Waspada Omicron, Pemprov DKI Dorong Vaksinasi 6-11 Tahun

Antara | CNN Indonesia
Senin, 06 Dec 2021 22:05 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun segera dilakukanuntuk antisipasi varian Omicron. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun segera dilakukanuntuk antisipasi varian Omicron. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun segera dilakukan untuk antisipasi varian Omicron.

"Dinkes terus memantau Omicron melalui sumber WHO, Kementerian Kesehatan dan sumber terpercaya lainnya. Lalu kita akan mencoba mendorong vaksin bagi anak usia 6-11 tahun segera diberlakukan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (6/12).

Riza menyebut pihaknya mendorong vaksinasi booster atau tahap tiga, khususnya bagi warga lanjut usia dan warga dengan komorbid atau penyakit bawaan.


"Lalu kita pastikan untuk meningkatkan pengawasan dan 3T," ujarnya.

Riza juga menyebut akan mengantisipasi masuknya warga negara asing dari luar negeri.

Namun, dia menegaskan bahwa pemerintah telah mengatur bahwa pelaku perjalanan luar ngeri diharuskan untuk menjalani karantina, bahkan ditingkatkan hingga 10 hari dari asalnya tujuh hari.

"Sudah diatur perjalanan luar negeri dan pelaku perjalanan diharuskan karantina tujuh hari dan sekarang 10 hari. Jadi, upaya yang dilakukan sudah semaksimal mungkin dilakukan oleh pemerintah pusat," ucapnya.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Surat Edaran yang ditandatangani oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Suharyanto ini berlaku efektif mulai tanggal 29 November 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.

Dengan berlakunya Surat Edaran tersebut, maka Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 serta Addendum Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Dikeluarkannya SE ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pada saat ini telah ditemukan varian baru yakni RS-CoV B.1.1 atau Omicron dari Afrika Selatan.

Sebaran varian baru itu telah menyebar ke sejumlah beberapa negara di dunia.

Kemunculan varian Omicron telah menyebabkan peningkatan kasus khususnya di Benua Afrika bagian Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bersama para ahli sepakat untuk menetapkan varian yang ditemukan di awal November 2021 ini menjadi varian yang diperhatikan.

(fdh/fdh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER