Rangkuman Covid: Polemik Omicron di Bekasi, Zona Hijau Bertambah
CNN Indonesia
Rabu, 08 Des 2021 19:12 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pemerintah memastikan varian omicron belum teridentifikasi di Indonesia. Sementara jumlah daerah yang masuk zona hijau Covid-19 semakin bertambah. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Polemik tentang temuan kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Kabupaten Bekasi berujung pada kesimpulan hoaks.
Pemerintah memastikan hingga saat ini varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan itu masih belum teridentifikasi di Indonesia.
Di sisi lain, jumlah penambahan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan dalam 3-4 bulan terakhir. Perkembangan daerah yang masuk zona hijau Covid-19 pun semakin bertambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ahli tetap mewaspadai bahwa Indonesia belum bisa dikatakan aman sehingga harus tetap waspada akan lonjakan Covid-19 di akhir tahun.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Polemik Varian Omicron di Bekasi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang beredar perihal ditemukan kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Indonesia. Dinkes memastikan varian baru Covid-19 belum teridentifikasi di Kabupaten Bekasi berdasarkan pemeriksaan WGS.
Kadinkes Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah menyebutkan bahwa varian Omicron ditemukan di Bekasi. Ia menilai, kemungkinan terdapat human error dalam berita publikasi melalui situs Pemkab Bekasi yang kemudian menjadi rujukan sejumlah media nasional.
Sebelumnya, muncul kabar penemuan virus Corona varian Omicron di Kabupaten Bekasi. Varian baru itu disebut ditemukan di laboratorium Farmalab. Kementerian Kesehatan hingga Kantor Staf Presiden (KSP) juga ikut memastikan bahwa belum ada temuan varian Omicron di Indonesia saat ini, sehingga kabar tersebut hoaks.
Zona hijau atau daerah yang tidak mengalami penambahan kasus virus corona baru dan angka kesembuhan di atas 95 persen terus mengalami peningkatan di Indonesia. Terkini, jumlah zona hijau mencapai 58 kabupaten/kota, lebih banyak dibandingkan sepekan lalu yang mencatat zona hijau berjumlah 53 daerah.
Temuan itu didapatkan berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 5 Desember yang baru dirilis pada Rabu (8/12). Puluhan kabupaten/kota zona hijau berasal dari 19 provinsi dengan mayoritas zona hijau di Sumatera Utara. Pada pekan ini, salah satu daerah di Pulau Jawa akhirnya masuk kategori zona hijau setelah dalam beberapa pekan terakhir nihil.
Belum Aman saat Nataru
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mewanti-wanti bahwa Indonesia sama sekali belum aman dari ancaman lonjakan kasus virus corona.
Terlebih potensi ancaman varian Omicron yang memiliki tingkat kecepatan penularan lebih tinggi dan mampu menyebabkan reinfeksi.
Hal itu Dicky sampaikan sekaligus merespons Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim Indonesia sudah lebih siap menghadapi musim libur akhir Natal dan tahun baru (Nataru), lantaran jumlah tes dan telusur lebih tinggi dari tahun lalu, serta capaian vaksinasi sudah cukup tinggi.
"Kita tidak bisa merasa cukup aman saat ini, kita Indonesia saat ini belum aman. Meskipun sero survei mengatakan warga bisa 80 persen sudah terinfeksi dan sudah punya antibodi, itu tidak dijamin. Karena dengan varian Omicron itu bisa reinfeksi lagi," kata Dicky kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/12).
ASN Dilarang Cuti Akhir Tahun
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan larangan cuti ASN/PNS saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tetap berlaku meski penerapan PPKM Level 3 dibatalkan.
Tjahjo mengatakan keputusan membatalkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia saat libur Nataru tak akan mengubah larangan cuti abdi negara.
"Prinsipnya ASN/PNS tetap dilarang [cuti] walaupun pandemi Covid-19 berada di level satu," kata Tjahjo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (8/12).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan program vaksinasi virus corona dengan pemberian dua dosis akan rampung pada Maret-April 2022. Sementara pada akhir tahun ini Kemenkes menargetkan setidaknya 70 persen warga sudah menerima dosis pertama vaksin Covid-19.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati sekaligus menyatakan bahwa per hari ini, setidaknya 100 juta warga Indonesia tercatat sudah menerima dosis lengkap vaksin Covid-19. Langkah itu menurutnya dilakukan sebagai upaya menuju kekebalan komunal atau herd immunity di Indonesia.
"Kemenkes telah menargetkan vaksinasi lengkap untuk 208,2 juta warga akan dicapai di Maret atau April tahun depan," kata perempuan yang akrab disapa Wiwid itu dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (8/12).
Minim Vaksinator, Vaksinasi Daerah Rendah
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut rendahnya capaian vaksinasi virus corona di beberapa daerah Indonesia terjadi lantaran jumlah vaksinator, terutama daerah rural, masih terbatas.
Selain itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut akses logistik vaksin Covid-19 menuju daerah rural masih menjadi tantangan khusus. Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah menargetkan agar menggenjot vaksinasi di sejumlah daerah di luar Jawa-Bali.
Capaian Dosis Vaksin RI
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Rabu (8/12) pukul 12.00 WIB tercatat, setidaknya 143.794.042 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 100.459.272 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 69,04 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 48,24 persen.
Update Covid 8 Desember
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Rabu (8/12) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 264 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 351 kasus, dan 6 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.258.340 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.109.068 orang dinyatakan pulih, 5.363 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.909 lainnya meninggal dunia.
Di sisi lain, jumlah penambahan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan dalam 3-4 bulan terakhir. Perkembangan daerah yang masuk zona hijau Covid-19 pun semakin bertambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ahli tetap mewaspadai bahwa Indonesia belum bisa dikatakan aman sehingga harus tetap waspada akan lonjakan Covid-19 di akhir tahun.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Polemik Varian Omicron di Bekasi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang beredar perihal ditemukan kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Indonesia. Dinkes memastikan varian baru Covid-19 belum teridentifikasi di Kabupaten Bekasi berdasarkan pemeriksaan WGS.
Kadinkes Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah menyebutkan bahwa varian Omicron ditemukan di Bekasi. Ia menilai, kemungkinan terdapat human error dalam berita publikasi melalui situs Pemkab Bekasi yang kemudian menjadi rujukan sejumlah media nasional.
Sebelumnya, muncul kabar penemuan virus Corona varian Omicron di Kabupaten Bekasi. Varian baru itu disebut ditemukan di laboratorium Farmalab. Kementerian Kesehatan hingga Kantor Staf Presiden (KSP) juga ikut memastikan bahwa belum ada temuan varian Omicron di Indonesia saat ini, sehingga kabar tersebut hoaks.
Zona hijau atau daerah yang tidak mengalami penambahan kasus virus corona baru dan angka kesembuhan di atas 95 persen terus mengalami peningkatan di Indonesia. Terkini, jumlah zona hijau mencapai 58 kabupaten/kota, lebih banyak dibandingkan sepekan lalu yang mencatat zona hijau berjumlah 53 daerah.
Temuan itu didapatkan berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 5 Desember yang baru dirilis pada Rabu (8/12). Puluhan kabupaten/kota zona hijau berasal dari 19 provinsi dengan mayoritas zona hijau di Sumatera Utara. Pada pekan ini, salah satu daerah di Pulau Jawa akhirnya masuk kategori zona hijau setelah dalam beberapa pekan terakhir nihil.
Belum Aman saat Nataru
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mewanti-wanti bahwa Indonesia sama sekali belum aman dari ancaman lonjakan kasus virus corona.
Terlebih potensi ancaman varian Omicron yang memiliki tingkat kecepatan penularan lebih tinggi dan mampu menyebabkan reinfeksi.
Hal itu Dicky sampaikan sekaligus merespons Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim Indonesia sudah lebih siap menghadapi musim libur akhir Natal dan tahun baru (Nataru), lantaran jumlah tes dan telusur lebih tinggi dari tahun lalu, serta capaian vaksinasi sudah cukup tinggi.
"Kita tidak bisa merasa cukup aman saat ini, kita Indonesia saat ini belum aman. Meskipun sero survei mengatakan warga bisa 80 persen sudah terinfeksi dan sudah punya antibodi, itu tidak dijamin. Karena dengan varian Omicron itu bisa reinfeksi lagi," kata Dicky kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/12).
ASN Dilarang Cuti Akhir Tahun
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan larangan cuti ASN/PNS saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tetap berlaku meski penerapan PPKM Level 3 dibatalkan.
Tjahjo mengatakan keputusan membatalkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia saat libur Nataru tak akan mengubah larangan cuti abdi negara.
"Prinsipnya ASN/PNS tetap dilarang [cuti] walaupun pandemi Covid-19 berada di level satu," kata Tjahjo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (8/12).
Kemenkes Targetkan Vaksinasi Lengkap Tercapai April 2022
Sejumlah warga mengikuti vaksinasi covid-19 di GOR Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa, 16 November 2021. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan program vaksinasi virus corona dengan pemberian dua dosis akan rampung pada Maret-April 2022. Sementara pada akhir tahun ini Kemenkes menargetkan setidaknya 70 persen warga sudah menerima dosis pertama vaksin Covid-19.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati sekaligus menyatakan bahwa per hari ini, setidaknya 100 juta warga Indonesia tercatat sudah menerima dosis lengkap vaksin Covid-19. Langkah itu menurutnya dilakukan sebagai upaya menuju kekebalan komunal atau herd immunity di Indonesia.
"Kemenkes telah menargetkan vaksinasi lengkap untuk 208,2 juta warga akan dicapai di Maret atau April tahun depan," kata perempuan yang akrab disapa Wiwid itu dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (8/12).
Minim Vaksinator, Vaksinasi Daerah Rendah
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut rendahnya capaian vaksinasi virus corona di beberapa daerah Indonesia terjadi lantaran jumlah vaksinator, terutama daerah rural, masih terbatas.
Selain itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut akses logistik vaksin Covid-19 menuju daerah rural masih menjadi tantangan khusus. Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah menargetkan agar menggenjot vaksinasi di sejumlah daerah di luar Jawa-Bali.
Capaian Dosis Vaksin RI
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Rabu (8/12) pukul 12.00 WIB tercatat, setidaknya 143.794.042 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 100.459.272 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 69,04 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 48,24 persen.
Update Covid 8 Desember
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Rabu (8/12) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 264 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 351 kasus, dan 6 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.258.340 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.109.068 orang dinyatakan pulih, 5.363 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.909 lainnya meninggal dunia.