabat sebagai tempat pengungsian sementara.

"Tim gabungan juga bersiaga dalam mengantisipasi dampak susulan banjir," tuturnya.

Berdasarkan Analisis inaRISK, Abdul menjelaskan, terdapat 30 kecamatan di wilayah Kabupaten Garut dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu bersiaga terhadap banjir susulan.

(tfq/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER