Semeru Masih Berpotensi Luncurkan Awan Panas dan Lahar Dingin

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 21:04 WIB
PVMBG meminta warga tetap menjaga jarak aman karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih belum berhenti. PVMBG meminta warga tetap menjaga jarak aman karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih belum berhenti (ARI BOWO SUCIPTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Andiani menyatakan Gunung Semeru akan kembali mengeluarkan awan panas serta lahar dingin sehingga masyarakat diimbau waspada.

"Kita lihat potensi awan panas guguran masih berpotensi terjadi dan potensi banjir lahar dingin. Potensi banjir lahar ini karena potensi dari material gunung dan curah hujan," katanya dalam jumpa pers, Selasa (7/12).

PVMBG mengimbau agar masyarakat berada dalam jarak aman satu kilometer dari puncak Gunung Semeru dan lima kilometer dari bukaan kawah arah selatan tenggara.


Andiani juga meminta masyarakat untuk menghindari sungai yang hulunya di puncak Gunung Semeru karena kemungkinan adanya banjir bandang.

Berdasarkan pantauan PVMBG, Semeru juga masih mengeluarkan awan panas pada hari ini. Aktivitas vulkanik belum berhenti.

"Hasil pantauan kami terhadap Gunung Semeru pada hari ini dari jam 00.00 sampai sore tadi telah terjadi tiga kali awan guguran panas dengan luncuran erupsi lebih kurang tiga kilometer dari puncak gunung api disertai gempa-gempa permukaan," kata Andiani.

Tim PVMBG telah mengecek langsung ke lapangan ke lokasi wilayah terdampak di Besuk Kobokan yang merupakan daerah aliran awan panas guguran.

Tujuannya untuk mengetahui sekaligus dalam rangka memperbarui peta kawasan rawan bencana (KRB) yang sudah ada. Peta terbaru nanti bisa diakses di situs Magma Indonesia oleh semua pihak yang membutuhkan.

"Sehingga nanti akan diketahui apakah terjadi perubahan dari material erupsi yang ada," kata Andiani.

Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12) lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru bertambah menjadi 34 orang.

Tak hanya itu, sebanyak 3.697 warga harus mengungsi imbas erupsi Gunung Semeru. Presiden Joko Widodo berencana merelokasi lebih dari 2.000 rumah warga Kabupaten Lumajang.

(hyg/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER