UPDATE CORONA 29 NOVEMBER 2021

Rangkuman Covid: Waspada Omicron, Klaster Sekolah Muncul di Riau

CNN Indonesia
Senin, 29 Nov 2021 18:19 WIB
Berikut perkembangan informasi seputar pandemi virus corona di tanah air yang dirangkum CNNIndonesia.com dalam 24 jam terakhir. Pemerintah memperketat aturan karantina bagi warga yang datang dari luar negeri guna mencegah penyebaran varian baru virus corona jenis Omicron dari Afrika (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia memperketat aturan karantina warga yang datang dari luar negeri guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) varian omicron dari Afrika.

Pemerintah mengklaim sejauh ini varian tersebut belum terdeteksi di dalam negeri. Namun, epidemiolog berkata sebaliknya.

Berikut perkembangan informasi seputar pandemi virus corona di tanah air yang dirangkum CNNIndonesia.com dalam 24 jam terakhir.


Varian Omicron di Indonesia

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memperkirakan varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron kemungkinan besar telah menyebar di Indonesia.

Dia berasumsi demikian karena varian Omicron merupakan turunan mutasi dari varian yang ditemukan di Italia Maret-April 2020 lalu.

Dia lantas meminta pemerintah untuk lebih agresif dalam melakukan teknik pencarian strain virus dengan metode Whole Genome Sequence (WGS).

"Bicara potensinya ya kemungkinan sebenarnya sudah ada dimana-mana, termasuk kemungkinan ya sudah masuk juga Indonesia. Namun ini artinya perkara waktu ya. kalau melihat potensi dari satu varian yang begitu efektif dalam menginfeksi," kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (29/11).

Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan varian Omicron belum teridentifikasi sejauh ini di Indonesia berdasarkan pemantauan dan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).

Karantina Kedatangan Internasional

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengubah durasi karantina bagi Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri.

Masa karantina diubah dari tiga hari menjadi tujuh hari bagi mereka yang baru datang dari luar negeri.

Perubahan kebijakan dilakukan untuk mencegah virus corona varian Omicron. Mulai diterapkan pada hari ini, Senin (29/11).

"Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari," kata Luhut.

Jokowi Waspadai Omicron

Presiden Jokowi mengingatkan semua pihak agar menambah kewaspadaan usai penemuan varian baru virus Corona bernama Omicron. Ia mengingatkan pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Selain varian lama, di beberapa negara telah muncul varian baru, varian Omicron yang harus menambah kewaspadaan kita," kata Jokowi dalam Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2022 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/11).

Klaster SMP Pekanbaru

Sebanyak 113 siswa dan guru positif Covid-19 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) di Pekanbaru, Riau. Mereka kini menjalani isolasi di asrama Komplek Sekolah, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Pihak sekolah telah memisah mereka yang positif Covid-19 dengan sejumlah siswa dan guru yang dinyatakan negatif menurut uji swab massal pada, Jumat (25/11) kemarin.

"Isolasi di kompleks sekolah yang mempunyai 2 tower, dengan pemisahan yang positif di tower 1 dan negatif di tower 2," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, kepada CNNIndonesia.com.

Kasus Positif Baru

Data Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan ada penambahan 176 kasus positif virus corona pada hari ini, Senin (29/11), sehingga total menjadi 4.256.112.

Dari jumlah itu, sebanyak 4.104.333 orang dinyatakan pulih, 7.960 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.819 lainnya meninggal dunia.

Jumlah pasien sembuh bertambah 419, sementara pasien meninggal dunia bertambah 11 orang pada hari ini.

Capaian Vaksinasi

Hingga Senin (29/11), 138.908.862 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 94.755.660 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dosis pertama baru menyentuh 66,70 persen dari total sasaran 208.265.720 orang. Sedangkan suntikan dosis kedua baru 45,50 persen dari target.

Lihat Juga :

(khr/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER