Koalisi Sipil: Hasil Audit Bisnis PCR Akan Diserahkan ke KPK

CNN Indonesia
Selasa, 30 Nov 2021 17:43 WIB
Perwakilan Kaukus Masyarakat Sipil Ferry Juliantono mengatakan dalam rencana audit pihaknya akan berfokus pada sisi pengadaan PCR yang dilakukan lewat impor. Perwakilan Kaukus Masyarakat Sipil Ferry Juliantono mengatakan hasil audit PT Genomerik Solidaritas Indonesia (GSI) terkait bisnis tes PCR bakal pihaknya serahkan kepada lembaga penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Polri. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perwakilan Kaukus Masyarakat Sipil Ferry Juliantono mengatakan hasil audit PT Genomerik Solidaritas Indonesia (GSI) terkait bisnis tes PCR bakal pihaknya serahkan kepada lembaga penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Polri.

"Hasilnya kita akan sampaikan ke instansi relevan seperti KPK, BPK, polisi, maupun DPR," ujar Ferry kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/11) malam.

Ferry menjelaskan dalam rencana audit ini pihaknya akan berfokus pada sisi pengadaan PCR yang dilakukan lewat impor. Selain itu, pihaknya turut menyoroti proses pembelian dan penetapan harga tes PCR di Indonesia.


"Namun jika mereka tidak memberi akses kepada kita [untuk audit], maka kita bisa simpulkan bahwa ada apa-apanya," katanya yang juga menjabat wakil ketua umum Partai Gerindra.

Sebelumnya, Kaukus Masyarakat Sipil untuk demokrasi dan keadilan menyatakan siap mengaudit PT GSI, salah satu perusahaan penyedia tes polymerase chain reaction (PCR) dalam mendeteksi Covid-19.

PT GSI diduga terkait dengan Luhut lewat PT Toba Bumi Energi dan Menteri BUMN Erick Thohir melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri yang dipimpin saudaranya Boy Thohir. Luhut mengklaim tak mendapat untung dalam bisnis tes PCR PT GSI.

Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi mempersilakan Kaukus Masyarakat Sipil untuk mengaudit PT GSI terkait bisnis tes swab PCR.

"Silahkan saja untuk audit ajukan permohonan ke PT GSI. Toba Sejahtera hanya pemilik saham minoritas di kewirausahaan sosial itu, namun dari Pak Luhut tidak ada keberatan untuk audit dimaksud," kata Jodi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/11).

Namun, Jodi mengajukan syarat kepada kelompok masyarakat sipil tersebut sebelum mengaudit PT GSI. Ia meminta Kaukus Masyarakat Sipil menyumbangkan 50.000 tes PCR dan alat genome sequencing jika tidak ditemukan apapun dalam hasil audit tersebut.

"Seperti yang dilakukan Pak Luhut dan teman-teman beliau atau paling tidak mereka melakukan bakti sosial yang sepadan. Supaya fair, masyarakat juga bisa melihat niat baik mereka, jangan bisanya membuat gaduh," ujarnya.

(cfd/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER