7 Kecamatan di Soppeng Sulsel Diterjang Banjir, 1 Orang Meninggal

CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 13:14 WIB
Sebanyak 7 kecamatan di Kabupaten Soppeng, Sulsel diterjang banjir sejak Senin (6/12) lalu. Saat ini banjir di sejumlah kecamatan berangsur surut. Sebanyak 7 kecamatan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) direndam banjir. Akibat peristiwa itu sebanyak satu orang meninggal dunia dan satu lainnya dinyatakan hilang. Ilustrasi (CNN Indonesia/Ilham)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 7 kecamatan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) direndam banjir. Akibat peristiwa itu, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya dinyatakan hilang.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir terjadi karena hujan deras mengguyur wilayah tersebut Senin (6/12) lalu. Sungai Cabue, Sungai Belo, dan Sungai Leworeng pun meluap.

"Banjir ini menggenangi beberapa wilayah antara lain, Kecamatan Lalabata, Kecamatan Ganra, Kecamatan Donri-Donri, Kecamatan Lilirilau, Kecamatan Citta, Kecamatan Marioriawa, dan Kecamatan Liliriaja. Mengakibatkan satu warga meninggal dunia," kata Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12).


Muhari mengatakan sebanyak 5.786 kepala keluarga terdampak banjir ini. Selain itu, 2 rumah warga mengalami rusak berat dan 1 unit rumah rusak ringan.

Menurutnya, saat ini banjir di sejumlah kecamatan berangsur surut. Namun, ketinggian air di beberapa kecamatan masih cukup tinggi.

"Di Kecamatan Lilirilai dan Kecamatan Marioriawa masih terendam banjir dengan ketinggian 100 sentimeter. Kondisi ini membuat lokasi tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda empat," ujarnya.

Selain di Soppeng, banjir juga menerjang Kota Makassar. Muhari menyebut, banjir terjadi setelah hujan deras turun di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang dan Tallo pada Selasa (7/12) kemarin.

Sebanyak 1.603 rumah warga terendam. Sedikitnya 6.412 jiwa di Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Panakukang, Kecamatan Manggala, Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Rappocini terdampak banjir tersebut.

Sampai saat ini, kata Muhari, wilayah tersebut masih tergenang banjir dengan ketinggian muka air berkisar antara 30-100 sentimeter. Ia menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

"Merujuk peringatan dini yang dikeluarkan BMKG hingga esok hari (9/12) wilayah Sulawesi Selatan berpotensi banjir dan waspada hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang," ujarnya.



(yla/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER