Skenario Merah Gelombang Ketiga Covid Nataru: 408 Ribu Kasus Positif

CNN Indonesia
Rabu, 01 Dec 2021 05:10 WIB
Proyeksi lonjakan positif Covid-19 hingga 400 ribu saat Nataru dibuat sebelum adanya varian B.1.1.529 atau yang disebut Omicron. Ilustrasi Covid-19 di Indonesia. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah memproyeksi sejumlah kondisi kenaikan kasus aktif virus corona pada libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Proyeksi itu membagi empat perkembangan kasus aktif Covid-19 saat Nataru sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.

Proyeksi dengan skenario terburuk atau merah mencatatkan kasus aktif Covid-19 di Indonesia akan mencapai 408 ribu. Namun Aisyah menggarisbawahi bahwa proyeksi itu dibuat sebelum adanya varian Covid-19 B.1.1.529 atau yang disebut varian Omicron

"Skenario dengan adanya peningkatan infektivitas virus, cakupan vaksinasi yang rendah, mobilitas yang tinggi, kepatuhan protokol kesehatan rendah, dan muncul varian baru yang lebih menular, maka jumlah kasus aktif dapat meningkat mencapai 260 ribu hingga 408 ribu," kata Dewi dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan PPKM Mikro yang dilihat dari kanal YouTube BNPB Indonesia yang dikutip Selasa (30/11).


Namun demikian, prediksi jumlah kasus aktif pada gelombang tiga Covid-19 kala Nataru itu masih lebih rendah dibandingkan gelombang kedua yang terjadi pada Juli-Agustus lalu. Sebagaimana diketahui, saat itu jumlah kasus aktif mencapai 570 ribu kasus.

Adapun kasus aktif merupakan kasus warga yang tengah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing. Perhitungan kasus aktif didapatkan dari pengurangan jumlah kumulatif positif covid-19 terhadap kasus sembuh dan kasus meninggal akibat covid-19.

"Puncak kita mungkin tidak akan lebih dari (puncak gelombang kedua), karena vaksinasinya sudah jauh lebih luas cakupannya dibandingkan libur Idul Fitri lalu," kata dia.

Lebih lanjut, Dewi juga menjelaskan tiga proyeksi kondisi kasus aktif di Indonesia kala Nataru. Yang pertama skenario hijau dengan kondisi herd immunity atau kekebalan komunal telah terbentuk di Indonesia, mobilitas masyarakat terjaga, dan tidak ada varian baru.

Dengan kondisi pertama itu, maka kasus aktif Covid-19 di Indonesia diprediksi akan terus melandai seperti saat ini, bahkan terus menurun. Sementara proyeksi kedua dengan skenario abu-abu, akan terjadi apabila herd immunity sudah terbentuk, mobilitas tinggi, dan kepatuhan prokes baik.

"Untuk skenario kedua puncaknya mungkin hanya 70 ribu kasus aktif," jelas Dewi.

Lihat Juga :

Kemudian untuk proyeksi kenaikan kasus aktif pada skenario ketiga yang berwarna oranye diprediksi kasus aktif mencapai 260 ribu. Kondisi itu terjadi apabila herd immunity belum terbentuk di Indonesia, ditambah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, kemudian diiringi kepatuhan prokes yang rendah.

Untuk itu, Dewi kembali berpesan agar masyarakat terus mempertahankan kedisiplinan dalam menerapkan prokes kendati kasus Covid-19 saat ini melandai di Indonesia. Sementara itu, pemerintah terus didorong untuk menguatkan strategi testing dan tracing, serta program vaksinasi nasional.

"Jadi beberapa skenario dikembangkan, dengan kemudian terjadi kenaikan kasus aktif sejak akhir November dan puncak kasus aktif terjadi pada akhir Desember atau awal Januari 2022," pungkasnya.

Terpisah, Menko PMK Muhadjir Effendy membeberkan bahwa Presiden Jokowi telah memberikan penugasan khusus kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memantau varian Omicron.

Hal itu diungkapkan Muhadjir usai Jokowi menggelar rapat terbatas bersama para menteri, Senin (29/11).

"Tadi saat rapat, Pak Presiden sudah menugaskan khusus ke Pak Menkes untuk betul-betul memantau varian baru ini bahkan meminta agar di-update per-hari," kata Muhadjir dalam keterangan resmi yang diterbitkan Kemenko PMK, Selasa (30/11).

Muhadjir menegaskan bahwa munculnya varian baru dari Covid-19 yang mulai melanda beberapa negara patut menjadi ancaman serius. Meski demikian, Ia meyakini Indonesia harus lebih siap.

"Ketersediaan oksigen kita sangat baik, kemudian tenaga medis kita juga lebih siap. Jadi banyak hikmah yang kita petik juga dari wabah," kata dia.

(khr/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER