30 Rumah di Sukabumi Rusak Akibat Pergerakan Tanah

Antara | CNN Indonesia
Senin, 06 Dec 2021 23:25 WIB
Puluhan rumah di Sukabumi rusak sebagai dampak dari pergerakan tanah. Sebagian warga memilih mengungsi. Ilustrasi. Puluhan rumah di Sukabumi rusak sebagai dampak dari pergerakan tanah. Sebagian warga memilih mengungsi. (Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Sukabumi, CNN Indonesia --

Sebanyak 30 rumah warga di Kampung Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat rusak di sejumlah bagian seperti dinding, lantai, fondasi dan lainnya akibat pergerakan tanah.

Kini sebagian warga di kawasan tersebut ada yang memilih untuk mengungsi.

"Dari hasil pendataan sementara jumlah rumah yang rusak sebanyak 30 unit seluruhnya berada di RT 03/05 Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu. Kerusakan rumah akibat dampak dari pergerakan tanah ini mulai dari ringan hingga berat," kata Kepala Desa Pasir Suren M E Zailani kepada wartawan di Sukabumi, Senin.


Menurut Zailani, tidak menutup kemungkinan bencana pergerakan tanah ini semakin meluas dan rumah yang terdampak bertambah banyak, apalagi saat ini kerap turun hujan deras dan menyebabkan tanah menjadi labil.

Mengantisipasi semakin parah dampak yang dirasakan warga dan mencegah jatuhnya korban luka maupun meninggal, pihaknya bersama petugas dari Kecamatan Palabuhanratu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi telah melakukan sosialisasi kepada warga khususnya yang terdampak bencana.

Kondisi pergerakan tanah yang semakin parah dan terus meluas. Pihak desa sudah meminta kepada BPBD untuk mencarikan solusi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, karena jika tidak ditanggulangi dengan cepat khawatir jatuh korban.

Relokasi belum bisa dilaksanakan sehingga sebagian warga ada yang memilih mengungsi sendiri ke tempat yang lebih aman, sebab ada kekhawatiran dari mereka rumahnya bisa saja ambruk.

"Belum ada informasi lebih lanjut warga yang terdampak bencana pergerakan tanah ini akan direlokasi ke mana, tetapi kami meminta agar BPBD menyediakan tempat mengungsi sementara yang kapan saja bisa digunakan oleh warga sebagai antisipasi jika dampaknya semakin parah," tambahnya.

Zailani mengatakan sebenarnya bencana ini sudah lama terjadi, namun tidak sekaligus berdampak. Perlahan tanah di Kampung Nyalindung bergeser dan setiap harinya semakin bertambah luas dan berdampak kepada permukiman warga.

(Antara/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER