Korpri Buka Suara soal Wacana Robot Gantikan Kerja PNS

CNN Indonesia
Rabu, 01 Dec 2021 13:17 WIB
Ketum Korpri mengatakan PNS berkualitas takkan digantikan robot, dan pihaknya memperjuangkan standarisasi ASN termasuk menipiskan kesenjangan kesejahteraan. Korpri adalah wadah yang menaungi para pegawai negeri sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkualitas tidak akan digantikan dengan robot. Hal itu ia sampaikan merespons wacana pemerintah pusat bahwa robot-robot akan menggantikan sejumlah pekerjaan yang biasa dilakoni aparatur sipil negara (ASN).

Zudan menjelaskan digitalisasi sumber daya manusia ini tidak akan mengancam eksistensi PNS. Menurut Zudan, digitalisasi ini adalah untuk memacu semangat para ASN agar menjadi pegawai yang berkualitas.

"Gini bahasa saya, PNS yang berkualitas tidak akan tergantikan oleh robot ataupun mesin. Tapi kalau PNS yang gak berkualitas ya pastilah tergantikan," kata Zudan dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12).


Dia juga mengungkap proses digitalisasi PNS ini membutuhkan biaya untuk investasi alat sehingga akan berpengaruh pada anggaran negara. Kendati kemungkinan membutuhkan dana yang cukup besar, Zudan menyebut hal itu adalah bentuk investasi sekaligus efisiensi.

"Di sisi lain butuh investasi alat, karena harus beli, nanti setiap tahun harus memperbaiki. Tapi itu juga bentuk hemat dan efisiensi," ucap Zudan.

Lebih lanjut, Zudan menyatakan PNS dalam masa pandemi termasuk salah satu profesi yang kesejahteraannya masih stabil. Namun klaimnya, ia masih ingin memperbaiki kesenjangan PNS antar Kementerian dan daerah.

Menurutnya ada daerah yang berdekatan,  namun memiliki gaji PNS yang berbeda-beda. Kondisi itu yang ingin diubah Korpri.

"Nah ini standarisasi gimana mempercepat agar ASN itu berada dalam tingkat kesejahteraan yang setara. Jangan terlalu bedalah jaraknya," kata dia.

Sebagai informasi, kabar ASN akan digantikan robot mencuat usai pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2019. Sejak pernyataan itu wacana digitalisasi manusia itu pun terus bergulir.

"ASN juga enggak perlu khawatir. Banyak pekerjaan yang tidak bisa tergantikan mesin atau robot, tetapi ada hal-hal yang bisa digantikan oleh mesin atau robot. Maka ASN harus belajar terus agar fungsinya enggak tergantikan," kata dia yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri tersebut.

Zudan menyampaikan robot kemungkinan menggantikan pekerjaan ASN yang mekanik. Misalnya, mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang telah menggantikan ASN dalam mengurus dokumen kependudukan.

Ia juga menyebut mesin sudah menggantikan pegawai penjaga tol. Menurutnya, mungkin saja CCTV akan menggantikan peran petugas patroli dan pengawas jalan.

"Dalam banyak hal, PNS itu tidak tergantikan. Misalnya, untuk mengambil keputusan terhadap pengelolaan keuangan, untuk penanggulangan bencana, untuk membantu masyarakat. Banyak hal tidak bisa tergantikan," ujarnya.

Zudan menyampaikan peralihan pekerjaan ke mesin menyesuaikan perkembangan jaman. Ia meminta ASN untuk memperbaiki kualitas diri agar bisa melakukan pekerjaan jauh lebih baik dari mesin.

"Ini untuk memotivasi dan memacu para ASN agar menjadi ASN yang berkualitas," tutur Zudan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan robot lebih cepat bekerja dibanding ASN eselon III dan IV. Sejak pernyataan itu, wacana robot menggantikan ASN pun bergulir.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama menyampaikan teknologi akan menggantikan posisi ASN di beberapa pekerjaan repetitif.

"Pekerjaan yang sifatnya administratif, rutinitas dan repetitif serta memiliki prosedur operasi standar yang jelas menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat digantikan dengan teknologi," ungkap Satya kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/11).

(mln, dhf/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER