PDIP Ogah Deklarasi Capres Lebih Dini: Pemilu Masih Lama

CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 19:18 WIB
PDIP menyebut bahwa ongkos politik yang dikeluarkan akan semakin besar bila pihaknya bergerak lebih dini mengumumkan capres. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno, angkat bicara merespons dorongan agar partai politik (parpol) mendeklarasikan koalisi dan calon presiden (capres) yang hendak diusung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lebih dini.

Ia berkata, waktu penyelenggaraan Pilpres 2024 masih lama. Selain itu, menurutnya, kepemimpinan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru memasuki tahun ketiga saat ini.

"Buat apa deklarasi lebih awal. Pertama, ini baru tahun ketiga Pak Jokowi di periode kedua. Bahkan, 2022 tahun pertama akselerasi pemulihan pasca pandemi. Kedua, pemilu masih lama," kata Hendrawan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/12).


Ia juga menyampaikan bahwa ongkos politik yang dikeluarkan akan semakin besar bila pihaknya bergerak lebih dini.

Hendrawan juga menyebut, 2022 merupakan merupakan waktu bagi Indonesia menjadi tuan rumah atau presidensi G20 (Group of Twenty).

"Jadi kita harus fokus menjaga kehormatan tersebut," katanya.

Hendrawan juga menyampaikan bahwa, semakin matang pertimbangan dalam penentuan capres dan koalisi maka akan melahirkan hasil yang semakin baik.

Senada, politikus PDIP Andreas Pareira menyampaikan bahwa setiap parpol memiliki pertimbangan dan strategi sendiri dalam menentukan koalisi dan capres yang akan diusung.

Ia pun meminta agar parpol yang mendorong agar parpol mendeklarasikan koalisi dan capres yang akan diusung di 2024 secara dini melakukan langkah tersebut lebih dahulu

"Pertama, tiap partai tentu punya pertimbangan dan strateginya sendiri. Kedua, Kalau beliau menyampaikan seperti itu tentu sudah dipraktikkan partainya sendiri," katanya.

Sebelumnya, pendiri lembaga survei dan konsultan politik Cyrus Network, Hasan Nasbi mengatakan salah satu faktor yang bisa mengubah peta politik Pilpres 2024 ialah koalisi lebih awal antarparpol dan penentuan calon lebih awal.

Menurutnya, publik benar-benar tidak tahu sosok yang memiliki tiket untuk maju di Pilpres 2024 saat ini, meskipun terdapat tiga parpol yang memiliki potensi mengusung kader sendiri karena hanya membutuhkan tambahan satu parpol yaitu PDIP, Golkar, serta Gerindra.

"Ini dua hal yang bisa mengubah peta survei. Kalau sudah dibungkus saya yakin orang akan melihat, oh ini yang sudah punya tiket," ujar Hasan.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyerukan agar partai politik mulai membangun koalisi dan segera mendeklarasikan capres secepatnya.

Dia berharap, parpol tak mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres yang hendak diusung di waktu-waktu akhir jelang penutupan pendaftaran seperti yang terjadi pada tiap pemilu selama ini.

Mardani mengatakan, hal ini bisa membuat masyarakat lebih memahami para calon pemimpinnya. Termasuk soal koalisi yang harusnya dilakukan sejak jauh hari.

"Saya setuju parpol melakukan koalisi dan penjajakan jauh-jauh hari. Sehingga tidak membeli kucing dalam karung," kata Mardani.

(mts/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER