Rangkuman Covid: Jokowi Wanti-wanti Omicron, BOR RS Naik
CNN Indonesia
Jumat, 03 Des 2021 19:17 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Joko Widodo meminta jajarannya waspada penyebaran varian Omicron di tengah masyarakat yang sudah banyak beraktivitas di luar rumah. Ilustrasi (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia menurun dalam empat bulan terakhir. Namun, pemerintah diminta tak lengah terhadap potensi lonjakan kasus usai libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Terlebih setelah varian baru muncul dan telah teridentifikasi di sejumlah negara dari Eropa hingga Asia. Varian Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi, kendati gejala klinis cenderung ringan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta jajarannya tak lengah mengantisipasi penyebaran varian yang diperkirakan lima kali lipat lebih menular dari virus corona awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Kesehatan bakal meningkatkan pemeriksaan virus COvid-19 dengan metode whole genome sequencing (WGS) guna mendeteksi keberadaan varian tersebut di Indonesia.
CNNIndonesia.com merangkum informasi seputar penanganan Covid-19 dalam 24 jam.
Jokowi Wanti-Wanti Varian Omicron
Presiden Joko Widodo mengingatkan penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang belakangan diketahui sudah terdeteksi di Singapura pada Kamis (3/12).
"Hati-hati yang namanya sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron. Hati-hati. Tadi pagi saya sudah dapat kabar, sudah sampai ke Singapura," kata Jokowi di Bali, Jumat (3/12).
Jokowi minta aparat keamanan terutama kepolisian daerah di perbatasan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan keluar masuk Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa varian Omicron diperkirakan menyebar lima kali lebih cepat.
"Ingat, varian Delta itu menyebar di Indonesia hanya waktu 2-3 minggu semua langsung kena, ini lebih cepat, meskipun belum final. Perkiraan 5 kali lebih cepat," kata Jokowi.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta melarang masyarakat yang merayakan Natal 2021 melakukan arak-arakan dengan jumlah peserta yang besar.
Larangan ini Yaqut tetapkan melalui Surat Edaran Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Perayaan Natal 2021.
Selain itu, Surat Edaran tersebut juga mengatur bawa peribadatan pada saat Hari Raya Natal di gereja dibatasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.
"Surat edaran diterbitkan sebagai panduan umat Kristiani yang akan menyelenggarakan ibadah dan perayaan Natal di rumah ibadah masing-masing dengan tetap mentaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya," kata Yaqut di Jakarta, Kamis (2/12).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan berusaha mempercepat proses pencarian strain virus Covid-19 dengan menggunakan metode pengurutan genome atau whole genome sequencing (WGS).
Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia.
Menurut Budi, saat ini di Indonesia hanya terdapat 12 laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan WGS. Akses pemeriksaan WGS yang mahal dan terbatasnya sumber daya peneliti, kata Budi, menjadi penyebab pemeriksaan dengan metode WGS terbatas. Metode pengurutan genome itu membutuhkan mesin Oxford Nanopore Teknologi.
"Sekarang yang kita lakukan adalah kita pastikan bahwa WGS dari 12 laboratorium ini kita percepat round time-nya, yang jadinya 2 minggu kita tekan ke 5 hari kalau bisa 3 hari," kata Budi dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, dikutip Kamis (2/12).
KPAI Minta Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun Segera Dilakukan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah agar segera melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap anak usia 6 sampai 11 tahun.
Ketua KPAI, Susanto mengatakan vaksinasi pada anak rentang usia tersebut dibutuhkan sebagai bentuk perlindungan terhadap anak.
Menurut Susanto, jumlah anak yang terpapar Covid-19 di Indonesia cukup tinggi, yakni mencapai 13 persen. Angka ini mengacu pada data Satgas Covid-19 per 1 November lalu.
"Sasaran vaksinasi Covid-19 untuk Anak usia 6-11 tahun menjadi sangat penting dan mendesak untuk segera dilaksanakan. Anak pun dapat sebagai orang tanpa gejala (OTG) dan dapat menularkan pada orang dewasa bahkan lansia komorbid," kata Susanto dalam keterangan tertulis, Kamis (2/12).
Peningkatan keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 dalam dua hari terakhir dan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sepanjang bulan November menjadi sorotan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Meski tingkat kenaikan hanya sekitar 1 persen, Juru Bicara Satgas Covid-19 tetap melihat kondisi tersebut kurang baik. Sebab, peningkatan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian rumah sakit menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang.
"BOR ruang isolasi di RS rujukan sempat mengalami peningkatan selama 2 hari terakhir, dari 2,94 persen menjadi 3,07 persen. BOR di Wisma Atlet juga meningkat di bulan November dari 1,76 persen menjadi 2,2 persen," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (2/12)
40-50 Persen Warga RI Rentan Terpapar Omicron
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menyebut setidaknya 40 hingga 50 persen penduduk Indonesia rentan terpapar varian Omicron.
Jika merujuk data Badan Pusat Statistika (BPS), jumlah penduduk yang rentan terpapar Omicron sebanyak 82-135 juta jiwa. Angka ini bertolak pada jumlah penduduk Indonesia per September sebanyak 270,2 juta jiwa.
"Kalau melihat 1, 2 [kecepatan penularan varian Omicron lebih parah dari Delta] ya kira-kira 40-50 persen penduduk yang kemudian rentan terkena," kata Dante dalam acara daring, Kamis (2/12).
Positif Covid-19 harian bertambah 245 kasus pada hari ini, Jumat (3/12). Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 4.257.243 kasus.
Sementara, pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 328 kasus, membuat jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Indonesia menjadi 4.105.680 per hari ini.
Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 8 kasus. Total kasus kematian menjadi 143.858. Saat ini kasus aktif Covid-19 atau pasien dalam perawatan atau isolasi mandiri mencapai 7.705 orang.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia menurun dalam empat bulan terakhir. Namun, pemerintah diminta tak lengah terhadap potensi lonjakan kasus usai libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Terlebih setelah varian baru muncul dan telah teridentifikasi di sejumlah negara dari Eropa hingga Asia. Varian Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi, kendati gejala klinis cenderung ringan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta jajarannya tak lengah mengantisipasi penyebaran varian yang diperkirakan lima kali lipat lebih menular dari virus corona awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Kesehatan bakal meningkatkan pemeriksaan virus COvid-19 dengan metode whole genome sequencing (WGS) guna mendeteksi keberadaan varian tersebut di Indonesia.
CNNIndonesia.com merangkum informasi seputar penanganan Covid-19 dalam 24 jam.
Jokowi Wanti-Wanti Varian Omicron
Presiden Joko Widodo mengingatkan penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang belakangan diketahui sudah terdeteksi di Singapura pada Kamis (3/12).
"Hati-hati yang namanya sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron. Hati-hati. Tadi pagi saya sudah dapat kabar, sudah sampai ke Singapura," kata Jokowi di Bali, Jumat (3/12).
Jokowi minta aparat keamanan terutama kepolisian daerah di perbatasan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan keluar masuk Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa varian Omicron diperkirakan menyebar lima kali lebih cepat.
"Ingat, varian Delta itu menyebar di Indonesia hanya waktu 2-3 minggu semua langsung kena, ini lebih cepat, meskipun belum final. Perkiraan 5 kali lebih cepat," kata Jokowi.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta melarang masyarakat yang merayakan Natal 2021 melakukan arak-arakan dengan jumlah peserta yang besar.
Larangan ini Yaqut tetapkan melalui Surat Edaran Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Perayaan Natal 2021.
Selain itu, Surat Edaran tersebut juga mengatur bawa peribadatan pada saat Hari Raya Natal di gereja dibatasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.
"Surat edaran diterbitkan sebagai panduan umat Kristiani yang akan menyelenggarakan ibadah dan perayaan Natal di rumah ibadah masing-masing dengan tetap mentaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya," kata Yaqut di Jakarta, Kamis (2/12).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan berusaha mempercepat proses pencarian strain virus Covid-19 dengan menggunakan metode pengurutan genome atau whole genome sequencing (WGS).
Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia.
Menurut Budi, saat ini di Indonesia hanya terdapat 12 laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan WGS. Akses pemeriksaan WGS yang mahal dan terbatasnya sumber daya peneliti, kata Budi, menjadi penyebab pemeriksaan dengan metode WGS terbatas. Metode pengurutan genome itu membutuhkan mesin Oxford Nanopore Teknologi.
"Sekarang yang kita lakukan adalah kita pastikan bahwa WGS dari 12 laboratorium ini kita percepat round time-nya, yang jadinya 2 minggu kita tekan ke 5 hari kalau bisa 3 hari," kata Budi dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, dikutip Kamis (2/12).
Positif Covid-19 Bertambah 245 Kasus
Positif Covid-19 bertambah 245 kasus pada hari ini, Jumat (3/12). Ilustrasi (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
KPAI Minta Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun Segera Dilakukan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah agar segera melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap anak usia 6 sampai 11 tahun.
Ketua KPAI, Susanto mengatakan vaksinasi pada anak rentang usia tersebut dibutuhkan sebagai bentuk perlindungan terhadap anak.
Menurut Susanto, jumlah anak yang terpapar Covid-19 di Indonesia cukup tinggi, yakni mencapai 13 persen. Angka ini mengacu pada data Satgas Covid-19 per 1 November lalu.
"Sasaran vaksinasi Covid-19 untuk Anak usia 6-11 tahun menjadi sangat penting dan mendesak untuk segera dilaksanakan. Anak pun dapat sebagai orang tanpa gejala (OTG) dan dapat menularkan pada orang dewasa bahkan lansia komorbid," kata Susanto dalam keterangan tertulis, Kamis (2/12).
Peningkatan keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 dalam dua hari terakhir dan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sepanjang bulan November menjadi sorotan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Meski tingkat kenaikan hanya sekitar 1 persen, Juru Bicara Satgas Covid-19 tetap melihat kondisi tersebut kurang baik. Sebab, peningkatan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian rumah sakit menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang.
"BOR ruang isolasi di RS rujukan sempat mengalami peningkatan selama 2 hari terakhir, dari 2,94 persen menjadi 3,07 persen. BOR di Wisma Atlet juga meningkat di bulan November dari 1,76 persen menjadi 2,2 persen," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (2/12)
40-50 Persen Warga RI Rentan Terpapar Omicron
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menyebut setidaknya 40 hingga 50 persen penduduk Indonesia rentan terpapar varian Omicron.
Jika merujuk data Badan Pusat Statistika (BPS), jumlah penduduk yang rentan terpapar Omicron sebanyak 82-135 juta jiwa. Angka ini bertolak pada jumlah penduduk Indonesia per September sebanyak 270,2 juta jiwa.
"Kalau melihat 1, 2 [kecepatan penularan varian Omicron lebih parah dari Delta] ya kira-kira 40-50 persen penduduk yang kemudian rentan terkena," kata Dante dalam acara daring, Kamis (2/12).
Positif Covid-19 harian bertambah 245 kasus pada hari ini, Jumat (3/12). Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 4.257.243 kasus.
Sementara, pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 328 kasus, membuat jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Indonesia menjadi 4.105.680 per hari ini.
Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 8 kasus. Total kasus kematian menjadi 143.858. Saat ini kasus aktif Covid-19 atau pasien dalam perawatan atau isolasi mandiri mencapai 7.705 orang.