Nurdin Abdullah Divonis Lima Tahun Penjara

CNN Indonesia
Senin, 29 Nov 2021 22:49 WIB
Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan uang pengganti sebanyak Rp 2 miliar dan 300 dollar Singapura Nurdin Abdullah. (Arsip Istimewa via Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar menjatuhkan vonis terhadap Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah selama lima tahun penjara dan denda sebanyak Rp Rp500 juta.

Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino menyatakan terdakwa Nurdin Abdullah telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama lima tahun dan denda Rp500 juta dengan subsidair selama 4 bulan penjara," kata Ibrahim Palino, Senin (29/11) malam.


Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan uang pengganti sebanyak Rp2 miliar dan 350 ribu dolar Singapura dengan ketentuan apabila tidak dapat dibayarkan paling lambat satu bulan, maka seluruh hartanya akan dirampas untuk mengurangi kerugian negara tersebut.

"Maka akan diganti dengan pidana penjara selama sepuluh bulan. Menjatuhkan kepada terdakwa hak untuk dipilih selama 3 tahun setelah menjalani pidana pokok," sebutnya.

Kuasa hukum terdakwa usai persidangan menanggapi putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar masih akan pikir-pikir.

"Kita akan konsultasi dulu dengan klien kami, tapi kita masih pikir-pikir selama tujuh hari ke depan," kata Irwan Irawan usai persidangan.

Sebelumnya aksi sidang sempat diwarnai aksi protes seorang pria di dalam ruang sidang pada saat sidang pembacaan amar putusan.

Seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam ruang sidang sambil berteriak meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman sangat berat kepada terdakwa Nurdin.

"Gubernur yang korupsi tangkap saja. Jangan hanya bisa sembunyi," kata Azhari Setiawan alias Kama Cappi, yang berprofesi sebagai advokat itu, Senin (29/11).

Pascakejadian tersebut, sejumlah personel kepolisian disiagakan.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, Tim gabungan dari Polrestabes Makassar dan Polsek Ujung Pandang disiagakan di depan pintu masuk Pengadilan Negeri Makassar dengan bersenjata lengkap. Kabag Operasional Polrestabes Makassar, Kompol Nugraha Pamungkas membenarkan saat dikonfirmasi.

"Iya sudah ada personel gabungan dari Samapta, Penikam, Patmor, Resmob Mariso, Mamajang dan Bontoala," kata Nugraha kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/11).

Diarahkannya petugas keamanan kata Nugrah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak ingin yang dapat mengganggu jalannya sidang putusan perkara Nurdin Abdullah di Pengadilan Negeri Makassar.

"Iya personel kita arahkan ke PN Makassar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak inginkan," jelasnya.

Adapun vonis diketahui lebih ringan dari tuntutan jaksa. Nurdin Abdullah sebelumnya dituntut enam tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan. Nurdin dinilai terbukti menerima suap dan gratifikasi mencapai Rp13 miliar terkait proyek di wilayahnya.

"Menuntut terdakwa Nurdin Abdullah pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp 500 juta dengan subsidair enam bulan penjara," kata Jaksa Penuntut Umum Zainal Abidin di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (15/11).

(mir/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER