Gunung Semeru Erupsi, Warga Sekitar Merapi Juga Diminta Siaga

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 12:24 WIB
Gubernur Jateng mengingatkan warga, khususnya aparat di daerah sekitar Merapi untuk tak ambil risiko atas ancaman erupsi Merapi yang kini berstatus siaga. Seorang warga desa melihat ke arah puncak Merapi dari Sleman, Yogyakarta, 16 Agustus 2021. (AFP/AGUNG SUPRIYANTO)
Solo, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga di sekitar Gunung Merapi untuk bersiaga pascaerupsi Gunung Semeru. Apalagi aktivitas Gunung Merapi diketahui juga mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

"Merapi terus kami pantau dan saya minta semua siaga. Sabtu lalu saya sudah mendapat laporan dari BPPTKG, bahwa erupsi yang terjadi sejak 4 Januari lalu sampai sekarang masih berlangsung," kata Ganjar, Senin (6/12).

Ganjar menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan, pertumbuhan kubah lava di Gunung Merapi masih terjadi. Bahkan guguran awan panas juga masih berlangsung karena sampai saat ini akumulasi tekanan magma dari dalam masih berlangsung.


"Erupsi Gunung Merapi belum akan berakhir maka saya minta semuanya siaga khususnya di Yogyakarta, Magelang, dan Klaten serta sebagian Boyolali," katanya.

Dikutip dari laman magma.vsi.esdm.go.id, saat ini Gunung Merapi berstatus Level III atau Siaga dengan potensi berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Ganjar mengatakan pihaknya sudah melakukan identifikasi, daerah yang rawan adalah sekitar Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih, Gendol, dan Woro.

"Kami perhitungkan guguran bisa mencapai 3-5 kilometer, sehingga di wilayah-wilayah itu diminta bersiap. Seluruh kepala desa harus siaga, tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana semua stand by," katanya.

Ganjar berharap sistem peringatan dini dapat bekerja maksimal. Sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, peluit langsung ditiup dan informasi diberikan agar semua warga di sekitar Gunung Merapi segera mengungsi.

"Jangan ambil risiko, kita belajar betul dengan kondisi dan karakter Merapi yang mirip dengan Semeru," ujarnya.

Kerahkan Bantuan dan Relawan

Ganjar mengaku pihaknya telah mengirim bantuan logistik dan personel atau relawan ke wilayah terdampak erupsi Semeru.

Bantuan logistik yang dikirim berupa kasur, perlengkapan pakaian wanita, balita, lansia, hingga perlengkapan rumah tangga. Pemprov juga mengirim dua tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana.

"Apapun dari Jawa Tengah hari ini mencoba membantu saudara-saudara kita dari operasi kemanusiaan ini agar bisa meringankan beban mereka," kata Ganjar.

Ia juga telah berkoordinasi dengan kepala-kepala desa setempat untuk penyaluran bantuan.

"Tadi dikasih peta, kebutuhan-kebutuhan apa yang ada, dan jalur-jalur yang bisa dimasuki atau barangkali perlu bantuan untuk bisa dimasuki," katanya.

Ganjar berpesan kepada relawan agar segera berkoordinasi dengan pihak terkait setelah sampai di lokasi. Dengan demikian, bantuan dari berbagai pihak dapat tersalurkan dengan optimal.

Sementara itu, diketahui pada Senin (6/12) sore terpantau awan panas guguran Merapi setidaknya pada pukul 16.09, 16.44, dan 17.24. Jarak luncur awan panas guguran merapi itu adalah sekitar 1.800 meter ke arah Kali Bebeng.

Untuk memantau lebih lanjut aktivitas Merapi yang telah dinyatakan siaga sejak 5 November 2020, masyarakat bisa melihatnya secara langsung melalui kanal Youtube BPPTKG.

(syd/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER